15 Pentingnya Beradab dengan Orang yang Lebih Tua

Beradab dengan orang yang lebih tua adalah sikap atau salah satu cara untuk memberi penilaian, menghormati, penentuan atau memandang penting yang juga terdapat dalam sumber syariat islam. Sikap beradab dengan orang yang lebih tua juga harus dimiliki pada setiap manusia agar terciptanya keserasian dan kerukunan hidup antar manusia sehingga terwujudlah kehidupan yang saling menghargai dengan orang yang lebih tua satu sama lain. Beradab dengan orang yang lebih tua juga dapat berarti menghormati keberadaan, harkat dan martabat.

Dalam agama Islam, orang tua merupakan orang yang sangat penting kedudukannya yakni tetap terdapat kewajiban orang tua terhadap anak yang sudah menikah. Bahkan, Nabi Muhammad SAW menyebutkan ibu sebanyak tiga kali diikuti dengan ayah sebagai orang-orang utama yang harus kita hormati. Berikut 15 Pentingnya Beradab dengan Orang yang Lebih Tua.

1. Tanda orang beriman

Banyak sekali ayat di dalam Al Quran sebagai dasar hukum islam yang menyebutkan bahwa semua orang beriman dan bertakwa harus beradab dengan orang tua. selain memerintahkan umat Islam untuk senantiasa patuh untuk beribadah pada Allah, Al Quran juga menegaskan umatnya untuk melaksanakan kewajibannya untuk berbakti dan beradab pada orang tua.

2. Untuk membalas jasa

Sebagai seorang anak yang memiliki kedudukan anak dalam hukum islam, mungkin merupakan hal yang mustahil untuk bisa membayar atau membalas jasa orang tua kita. Maka, menjadi anak yang berbakti dan beradab pada orang tua bisa menjadi salah satu cara untuk kita berusaha membalas jasa mereka.

3. Merupakan perintah Allah

Seperti yang telah tertulis di surat Al Isra’ di salah satu ayatnya tentang dalil berbakti kepada orang tua,

Dan Tuhanmu telahmemerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baikkepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampaiberusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkaumengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’

dan janganlah engkaumembentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Danrendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kaish sayang dan ucapkanlah,“Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidikaku pada waktu kecil.” (QS. Al Isra’/17: 23-24)

Dari ayat di atas, makakita mengetahui bahwa beradab pada orang tua merupakan salah satu kewajibankita sebagai orang Islam. Beradab pada orang tua bisa berarti apapun yang kitalakukan adalah dalam restu orang tua. Sebaiknya di setiap kegiatan yang akankita lakukan, kita meminta restu orang tua kita. Seperti yang disebutkan dalamhadis, ‘Ridha Allah terletak pada ridha orang tua, dan murka Allah terletakpada kemurkaan orang tua’ (HR. Baihaqi).

4. Amalan yang dicintai Allah

Dalam salah satu hadisNabi Muhammad SAW diceritakan, ‘Aku bertanya kepada Nabi saw, “Amalan apakahyang paling dicintaiolehh Allah SWT? Beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.”Aku berkata, “emudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada orang tua.” Akuberkata, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.” (HRBukhari).

Sayangnya, banyak diantara kita yang menyepelekan orang tua. Kita terlalu fokus untuk mengejarcita-cita dan sibuk dengan urusan pribadi kita sendiri sehingga melupakankewajiban kita untuk beradab pada orang tua. Oleh karena itu, alangkah baiknyajika mulai saat ini kita mulai belajar untuk mengubah diri kita dan lebih beradabpada orang tua

5. Menjadikan kasihsayang

Seorang anak harus menjagaagar pandangannya teduh dan patuh pada orang tua. Orang tua merupakan orangyang paling penting di hidup kita, maka kita harus memandang mereka denganpenuh kasih sayang dan rasa hormat.

Seperti yang tersuratdalam hadis Al Musawwir bin Makhramah ra., ‘jika para sahabat berbicaradengan Rasulullah, mereka merendahkan suara mereka dan mereka tidak memandangtajam sebagai bentuk pengagungan terhadap Rasulullah.’ (HR. Al Bukhari2731). Maka, dari dalil tersebut kita bisa mengetahui bahwa tidak memandangtajam merupakan suatu bentuk pengagungan atau penghormatan, yang juga akansangat layak kita berikan kepada orang tua kita juga.

6. Membuat hati tentram

Seperti yang telahdisebutkan di surat al Isra’ ayat 23 dan 24 di atas, kita diperintahkan berkatabaik pada orang tua dan dilarang membentak mereka. Sesungguhnya sedikit sajaucapan ‘ah’ kepada orang tua akan membuat hati mereka terluka. Maka, sebaiknyakita menjaga jangan sampai ada sedikit saja kata-kata yang buruk keluar darimulut kita saat bericara pada orang tua. Gunakan kata-kata yang lembut dansopan yang akan menentramkan hati mereka.

7. Menjadikan sifat sabar

Sebagai anak, seringkalikita melupakan hal ini. Ego dan emosi yang cenderung berlebihan di diri kitasebagai anak muda sering mengalahkan akal dan kasih sayang kita kepada orangtua. Hal ini membuat kita sering khilaf untuk membantah dan membentak orangtua. Maka, sebisa mungkin kita jaga emosi kita dan selalu bersabar agar bisamenjaga perkataan serta ucapan kita saat berbicara dengan orang tua.

8. Mendapat ridha

Berdasarkan pada hadisAbdullah ibnu Umar, ‘dari Abdullah bin ‘Amrin bin Ash r.a, dia berkata, NabiSAW telah bersabda: “Keridhoan Allah itu terletak pada keridhoan orang tua danmurka Allah itu terletak pada murka orang tua”. (HR. st-Tirmidzi, hadis inidinilai shahih oleh Ibnu Hibban dan Al Hakim).

Dari hadist di atas, makakita harus untuk meminta ridha orang tua dahulu sebelum melakukan urusanapapun. Hendaknya kita meminta izin dan memohon doa restu untuk setiapkeperluan dan keputusan yang akan kita lakukan. Selain doa orang tua sangatmustajab untuk diijabah oleh Allah, dengan mendapatkan restu orang tua hatikita pun akan lebih tenang dan tentram. Dengan demikian, urusan yang kitalakukan bisa lebih mudah dan lebih lancar.

9. Sebagai hal yangutama

Sebaiknya kita tidakmendahulukan diri kita sendiri daripada orang tua jika hal itu berurusan dengandunia. Misalnya, untuk sekedar makan, minum, atau perkara duniawi lain akanlebih baik jika kita mendahulukan orang tua kita.

Hal ini bisa kita petikdari hadits dalam Shahihain mengenai kisah yang diceritakan RasulullahSAW mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua yang tertutup batu besar.Kemudian, mereka bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan yang pernahmereka lakukan.

Salah satu dari tiga orangitu berkata,

Ya Allah sesungguhnyasaya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dananak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketikaselesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orangtuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh,dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuakusudah tidur.

Lalu aku perahkan untukmereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itukepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkanmereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orangtuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan.

Dan demikianlah teruskeadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itudemi mengharap wajahMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihatlangit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat merekabisa melihat langit darinya”.

10. Hidup lebih terarah

Orang tua kita pastimemiliki pengalaman yang lebih banyak daripada kita. Selain itu, kita semuapasti yakin bahwa orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk diri kita.Maka, tidak ada salahnya jika kita mengikuti keinginan dan saran orang tuakita,

selama hal tersebut tidakbertentangan dengan ajaran agama. Mengikuti keinginan dan saran orang tua akanmembuat orang tua merasa dihargai dan dihormati oleh kita. Selain itu, kita punbisa lebih terarah dan yakin bahwa apa yang kita jalani adalah yang terbaik.

11. Menjaga nama baik

Menjaga nama baik orangtua merupakan salah satu cara yang menunjukkan bahwa kita beradab mereka. Maka,hendaknya kita selalu berbuat baik kepada siapa pun di sekitar kita. Hal initentu akan membantu untuk menjaga nama baik orang tua dan menjauhkan merekadari fitnah dunia.

12. Sebagai pandangan hidup

Beradab pada orang tuaorang yang lebih tua merupakan salah satu pandangan hidup manusia, terutamauntuk masyarakat Indonesia. Di Indonesia, beradab pada orang yang lebih tuamenjadi suatu kebiasaan (tata krama) dalam kehidupan sehari- hari yangdilakukan oleh semua masyarakat, baik laki- laki maupun perempuan. Kebiasaanini merupakan suatu kebiasaan yang baik, karena memang seharusnya orang yanglebih muda beradab pada orang tua dan beradab pada orang yang lebih tua.

13. Memberikan kehidupan yang nyaman dan bahagia

Dengan beradab pada orangyang lebih tua, akan memberikan kesan yang baik untuk orang yang lebih tuamaupun orang yang lebih muda. Dan, akan terjalin suatu hubungan yang harmonisdiantara kedua belah pihak tersebut, sehingga keduanya dapat merasa nyaman danbahagia.

14. Dekat dengan pintu surga

Bila engkau ingin membukapintu-pintu surga, hormatilah kedua orang tuamu. Sebaliknya, bila ingin membukapintu-pintu neraka maka kedurhakaan kepada orang tua adalah kendaraan yangpaling cepat menuju ke tempat jahanam itu.

Bahkan, siksanya pundisegerakan tanpa harus menunggu kiamat. Rasulullah bersabda, “Semua dosa akan ditangguhkan Allah sampaihari kiamat, kecuali durhaka kepada orang tua. Maka, sesungguhnya Allah akanmenyegerakan kepada pelakunya di dunia sebelum meninggal.” (HR Hakim).

15. Ajaran budi pekerti

Ajaran budi pekerti palingawal adalah pelajaran untuk bersikap santun dan menghormati orang yang lebihtua.Rasulullah bersabda, ”Bukanlahpengikutku, mereka yang tidak hormat pada yang tua dan sayang pada yang kecil.”

Demikian yang dapatdisampaikan, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sumber : Dalamislam.com
15 Pentingnya Beradab dengan Orang yang Lebih Tua
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam