in , ,

4 Perbedaan Nikah Siri dan Nikah Sah yang Harus Dipahami _*

Dengan alasan melaksanakan perintah agama, dua anak manusia, laki-laki dan perempuan, melangsungkan pernikahan baik secara siri maupun pernikahan secara resmi.

Meskipun keduanya sah secara agama, namun ada beberapa perbedaan mendasar antara nikah siri dan nikah sah sebagai berikut.

1. Berdasarkan Pengertian

Nikah siri dalam Islam adalah suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan adanya wali, memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) atas persetujuan kedua belah pihak.

Namun, bagi masyarakat, ada tiga pandangan mengenai nikah siri yaitu sebagai berikut.

  • Pernikahan siri yang dilakukan tanpa adanya wali
  • Pernikahan siri yang sah secara agama namun tidak dicatat oleh negara
  • Pernikahan siri yang dirahasiakan karena pertimbangan tertentu

Adapun yang dimaksud dengan pernikahan sah adalah pernikahan yang dilakukan menurut hukum Islam sesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan dicatat oleh Negara.

2. Berdasarkan Status Hukum

Status hukum nikah siri dalam Islam dikatakan sah apabila dilakukan menurut Hukum Islam.

Namun karena nikah siri tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama maka hukum nikah siri tidak diakui negara.

Adapun status hukum nikah sah adalah sah menurut Hukum Islam dan Hukum Negara karena dilakukan sesuai Hukum Islam dan dicatat oleh Pegawai Pencatat Nikah.

Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1946 jo Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1954.

3. Berdasarkan Proses Pernikahan

Proses nikah siri dilakukan diluar pengawasan Pegawai Pencatat Nikah maka pernikahan tersebut tidak memiliki kekuatan hukum.

Adapun proses pernikahan sah dilangsungkan di hadapan dan di bawah pengawasan Pegawai Pencatat Nikah.

4. Berdasarkan Bukti Pernikahan

Pernikahan siri tidak tercatat oleh negara. Akibatnya, tidak ada bukti pernikahan dalam bentuk Akta Nikah.

Karena tidak ada bukti pernikahan, mereka yang menikah siri harus mengajukan itsbat nikah ke Pengadilan Agama jika nantinya mengalami masalah dalam pernikahan.

Adapun pernikahan sah tercatat oleh negara. Akibatnya, ada bukti pernikahan dalam bentuk Akta Nikah yang dibuat oleh Pegawai Pencatat Nikah.

Wallahu a’lam.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *