15 Keutamaan Ibu Menyusui dalam Islam

Salah satu kodrat alami dan anugrah bagi wanita ialah hamil, melahirkan, dna menyusui yang merupakan lanjutan dari keutamaan wanita hamil. Menyusui adalah anugrah yang diberikan Allah dimana tidak semua wanita bisa mengalaminya, bagi beberapa wnaita, terkadang terdapat halangan dalam menyusui misalnya karena masalah kesehatan,

harus bekerja, dsb sehingga terkadang timbul kesedihan yang dalam karena tidak bisa memebrikan air susu yang berharga bagi bayinya, sebab itu, setiap wanita yang menyusui harus bersyukur memiliki keutamaan menikah bagi wanita dan mengetahui 15 Keutamaan Ibu Menyusui dalam Islam berikut sehingga selalu semangat dalam memberi yang terbaik untuk anaknya. yuk sobat simak selengkapnya.

1. Kebahagiaan Utama bagi Bayi

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian.

Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” [QS al-Baqoroh : 233]

2. Pahala Dinilai Tiap Tetes Air Susu

“…Tak ada seorangpun perempuan yang hamil dari suaminya, kecuali ia berada dalam naungan Allah azza wa jalla, sampai ia merasakan sakit karena melahirkan, dan setiap rasa sakit yang ia rasakan pahalanya seperti memerdekakan seorang budak yang mukmin. Jika ia telah melahirkan anaknya dan menyusuinya, maka tak ada setetes pun air susu yang diisap oleh anaknya kecuali ia akan menjadi cahaya yang memancar di hadapannya kelak di hari kiamat,

yang menakjubkan setiap orang yang melihatnya dari umat terdahulu hingga yang belakangan. Selain itu ia dicatat sebagai seorang yang berpuasa, dan sekiranya puasa itu tanpa berbuka niscaya pahalanya dicatat seperti pahala puasa dan qiyamul layl sepanjang masa. Ketika ia menyapih anaknya Allah Yang Maha Agung sebutan-Nya berfirman: ‘Wahai perempuan, Aku telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu, maka perbaruilah amalmu’.” (Mustadrak Al-Wasail 2: bab 47, hlm 623)

3. Memiliki Gizi yang Terbaik

Jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya…” (QS. At-Thalaq: 6). Nah sobat, jika kesulitan menyusui, boleh disusukan wnaita lain yang baik yang islam ya sobat, sehingga gizi bayi tetap terpenuhi agar terhindar dari kejahatan orang tua terhadap anak.

4.Menjadi Wanita dan Istri yang Sempurna

“Syaikhul Islam Ibnu taimiyah menegaskan, ‘Bahkan jika si ibu masih menjadi istri dari suaminya, si ibu wajib menyusui anaknya’ dan apa yang disampaikan oleh Syaikhul islam adalah pendapat yang benar. Kecuali jika si ibu dan si bapak merelakan untuk disusukan orang lain, hukumnya boleh. Namun jika suami menyuruh: ‘Tidak boleh ada yang menyusuinya kecuali kamu’ maka wajib bagi istri untuk menyusuinya.

Meskipun ada orang lain yang mau menyusuinya atau meskipun si bayi mau mengkonsumsi susu formula. Selama suami menyuruh, ‘Kamu harus menyusui anak ini’ maka hukumnya wajib bagi istri. Karena suami berkewajiban menanggung nafkah, dan status nafkah – seperti yang telah kami jelaskan – merupakan timbal balik dari ikatan suami istri dan persusuan.” (asy-Syarhul Mumthi’, 13/517) manfaat memiliki banyak anak berhubungan juga dengan keutamaan menyusui ya sobat

5.Pahala Kasih Sayang

Wajib bagi wanita merdeka untuk menyusui anaknya ketika dikhawatirkan anaknya terlantar karena tidak mau minum asi wanita lain atau susu lainnya. Dalam rangka menjaga anak ini dari kematian. Sebagaimana juga ketika tidak dijumpai wanita lain yang bersedia menyusuinya.

Dan si istri berhak mendapatkan upah yang sewajarnya. Namun jika tidak dikhawatirkan si anak terlantar (karena masih mau minum susu lainnya, pen) maka si istri tidak boleh dipaksa. Berdasarkan firman Allah (yang artinya), ” jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya..” (Syarh Muntaha al-Iradat, 3:243) kedudukan anak dalam hukum islam memiliki hak untuk disusui.

6. Ciri Wanita Bertanggung Jawab

Kalian semua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban terhadap bawahan yang kalian pimpin.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Memberikan Kebaikan

Pada hadis lain Imam Muhammad Baqir as berkata, “Mintalah wanita-wanita suci (yang senantiasa dalam keadaan wudhu) untuk menyusui anakmu, karena air susu itu menulari.”

8. Pahala Seperti Memerdekakan Budak

Rasulullah saw bersabda, “Ketika seorang wanita menyusui anaknya, Allah membalas setiap isapan air susu yang diisap anak dengan pahala memerdekakan seorang budak dari keturunan Nabi Ismail, dan manakala wanita itu selesai menyusui anaknya malaikat pun meletakkan tangannya ke atas sisi wanita itu seraya berkata, ‘Mulailah hidup dari baru, karena Allah telah mengampuni semua dosa-dosamu.’”

9. Bermanfaat Besar Bagi Anak

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Tidak ada satu pun susu yang lebih bermanfaat dan lebih sesuai bagi anak dari air susu ibu.

10. Memberi Watak Baik pada Anak

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as berkata, “Sebagaimana untuk menikah engkau berusaha memilih wanita-wanita baik, maka untuk menyusui anakmu pun engkau harus menemukan wanita-wanita yang baik, karena air susu dapat merubah watak.

11. Anjuran Langsung dari Allah

Pendapat yang menegaskan bahwa persusuan tidak menyebabkan mahram jika diberikan setelah dua tahun merupakan riwayat dari Ali, Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Jabir, Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ummu Salamah radhiyallahu ‘anhum. Kemudian Said bin Musayib, Atha, dan mayoritas ulama.” (Tafsir Ibn Katsir, 1:634)

12. Jauh dari Siksa Neraka

Kemudian Malaikat itu mengajakku melanjutkan perjalanan, tiba-tiba aku melihat beberapa wanita yang payudaranya dicabik-cabik ular yang ganas. Aku bertanya: ‘Kenapa mereka?’ Malaikat itu menjawab: ‘Mereka adalah para wanita yang tidak mau menyusui anak-anaknya (tanpa alasan syar’i)’.” (HR. Ibnu Hibban dalam shahihnya 7491]. Wanita yang menyusui tentu jauh dari siksa tersebut ya sobat.

13. Jalan Menjadi Orang Tua Terbaik

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

“Wahai Robb-ku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.” [QS al-Ahqof : 15]

14. Mendapat Balasan Kebaikan Sepanjang Masa

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, danmenyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ [QS Luqman : 14]

15. Warisan Kebaikan untuk Anak Sepanjang Hidupnya

Allah mewasiatkan kepada kalian tentang anak-anak kalian” [QS. an-Nisa’ : 11]

Nah sobat, menyusui sesungguhnya memang kewajiban bagi wanita yang mampu ya sobat, sebab Allah menciptakan air susu ibu tentu untuk anaknya, bagi orang tua yang sesungguhnya bisa menyusui anaknya namun tidak melakukannya karena bukan alasan kesehatan atau alasan yang memang diperbolehkan dalam islam,

maka wanita tersebut berdosa sebab tidak menggunakan rezeki air susu yang diberikan Allah untuk anaknya. Hal ini menjadi pelajaran ya sobat, yakni untuk memberi kasih sayang yang sungguh sungguh kepada anak, jika orang tua menyayangi anak tentu akan memberikan yang terbaik sejak dalam kandungan hingga dewasa,

dalam kandungan menjaga kesehatan dan mendoakan serta melakukan kebiasaan baik, bayi dan anak memberi air susu serta kasih sayang dan kenyamanan, serta dewasa mengarahkan pada hal yang baik dan tidak membebani anaknya misalnya setelah anaknya bekerja orang tua menjadi bermalasan dan memberi beban semua kepada anaknya,

tentu hal itu tidak patut untuk dicontoh ya sobat, bukan hanya anak saja yang bisa berdosa pada orang tua, namun orang tua juga bisa berdosa pada anaknya. Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan berkualitas untuk sobat dan menjadi motivasi untuk memberi kasih sayang serta perawatan terbaik untuk anak anak kita tanpa pamrih dan tanpa mengharap imbalan dari anak sehingga bisa menjadi jalan ke surga ya sobat, InsyaAllah. oke sobat, sampai jumpa di artikel berikutnya, Terima kasih.

Sumber : Dalamislam.com
Mualaf
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.


Posted

in

by

Tags: