4 Janji Allah Bagi Orang yang Bertakwa _* PZ7

Alquran merupakan sumber utama dalam ajaran islam, bagaikan mata air yang memancar ditengah gurun pasir yang gersang kemudian membasahi bumi sehingga menjadi suburlah tanah tersebut. Alquran mengandung seluruh ajaran yang ada dalam islam, teridiri dari akidah, ibadah (hubungan manusia dengan Allah), muamalah (hubungan manusia dengan manusia), hukum, akhlak, sejarah, juga ilmu pengetahuan.

Agama islam merupakan jalan hidup yang sempurna, menyempurnakan ajaran-ajarang yang datang sebelumnya, diantaranya ajaran nabi Musa dengan kitab yang dibawanya bernama Taurat, Nabi Daud dengan kitab Zabur nya, Nabi Isa dengan Injil nya, dan Nabi Muhammad pembawa Alquran yang mulia. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya agama yang dirdhai disisi Allah adalah islam. Tidak ada berselisih orang-orang yang telah diberi kitab kecuali sesudah datang penegtahuan kepada mereka, karena kedengkian yang ada diantara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisabnya” (QS. Ali-Imran: 19).

Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad melalui malaikat jibril banyak mengandung pokok-pokok akidah, akhlak, dan prinsip-prinsip perbuatan. Perhatian ajaran islam tentang pembinaan akhlak dapat dilihat dari banyaknya kandunga Alquran yang membahas bagaimana melakukan kebaikan, menyuruh berbuat baik dan mencegah kejahatan (amar ma’ruf dan nahi munkar), menyeru untuk berbuat adil. Tentu saja tidak mudah bagi manusia untuk mengikuti apa yang diperintahkan Allah demi mendapatkan derajat yang tinggi di sisinya, tanpa mengetahui terlebih dahulu tentang hakikat ajaran itu sendiri.

Para ulama sufi menguraiakan salah satu ajaran yang disukai oleh Allah yang dam istilah ayat-ayat Alquran disebut dengan inna Allah yuhibbu, Dengan merujuk kembali kepada Alquran, paling tidak kita akn mendaptkan gambaran tentang apa yang disukainya dan ada juga Allah dengan tegas menyebut cintanya kepada orang-orang yang memiliki sifat tersebut. Sifat-sifat tertentu yang disebutkan dalam Alquran yaitu orang-orang yang berbuat baik (al-muhsinin), orang-orang yang berbuat adil (al-Muqsithin), orang-orang bertakwa (al-Muttaqin) dan sifat yang lain yang Allah tegaskan dengan kalimat Sesungguhnya Allah mencintai atau menyukai mereka.

Orang-orang yang bertakwa yang menjadi salah satu sifat hamba Allah yang dicintai tentu akan banyak sekali kelebihan atau ganjaran yang akan mereka terima diantaranya:

1. Dimudahkan urusan Rezeki

Banyak diantara kita mengartikan rezeki itu hanya sebatas uang atau materi saja, namun kesehatan, umur, kemudahan urusan itu semua merupakan rezeki yang tidak tenilai dari Allah, Allah SWT berfirman “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bartawakal kepada Allah, nisacaya allah akan mencukupkan keperluannya…” (QS. At Talaq: 2-3)

2. Dimudahkan Segala urusan

Banyak diantara kita mengartikan rezeki itu hanya sebatas uang atau materi saja, namun kesehatan, umur, kemudahan urusan itu semua merupakan rezeki yang tidak tenilai dari Allah, Allah SWT berfirman “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bartawakal kepada Allah, nisacaya allah akan mencukupkan keperluannya…” (QS. At Talaq: 2-3)

3. Dimudahkan Segala urusan

Janji Allah yang lain bagi mereka yang bertakwa adalah dimudahkan segala urusan, mungkin saat ini banyak msalah di kantor, di keluarga, sekolah dan lainnya sebagaianya, maka perlu diingat segala setelah kesusahan pasti akan timbul kemudahan “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya” (QS At-Talaq: 4), Tidak perlu risau ataupun takut dengan ikhtiar dan tawakkal kapada Allah niscaya yang susah akan dimudahkan

4. Dihapus dosa dan dilipat gandakan Amal

Tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan atau ke khilafan, bahkan sekelas nabi pernah melakukan salah, nabi Adam AS contohnya ia pernah melanggar satu larangan Allah dengan memakan buah khuldi di Surga, namun setelah itu ia bertaubat kepada Allah juga bertakwa setelahnya “Barangsiapa bertakwa kepada Allaj, niscaya Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipatgandakan pahala baginya”

Menjadi muslim sejati tentu berat, karena balasan yang allah janjikan juga tidak murah. Takwa tentu harus menjadi habbit setiap muslim, dengan melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan Allah, dengan itu semoga kita mendapatkan predikat manusia yang Allah cintai Aamiin.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam