in , ,

15 Hal – Hal Yang Menghapus Amal Ibadah _*

Setiap mukmin tentu menginginkan amal ibadah yang selama ini mereka lakukan bisa diterima Allah SWT dan mendapatkan pahala dari-Nya. Adapun syarat diterimanya amal ibadah adalah apabila hal tersebut kita lakukan dengan ikhlas serta mengikuti tuntunan dari Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam.

Akan tetapi, terkadang tanpa disadari amalan-amalan tersebut tidak mendapatkan balasan pahala apapun dan malah justru mendapatkan keburukan disisi Allah SWT. Tentu saja hal itu memiliki sebab, salah satunya adalah karena kita melakukan hal-hal yang menghapus amal ibadah kita tersebut, seperti :

  1. Berbuat syirik

Syirik dianggap sebagai suatu kezoliman yang besar dan perbuatan tersebut merupakan penghinaan terhadap Allah SWT. Mengapa? Karena perbuatan tersebut telah menyamakan Allah SWT dengan makhluk ciptaan-Nya. Allah SWT akan memberikan balasan bagi mereka yang berbuat syirik yaitu dengan tidak menerima amal ibadah yang mereka perbuat. Bahkan Allah SWT tidak akan mengampuni umat-Nya yang mati dalam keadaan belum bertaubat dari perbuatan syirik tersebut.

Hal itu sebagaimana Firman Allah SWT berikut :

ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒููˆุง ู„ูŽุญูŽุจูุทูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

ย Artinya โ€œSeandainya mereka menyekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.โ€ (QS. Al-Anโ€™am ayat 88)

(baca juga: syirik dalam islam)

  1. Keluar dari Islam (Murtad)

Allah SWT telah menjanjikan suatu balasan bagi mereka yang berbuat murtad, sebagaimana firman-Nya dalam ayat Al-Qurโ€™an berikut :

ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุฑู’ุชูŽุฏูุฏู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฏููŠู†ูู‡ู ููŽูŠูŽู…ูุชู’ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูŽุงููุฑูŒ ููŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุญูŽุจูุทูŽุชู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ุฎูŽุงู„ูุฏููˆู†ูŽ

Artinya:

โ€œBarangsiapa di antara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.โ€ (QS. Al-Baqarah ayat 217)

  1. Riyaโ€™

Riyaโ€™ disebut sebagai melakukan suatu amalan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, dan Allah SWT sangat tidak menyukai perbuatan tersebut. Perbuatan tersebut telah digolongkan ke dalam jenis syirik kecil. Sebuah hadist qudsi telah meriwayatkan firman Allah SWT tentang betapa bencinya Dia terhadap perbuatan riyaโ€™ :

ุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุบู’ู†ูŽู‰ ุงู„ุดูู‘ุฑูŽูƒูŽุงุกู ุนูŽู†ู ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ู…ูŽู†ู’ ุนูŽู…ูู„ูŽ ุนูŽู…ูŽู„ุงู‹ ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒูŽ ูููŠู‡ู ู…ูŽุนูู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‰ ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชูู‡ู ูˆูŽุดูุฑู’ูƒูŽู‡ู

Artinya:

โ€œAku paling tidak butuh pada sekutu-sekutu, barangsiapa yang beramal sebuah amal kemudian dia menyekutukan-Ku di dalamnya maka Aku tinggalkan dia dan syiriknya.โ€ (HR. Muslim)

(baca juga: riyaโ€™ dalam islam)

  1. Mengungkit-ungkit amalan (sedekah) yang telah dilakukan serta menyakiti perasaan si penerima ketika sedang bersedekah

Sebagaimana Firman Allah SWT :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู„ุง ุชูุจู’ุทูู„ููˆุง ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุงุชููƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽู†ูู‘ ูˆูŽุงู„ุฃุฐูŽู‰ ูƒูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ูŠูู†ู’ููู‚ู ู…ูŽุงู„ูŽู‡ู ุฑูุฆูŽุงุกูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ูˆูŽู„ุง ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุขุฎูุฑู ููŽู…ูŽุซูŽู„ูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุซูŽู„ู ุตูŽูู’ูˆูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุชูุฑูŽุงุจูŒ ููŽุฃูŽุตูŽุงุจูŽู‡ู ูˆูŽุงุจูู„ูŒ ููŽุชูŽุฑูŽูƒูŽู‡ู ุตูŽู„ู’ุฏู‹ุง ู„ุง ูŠูŽู‚ู’ุฏูุฑููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุดูŽูŠู’ุกู ู…ูู…ูŽู‘ุง ูƒูŽุณูŽุจููˆุง ูˆูŽุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ุง ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

Artinya:

โ€œHai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riyaโ€™ kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang seperti itu bagaikan batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.โ€ (QS. Al-Baqarah ayat 264)

  1. Melakukan amalan dengan niat duniawi semata

Perbuatan ini bisa dikaitkan dengan riyaโ€™, di mana seseorang melakukan amalan hanya karena ingin mendapatkan kenikmatan atau balasan yang bersifat duniawi semata, bukan karena mengharapkan ridho dari Allah SWT.

Oleh karena itu, Allah SWT berfirman :

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูŽุง ู†ููˆูŽููู‘ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ูู…ู’ ูููŠู‡ูŽุง ู„ูŽุง ูŠูุจู’ุฎูŽุณููˆู†ูŽ (15)ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูููŠ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูˆูŽุญูŽุจูุทูŽ ู…ูŽุง ุตูŽู†ูŽุนููˆุง ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽุจูŽุงุทูู„ูŒ ู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

Artinya:

โ€œBarangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.โ€ (QS. Huud ayat 15-16)

  1. Sibuk dengan aib orang lain

Karena terlalu sibuk mengurusi aib orang lain menjadikan seseorang lupa akan aib dirinya sendiri. Ini juga merupakan salah satu hal yang dapat menghapuskan amal ibadah orang tersebut. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah berkata:

โ€œjauhilah olehmu buruk sangka karena buruk sangka itu perkataan paling dusta, janganlah kamu memata-matai dan mencari-cari kesalahan orang lainโ€ฆโ€

  1. Berucap atas nama Allah SWT bahwa seseorang tidak akan diampuni dosanya

Ampunan yang berasal dari Allah SWT adalah merupakan hal yang ghoib. Tak satu pun makhluk dapat mengetahuinya. Jadi ketika seseorang berkata atau bersumpah atas nama Allah SWT bahwa Allah SWT tidak akan mengampuni dosa saudaranya, maka itu dianggap sebagai ucapan tanpa ilmu, dan Allah SWT sangat membenci hal itu.

ู…ูŽู†ู’ ุฐูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูŠูŽุชูŽุฃูŽู„ู‘ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุฃูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูููู„ูŽุงู†ู ููŽุฅูู†ู‘ููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูููู„ูŽุงู†ู ูˆูŽุฃูŽุญู’ุจูŽุทู’ุชู ุนูŽู…ูŽู„ูŽูƒูŽ

Artinya:

โ€œSiapakah yang bersumpah atas nama-Ku, bahwa Aku tidak akan mengampuni Si Fulan, sesungguhnya Aku telah mengampuni Si Fulan, dan Aku menggugurkan amalmuโ€. (HR Muslim)

  1. Bersuka ria dengan terbunuhnya saudara sesama muslim

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:

โ€œBarangsiapa membunuh seorang mukmin dan berharap akan terbunuhnya maka Allah tidak akan menerima darinya penolakan (adzab) ataupun penebusan.โ€

  1. Bidโ€™ah

Bidโ€™ah merupakan suatu amalan yang tidak disyariatkan oleh ajaran agama islam. Jadi seseorang yang melakukan perbuatan ini, sudah pasti amalan tersebut tidak akan diterima oleh Allah SWT.

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda :

ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏ

Artinya โ€œBarangsiapa yang beramal tanpa ada perintah dari kami, maka tertolak.โ€ (HR. Muslim)

  1. Melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang ketika dalam keadaan sepi

Makna dari point ini adalah, seseorang yang selalu melakukan amalan kebajikan tatkala ia berada dihadapan orang lain, akan tetapi ketika ia sedang sendiri, maka ia melakukan perbuatan yang dilarang Allah SWT.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majjah, Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:

โ€œSungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari ummatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih, lantas Allah menjadikannya sia-sia.โ€ Tsauban berkata; โ€œWahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka kepada kami, dan jelaskanlah tentang mereka kepada kami, supaya kami tidak menjadi seperti mereka sementara kami tidak mengetahuinya.โ€ Beliau bersabda: โ€œSesungguhnya mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian mengerjakannya, tetapi mereka adalah kaum yang jika menyepi (tidak ada orang lain yang melihatnya) dengan apa-apa yang di haramkan Allah, maka mereka terus (segera) melanggarnya.โ€

  1. Membenci Al-Qurโ€™an

Allah SWT telah berfirman :

ุฐูŽู„ููƒูŽ ุจูุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุฑูู‡ููˆุง ู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ููŽุฃูŽุญู’ุจูŽุทูŽ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽู‡ูู…ู’

Artinya:

โ€œYang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qurโ€™an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.โ€ (QS. Muhammad ayat 9)

  1. Mendatangi dukun dan paranormal

Dukun atau paranormal merupakan golongan pelayan setan. Dan jika seseorang yang mengunjungi mereka, maka Allah tidak akan menerima amal ibadah yang ia kerjakan. Sebagaimana sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya:

โ€œBarangsiapa mendatangi tukang ramal kemudian menanyakan tentang sesuatu, maka tidak diterima darinya shalat selama 40 hari.โ€ (HR. Muslim)

(baca juga: hukum bersumpah selain Allah)

  1. Memelihara hewan peliharaan seperti anjing dengan tujuan selain untuk menjaga kebun dan ternak

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Sholallahu Alaihi Wassalam yang artinya:

โ€œBarangsiapa memelihara anjing, maka akan berkurang amalannya setiap hari sebear satu qiroth (dalam riwayat lain dua qiroth), kecuali anjing untuk menjaga kebun atau anjing penjaga ternak.โ€ (HR. Muslim)

  1. Durhaka terhadap orang tua

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah berkata:

โ€œTiga golongan yang Allah tidak akan terima dari mereka penolakan atau penebusan yaitu orang yang durhaka kepada kedua orang tua, pengungkit pemberian, dan pendusta takdir.โ€

  1. Mendustakan takdir

Hal ini sebagaimana sabda Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pada point 14 di atas. Selain itu, dalam hadist yang lain Beliau Sholallahu Alaihi Wassalam juga bersabda:

โ€œKalau seandainya Allah mengadzab penduduk langit dan bumi niscaya dia akan mengadzabnya sedang Dia tidak sedikit pun berbuat dzalim terhadap mereka, dan seandainya Dia merahmati mereka niscaya rahmat-Nya lebih baik dari amalan-amalan mereka. Seandainya seseorang menginfaqkan emas di jalan Allah sebesar Gunung Uhud, tidaklah Allah akan menerima infaq tersebut darimu sampai engkau beriman dengan takdir, dan ketahuilah bahwa apa yang (ditakdirkan) menimpamu tidak akan menyelisihimu, sedang apa yang (ditakdirkan) tidak menimpamu maka tida akan menimpamu, kalau seandainya engkau mati dalam keadaan mengimanai selalin ini (tidak beriman dengan takdir), niscaya engkau masuk neraka.โ€ ย (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *