2 Tujuan Diturunkan Kitab Taurat yang Harus diketahui

[ad_1]

Mengacu pada sejarah turunnya Kitab Taurat, Nabi Musa ‘alaihis salam menerima Kitab Taurat ketika bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala di bukit Thursina pada abad ke-12 SM.

Kitab Taurat yang diwahyukan kepada Nabi Musa ‘alaihis salam merupakan pedoman sekaligus petunjuk bagi kaum Bani Israil.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Mu’minun ayat 49 sebagai berikut.

“Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa kitab (Taurat) agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.” (QS. Al Mu’minun : 49)

Secara garis besar, tujuan diturunkannya Kitab Taurat di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengajarkan Tauhid

Tujuan diturunkanya Kitab Taurat kepada Nabi Musa ‘alaihis salam adalah sebagai upaya untuk meyakinkan kaum Bani Israil mengenai kebenaran bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah subhanahu wa ta’ala.

Karena itu, mereka diperintahkan untuk hanya beribadah dengan ikhlas kepada Allah, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, kembali pada-Nya, menjadikan-Nya sebagai al-Wakil atau Tuhan yang diserahi urusan, dan selalu bergantung pada-Nya.

Dalam surat Al Israa’ ayat 2 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan Kami berikan kepada Musa, kita (Taurat) dan Kami jadikannya petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), “Janganlah kamu mengambil pelindung selain Aku.”

QS. Al Israa’ : 2

2. Mengajarkan Perintah dan Larangan-Nya

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Mu’minun ayat 49 sebagai berikut.

“Dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepada Musa kitab (Taurat), agar mereka (Bani Israil) mendapat petunjuk.”

QS. Al Mu’minun : 49

Menurut Tafsir Al Qur’an Hidayatul Insan, Kitab Taurat yang diperuntukkan bagi kaum Bani Israil bertujuan agar mereka mengetahui berbagai macam perintah yang harus dilaksanakan dan larangan yang harus dijauhi.

Adapun perintah dan larangan yang termaktub dalam Kitab Taurat adalah sebagai berikut.

  • Perintah untuk menghormati dan mencintai Allah subhanahu wa ta’ala, dengan ketaatan terhadap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
  • Perintah untuk berdzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan penuh rasa hormat.
  • Perintah untuk menghormati kedua orang tua.
  • Perintah untuk menyucikan diri di hari Sabtu.
  • Larangan untuk membunuh sesama manusia.
  • Larangan untuk berbuat keji.
  • Larangan untuk mencuri.
  • Larangan untuk berkata bohong atau bersaksi palsu.
  • Larangan untuk berbuat cabul.
  • Larangan untuk memiliki barang orang lain dengan cara yang tidak halal.

Wallahu a’lam.

[ad_2]

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam