2 Perbedaan Mukmin dan Muslim yang Harus dipahami _*

Menurut pendapat para ulama, istilah mukmin dan muslim jika berdiri sendiri memiliki makna yang sama. Namun sebaliknya, jika kedua kata tersebut disatukan akan memberikan makna yang berbeda. Di manakah perbedaannya?

Berdasarkan Pengertian

Merujuk asal katanya, kata mukmin berasal dari bahasa Arab yaitu aamana-yukminu-iimaanun yang berarti tashdiq atau membenarkan.

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, mukmin umumnya merujuk pada orang yang beriman atau percaya kepada Allah.

Dengan demikian yang dimaksud dengan mukmin atau orang yang beriman adalah orang yang percaya dan membenarkan seluruh ajaran Islam.

Sedangkan kata muslim, berasal dari kata aslama-yuslimu-islam yang berarti menyerahkan diri. Dengan demikian, muslim adalah orang yang tunduk dan berserah diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, muslim umumnya merujuk pada penganut agama Islam.

Berdasarkan Ciri-Ciri

Ciri-ciri mukmin atau ciri-ciri orang yang beriman antara lain sebagai berikut.

  • Orang yang benar-benar beriman dan tauhidnya juga benar, segala perkataan yang keluar dari mulutnya adalah perkataan yang baik dan merupakan kebenaran
  • Orang yang benar-benar beriman akan senantiasa melahirkan amal shaleh yakni amalan yang dibangun atas dasar keikhlasan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
  • Orang yang benar-benar beriman umumnya memiliki akhlak yang mulia yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ala

Adapun seseorang disebut muslim jika memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Beriman kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam arti mengimani keesaan Allah subhanahu wa ta’ala Yang Mahakuasa atas segala sesuatu, mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dalam berbagai macam bentuk ibadah dan tidak menyekutukan-Nya, dan mengimani nama-nama Allah subhanahu wa ta’ala dan sifat-sifat-Nya.
  • Beradab kepada Allah subhanahu wa ta’ala
  • Beradab kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
  • Mencintai para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ahli baitnya dan senantiasa menjaga adab terhadap para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan ahli baitnya,
  • Senatiasa menjaga adab kepada para ahli qira’at, ahli hadits, dan ahli fiqih
  • Senantiasa menjaga adab kepada para pemimpin negara
  • Selalu mendidik diri, mensucikan jiwa, menjalankan segala kebaikan, dan menjauhi keburukan
  • Mengakui dan memenuhi hak kedua orang tua
  • Mengakui dan memenuhi hak-hak anak
  • Senantiasa menjaga adab kepada saudaranya
  • Mengakui adab-adab suami istri
  • Senantiasa menjaga adab kepada kerabat dan famili
  • Mengakui hak-hak yang dimiliki tetangga dan senantiasa menjaga adab kepada tetangga
  • Mengakui hak-hak yang dimiliki setiap muslim dan senantiasa menjaga adab kepada setiap muslim
  • Senantiasa menjaga adab kepada non-muslim
  • Senantiasa menjaga adab kepada hewan
  • Senantiasa menjaga adab dalam majelis
  • Senantiasa menjaga adab-adab syar’i saat makan dan minum
  • Senantiasa menjaga adab bepergian
  • Senantiasa menjaga adab terhadap sifat-sifat fitrah
  • Senantiasa menjaga adab tidur

Wallahu a’lam.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin