5 Cara Menghilangkan Pikiran Negatif dalam Islam

 

Pikiran negatif dalam islam merupakan hal yang harus dihindari oleh setiap orang beriman. Dengan berpikir negatif justru akan memperburuk masalah dan meningkatkan strees yang kamu miliki.

Sumber pikiran negatif sebenarnya berasal dari diri sendiri, sehingga kita harus bisa membuang semua pikiran negatif yang bisa memperburuk keadaan hati kita. Pikiran negatif tersebut disebabkan karena adanya banyak masalah, tekanan, dan stress.

Cara Menghilangkan Pikiran Negatif pada Diri Kita

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi pikiran negatif yang pada diri kita. Untuk mengontrol segala pikiran negatif, kita bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini, yaitu :

1. Perbanyak Bersyukur

Bersyukur dalam Islam atas setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT sekecil apapun itu. Rasa syukur akan memberikan dampak positif bagi diri kita seperti ketenangan hati dan pikiran yang positif.

Pasalnya dengan rasa syukur kita akan mencoba untuk lebih berpikir positif terhadap segala sesuatu. Kita menjadi lebih bisa menerima takdir yang telah diberikan Allah dan hasil yang kita dapatkan dari usaha kita sendiri.

Banyak orang-orang yang terlihat memiliki hidup yang sempurna dan tidak ada kekurangan sedikit apapun malah terjebak dalam kondisi depresi. Bahkan hingga berujung ke bunuh diri, dari situlah kita tahu bahwa rasa syukur dan ketenangan hati akan sangat penting kita miliki.

Seringkali kita lebih banyak memikirkan sesuatu yang tidak kita miliki, tanpa berpikir bahwa Allah SWT telah menurunkan nikmat sedemikian banyak untuk kita. Sesuai dengan firman Allah SWT, yaitu :

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya : “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S Ibrahim (14) : 7).

2. Berpikiran Positif

Dalam kehidupan sehari-hari pola pikir akan sangat berpengaruh pada kualitas hidup kita. Ketika kita berkata positif pada diri sendiri dalam situasi apapun, akan sangat berdampak pada keadaan diri kita.

Tetap berpikiran positif meskipun berada dalam situasi yang sulit akan sangat membantu memperbaiki kondisi kita. Dengan memperbanyak berpikiran positif akan bermanfaat untuk kondisi kesehatan tubuh.

Energi positif juga akan melingkupi diri kita, memberikan kepercayaan, harapan, dan rasa optimisme dalam menjalani kehidupan. Sebagai seorang muslim, berpikir positif merupakan hal yang harus selalu dilakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, yaitu :

اِنْ اَحْسَنْتُمْ اَحْسَنْتُمْ لِاَنْفُسِكُمْ ۗوَاِنْ اَسَأْتُمْ فَلَهَاۗ

Artinya : “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri.”  ( Q.S Al-Isra (17):7)

3. Menahan Diri Dari Perbuatan Negatif

Perbuatan negatif akan berdampak secara langsung pada pemikiran kita, perbuatan yang buruk turut memunculkan pikiran negatif. Seperti sering menyalahkan perbuatan orang lain, sering emosi, tidak bertanggung jawab terhadap segala sesuatu.

Keadaan lingkungan juga turut memengaruhi pola pikir kamu. Faktor lingkungan akan sangat memengaruhi, pasalnya sebagian besar perilaku yang kita miliki berasal dari contoh lingkungan.

Perilaku positif juga menjadi teladan dari Rasulullah SAW yang harus setiap umat muslim. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Quran, yaitu :

 وَمَنْ يَّعْتَصِمْ بِاللّٰهِ فَقَدْ هُدِيَ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ

Artinya : “Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sungguh, dia diberi petunjuk kepada jalan yang lurus (QS. Ali ‘Imran (3): 101).

4. Mencari Teman Yang Baik

Teman menjadi salah satu faktor terbesar yang memengaruhi pemikiran seseorang. Sebagai makhluk sosial yang hidup berdampingan dengan orang lain, kita selalu membutuhkan orang lain untuk berinteraksi.

Dalam Islam, kita selalu ditekankan untuk bergaul dengan orang yang beriman dan taat. Hal itu bukan tanpa alasan, pasalnya teman yang baik akan memberikan dampak yang baik pula dalam diri kita.

Sebagai umat muslim yang taat, kita hanya ditekankan untuk menjauhi pergaulan negatif yang bisa menjerumuskan diri dan pikiran kita. Namun, prinsipnya Islam tidak pernah membedakan semua orang dalam berkomunikasi. Hal itu berlaku untuk kita yang ingin menghindari pikiran negatif dalam diri kita.

Sebagaimana sabda Rasulullah saw, yaitu :

 مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

Artinya : “Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no 2101).

5. Tetap Berusaha Menjadi Pribadi Lebih Baik

Setiap orang yang beriman akan terus berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Pribadi yang lebih baik di sini bukan berarti mengejar kesempurnaan materi yang kita miliki. Melainkan bekal yang cukup untuk menuju ke akhirat.

Pribadi yang baik salah satunya adalah dengan menghilangkan pikiran negatif. Pikiran negatif yang ada pada diri kita akan memunculkan rasa kekhawatiran yang berlebihan tentang masa depan, hal itu akan menimbulkan rasa keraguan terhadap kuasa Allah SWT.

Itulah 5 cara yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan pikiran negatif yang ada pada diri kamu. Berpikiran positif dan percaya terhadap ketetapan Allah SWT merupakan ciri dari seorang muslim yang taat, sebab itu patut mengetahui cara berpikiran positif dalam Islam.

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam