in , ,

4 Cara Mengenal Diri Sendiri Sebelum Mengenal Allah dan Dalilnya _*

Dalam Islam, setiap muslim wajib mengenal Allah Sang Pencipta. Namun sebelum kita mengenal Allah, ada baiknya untuk mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Dengan mengenal diri sendiri, maka kita akan jauh lebih mudah mengenal Allah SWT.

1. Intropeksi diri

Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan untuk melakukan intropeksi diri. Kita harus mengerti apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Rasul bersabda,

n intropeksi diri. Kita harus mengerti apa saja yang telah kita lakukan selama ini. Rasul bersabda,

ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุฎูููู‘ ุงู„ุญูุณูŽุงุจู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุญูŽุงุณูŽุจูŽ ู†ูŽูู’ุณูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง

โ€œSesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya saat hidup di duniaโ€ [HR. Tirmidzi].

2. Mengenal diri zahir

Diri manusia pada dasarnya terdiri dari 2 bagian, yakni diri zahir dan diri batin. Pada diri zahir, kita dapat menyaksikan kebesaran Allah SWT. Kita dapat melihat wujud fisik kita sendiri sebagai pengenalan awal akan diri sendiri. Allah berfirman dalam surat Al-Insan ayat 2,

ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู†ูุทู’ููŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุดูŽุงุฌู ู†ูŽุจู’ุชูŽู„ููŠู‡ู ููŽุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุณูŽู…ููŠุนู‹ุง ุจูŽุตููŠุฑู‹ุง

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.

Allah menciptakan kita dari setetes mani hingga kita menjadi seorang manusia seperti sekarang ini. Kita dapat melihat, mendengar, berbicara, dan bergerak berkat izin dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT.

3. Mengenal diri batin

Diri batin adalah ruh yang ada di dalam diri kita sendiri. Sebelum mengenal Allah, dalam ilmu tasawuf dijelaskan bahwa kita harus bisa mengenal diri kita sendiri. Salah satu cara untuk mengenal diri sendiri adalah melihat ke dalam kalbu kita. Allah berfirman,

ูˆูŽููู‰ ุงูŽู†ู’ููุณููƒูู…ู’ ุงูŽููŽู„ุงูŽ ุชูุจู’ุตูุฑููˆู’ู†ูŽ

Dan di dalam diri kamu apakah kamu tidak memperhatikannya. (az-Zariat: 21)

Rasul sendiri juga menegaskan mengenai sesuatu dalam batin manusia yang harus dilihat dengan baik agar bisa mengenal diri sendiri. Rasul bersabda bahwa Allah berfirman,

ุจูŽู†ูŽูŠู’ุชู ููู‰ ุฌูŽูˆู’ูู ุงูุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู‚ูŽุตู’ุฑู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽุตู’ุฑู ุตูŽุฏู’ุฑู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู„ุตูŽู‘ุฏู’ุฑู ู‚ูŽู„ู’ุจู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู ููุคูŽุงุฏู‹ ูˆูŽููู‰ ุงู„ู’ููุคูŽุงุฏู ุดูŽุบู’ุงูู‹ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ุดูŽู‘ุบูŽุงูู ู„ูŽุจู‹ู‘ุง ูˆูŽููู‰ ู„ูŽุจูู‘ ุณูุฑู‹ู‘ุง ูˆูŽููู‰ ุงู„ุณูู‘ุฑูู‘ ุฃูŽู†ูŽุง (ุงู„ุญุฏูŠุซ ุงู„ู‚ุฏุณู‰)

โ€œAku jadikan dalam rongga anak Adam itu mahligai dan dalam mahligai itu ada dada dan dalam dada itu ada hati (qalbu) namanya dan dalam hati (qalbu) ada mata hati (fuad) dan dalam mata hati (fuad) itu ada penutup mata hati (saghaf) dan dibalik penutup mata hati (saghaf) itu ada nur/cahaya (labban), dan di dalam nur/cahaya (labban) ada rahasia (sirr) dan di dalam rahasia (sirr) itulah Aku kata Allahโ€. (Hadis Qudsi)

Hati atau kalbu yang dimaksud disini adalah hal yang gaib yang memiliki sifat kebaikan dan keburukan di dalamnya dan bergantung pada keimanan kita. Rasul bersabda,

โ€ฆุงูŽู„ุงูŽูˆูŽุงูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ู…ูุฏู’ุบูŽุฉู‹ ุงูุฐูŽุงุตูŽู„ูุญูŽุชู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ูˆูŽุงูุฐูŽุงููŽุณูŽุฏูŽุชู’ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ู ุขู„ุขูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู

โ€œIngatlah bahwa di dalam tubuh itu ada segumpal darah, bila ia telah baik maka baiklah sekalian badan.Dan bila ia rusak, maka rusaklah sekalian badan. Dan bila ia rusak maka binasalah sekalian badan, itulah yang dikatakan hatiโ€.

4. Mengingat tujuan penciptaan

Cara lain untuk mengenal diri sendiri adalah mengingat kembali bahwa tujuan dari manusia diciptakan adalah untuk beriman kepada Allah SWT. Kita diciptakan sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tujuan hidup untuk beribadah hanya kepada Allah SWT.

ูˆูŽุฅูุฐู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ู„ูู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฌูŽุงุนูู„ูู ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ุฎูŽู„ููŠููŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุฃูŽุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽู† ูŠููู’ุณูุฏู ูููŠู‡ูŽุง ูˆูŽูŠูŽุณู’ูููƒู ุงู„ุฏู‘ูู…ูŽุขุกูŽ ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู†ูุณูŽุจู‘ูุญู ุจูุญูŽู…ู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽู†ูู‚ูŽุฏู‘ูุณู ู„ูŽูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ {30} ูˆูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุกูŽุงุฏูŽู…ูŽ ุงู„ุฃูŽุณู’ู…ูŽุขุกูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽุฑูŽุถูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูŽู„ุงูŽุฆููƒูŽุฉู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู†ุจูุฆููˆู†ููŠ ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุขุกู ู‡ูŽุคูู„ุขุกู ุฅูู† ูƒูู†ุชูู… ุตูŽุงุฏูู‚ููŠู†ูŽ {31} ู‚ูŽุงู„ููˆุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ู„ุงูŽ ุนูู„ู’ู…ูŽ ู„ูŽู†ูŽุข ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู…ูŽุง ุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู {32} ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุขุกูŽุงุฏูŽู…ู ุฃูŽู†ุจูุฆู’ู‡ูู… ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุขุฆูู‡ูู…ู’ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุข ุฃูŽู†ุจูŽุฃูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุขุฆูู‡ูู…ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุฃูŽู‚ูู„ ู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุบูŽูŠู’ุจูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุชูุจู’ุฏููˆู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ูƒูู†ุชูู…ู’ ุชูŽูƒู’ุชูู…ููˆู†ูŽ {33}

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat : โ€œSesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi.โ€ Mereka berkata : โ€œApakah Engkau hendak menjadikan di bumi itu siapa yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?โ€ Allah berfirman : โ€œSesungguhnya Aku me-ngetahui apa yang tidak Engkau ketahui.โ€ย  Dia mengajar kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian memaparkannya kepada para malaikat, lalu berfirman : โ€œSebutkanlah kepadaKu nama-nama benda itu, jika kamu โ€˜orang-orangโ€™ yang benar.โ€ Mereka berkata : โ€œMaha suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.โ€ Allah berfirman : โ€œHai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini !โ€ Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman : โ€œBukankah sudah Aku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan?โ€ ( Al-Baqarah/2 : 30-33 )

Itulah beberapa cara untuk mengenal diri sendiri sebelum mengenal Allah. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga bermanfaat dan semakin menambah keimanan kita pada Allah SWT. Aamiin.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *