15 Larangan di Bulan Dzulhijjah

[ad_1]

Dear sobat pembaca semua.. semoga selalu berada dalam lindungan dan rahmat Allah. Jumpa lagi dengan penulis ya sobat, seperti biasa penulis akan membagikan wawasan mengenai hal hal keseharian dan dihubungkan dengan hukum serta pandangannya dalam islam. Wawasan islami tentunya sangat bermanfaat untuk sobat tak hanya di dunia saja namun juga di akherat. Sebab itu sobat semua jangan sampai lelah membaca informasi terbaru mengenai dunia islam di website dalamislam.com ini. Setuju ya sobat?

Nah sobat, dalam islam tentu ada beragam bulan dan tahun yang memiliki makna sendiri ya sobat? dimana penentuan tersebut berbeda dengan penanggalan umum dan lainnya. Salah satu bulan berdasarkan syariat islam itu sendiri ada yang disebut dengan bulan dzulhijjah, pernahkah sobat mendengar sebelumnya? ya, mungkin sobat pernah mendengar namun belum memahami maknanya.

Secara bahasa, Dzulhijjah terdiri dari dua kata: Dzul  yang artinya pemilik dan Al Hijjah, yang artinya haji. Dinamakan bulan Dzulhijjah, karena orang Arab, sejak zaman jahiliyah, melakukan ibadah haji di bulan ini. Orang Arab melakukan ibadah haji sebagai bentuk pelestarian terhadap ajaran Nabi Ibrahim ‘alaihissallam (Tahdzibul Asma’, 4/156). Dzulhijjah adalah bulan keduabelas dan terakhir dalam penanggalan hijriyah.

Jelas ya sobat mengenai maknanya? lalu ada apa dengan bulan dzulhijjah ini? bulan ini merupakan salah satu bulan yang khusus yakni khusus untuk melakukan amalan di bulan dzulhijjah, namun ada juga larangan yang tak boleh dilakukan. apa saja? yuk simak detailnya dalam uraian berikut, 15 Larangan di Bulan Dzulhijjah.

1. Melakukan Perbuatan Zhalim

asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Rabb kita Ta’ala telah melarang kita untuk menzhalimi diri kita sendiri pada bulan-bulan tersebut. Atas dasar itu Allah melarang dari kezhaliman pada bulan-bulan tersebut secara tersendiri. Jauhilah perbuatan zhalim pada diri sendiri agar kalian beruntung.

Perbuatan zhalim ialah perbuatan yang dilarang di semua hari ya sobat, namun di bulan dzulhijjah dan di keutamaan 10 hari pertama bulan dzulhijjah yang lebih baik dari bulan lainnya dimana amalan mendapat pahala lebih dari Allah, tentu perbuatan zhalim juga mendapat dosa yang lebih besar sebab merupakan wujud tidak adanya agungan atau tidak menghargai bulan tersebut.

2. Memberi Kesusahan pada Orang Lain

Arahkanlah jiwamu untuk mengerjakan sesuatu yang merupakan kebahagiaan dan kebaikan bagi jiwa tersebut serta jauhkan ia dari sesuatu yang merupakan kesengsaraan dan kejelekan baginya.” [Adh-Dhiyaa’ul Laami’ Minal Khuthabil Jawaami’]. Menyengsarakan dan berbuat buruk kepada orang lain adalah perbuatan yang dilarang walaupun itu sepele misalnya meremehkan orang miskin yang senang akan kedatangan hari raya idul adha karena akan ada pembagian daging.

Walaupun terlihat sepele, namun juga termasuk perbuatan dosa besar sebab merupakan wujud kesombongan, mungkin orang tersebut merasa mampu dan merasa sudah terbiasa makan daging hingga meremehkan orang yang lebih miskin tersebut. Tentu tindakan tersebut tidak disukai Allah dan dosa besar walaupun ada yang menganggap sebagai sesuatu yang sepele, jadi berhati hati ya soba, jangan menyepelekan dosa yang sobat kira sekecil apapun sebab bisa jadi itu yang membawa ke neraka.

3. Melewatkan Kesempatan Beramal Shalih

“Demi waktu fajr. Dan malam yang sepuluh.” (Qs. Al-Fajr: 1-2). Setidaknya walaupun tidak melakukan amalan yang inti seperti haji atau qurban karena memang belum mampu, tentu jauh lebih baik untuk mengisi dengan yang bermanfaat seperti keutamaan dzikir pagi dan petang dan sedekah semampunya ya sobat, jika lewat begitu saja tanpa diisi amal baik tentu merupakan kesia siaan dimana sudah jelas terdapat manfaatnya yang besar dan pahalanya yang luar biasa.

4. Meremehkan Amalan Sunnah

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu sengaja keluar menuju pasar selama 10 hari pertama Dzulhijjah untuk bertakbir, sehingga orang-orang bertakbir karena mendengar takbirnya mereka berdua. (Shahih Al Bukhari). Walaupun menyebut asma Allah, namun begitu istimewa ya sobat, jika ada yang meremehkan terlebih menghina maka baginya adalah dosa besar dan seperti perbuatan orang orang kafir atau syetan yang selalu menukai manusia berada dalam kesesatan dan tidak melakukan keutamaan dzikir setelah shalat.

5. Tidak Memperbanyak Doa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik do’a adalah do’a di hari Arafah. (HR. At Tirmidzi. Al Albany berkata : Shahih). Tentu sebagai umat muslim yang lemah tak boleh sombong dengan lupa berdoa kepada Allah, minim dalam berdoa termasuk dosa karena merasa sombong dan melupakan kodrat sebagai manusia yang lemah dan tidak menjalankan cara agar tidak terkena penyakit hati.

6. Memotong Kuku bagi yang Ber-udhhiyah

”Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan di antara kalian ingin berkurban maka janganlah dia mengambil (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim). Tidak boleh memotong kuku hanya bagi yang berqurban ya sobat, agar amalan diterima sempurna, namun bagi yang lain diperbolehkan.

7. Memotong Rambut bagi yang Qurban

Apabila engkau telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan di antara kalian ingin berkurban maka janganlah dia mengambil (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim). Memotong rambut juga dilarang bagi yang berqurban, namun bagi yang lain bukan masalah dan tetap diperbolehkan.

8. Mencukur Rambut Seluruh Tubuh bagi yang Qurban

Jika kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang dari kalian ingin ber-Udhhiyah, maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya.” (HR. Muslim no. 1977). Nah sobat, rambut yang tidak boleh dipotong bukan hanya di kepala saja namun semuanya, misal lelaki yang berjenggot dsb juga dilarang untuk mencukur, itu berlaku untuk lelaki dan wanita yang berqurban.

9. Tidak Menjalankan Aturan dalam Ber-udhhiyah

Ulama Syafi’iyah mengatakan bahwa, dengan tidak dipotongnya rambut dan kuku maka anggota badan yang terbebas dari api neraka semakin sempurna.Asy-Syaukani menjelaskan, “Hikmah larangan tersebut, agar balasan berupa terhindarnya badan dari api neraka tetap sempurna. (Nailul Authar, 5/133). Larangan tidak boleh memotong kuku dan rambut harus diikuti ya sobat, sehingga amalan sempurna dan tidak menimbulkan dosa.

10. Riya dalam Beramal

Sesuatu yang aku khawatrikan menimpa kalian adalah perbuatan syirik asghar. Ketika beliau ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab: ‘(contohnya) adalah riya. Bagi yang mapu tentu sangat baik jika berqurban dengan niat karena Allah dan memberi kebahagiaan bagi orang lain ya sobat, jika niatya riya seperti ingin dianggap kaya dan mampu maka baginya justu perbuatan dosa.

11. Tidak Mandi Sebelum Shalat Idul Adha

Seorang lelaki bertanya kepada Ali radhiallahu’anhu tentang mandi, ia menjawab: ‘Mandilah setiap hari jika engkau mau’. Lelaki tadi berkata: ‘bukan itu, tapi mandi yang benar-benar mandi’. Ali menjawab: ‘Mandi di hari Jum’at, Idul Fitri, Idul Adha dan hari Arafah’” (HR. Al Baihaqi). Tentu sebelum shalat idul ahda harus mandi dulu ya sobat, sebagai bentuk pengagungan dan menghargai hari raya.

12. Tidak Berqurban bagi yang Mampu

Dan sesungguhnya darah tersebut akan sampai kepada Allah ‘Azza Wa Jalla sebelum jatuh ke tanah, maka perbaguslah jiwa kalian dengannya.” (HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, Al-Hakim). Bagi yang mendapat rezeki lebih dari Allah namun tidak mau berqurban, maka baginya dosa ya sobat, sebab tidak menggunakan hartanya dengan benar dan tidak berbagai harta titipan yang dimilikinya kepada orang lain yang lebih mmebutuhkan.

13. Menjauhi Amal Sunnah tanpa Uzur

“Nabi Shallallahu’alahi Wasallam mengirim surat kepada Amr bin Hazm ketika ia di Najran agar ia menyegerakan shalat Idul Adha”(HR. Al Baihaqi). Shalat idul adha memang bukan ibadah wajib ya sobat, namun jika sengaja tidak melakukan misalnya karena malas dsb maka juga akan menimbulkan dosa sebab tidak ikut melakukan apa yang disunnahkan dan apa yang menjadi salah satu kebaikan di bulan dzulhijjah.

14. Tidak Membagi Hasil Qurban dengan Adil

Ketika membagi daging qurban, tentu sudah ada aturan aturan yang ditetapkan dalam syariat islam ya sobat, hal itu harus dilaksanakan sebab untuk mendapatkan amal ibadah yang sempurna dan memberi kebahagiaan yang merata kepada setiap umat muslim, jika dibagikan tidak merata seperti lebih mementingkan kalangan tertentu maka dapat menjadi jalan perbuatan dosa sebab telah melanggar ketentuan.

15.Meragukan Keutamaan Bulan Dzulhijjah

Tentu banyak firman Allah dan hadist yang membahas mengenai keutamaan bulan dzulhijjah termasuk amalan apa saja yang disunnahkan dan larangan apa yang harus dijauhi, bagi umat muslim yang meragukan, tidak percaya, atau bahkan meremehkannya tandanya ia telah berbuat dosa ya sobat, sebab tidak percaya dengan apa yang telah diatur oleh Allah dan ditulis jelas dalam firmanNya.

Demikian yang dapat disampaikan penulis kepada sobat sobat pembaca semua, semoga menjadi wawasan bermanfaat dan pengetahuan islami yang berkah serta dapat menjadi bahan motivasi agar larangan tersebut tidak dilakukan dalam rutinitas sehari hari sobat. Terima kasih. Wassalamualaikum wr wb.

[ad_2]

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

Avatar

Written by dalamislam