in , ,

5 Manfaat Takjil untuk Berbuka Puasa _*

Istilah Takjil seringkali kita dengar pada saat maupun menjelang Persiapan Puasa Ramadhan. Kebanyakan orang awan beranggapan bahwa takjil merupakan Makanan yang Cocok Saat Buka Puasa, terutama untuk Menu Berbuka Puasa berupa makanan atau minuman yang manis-manis seperti kolak, kurma, es buah, dan lain sebagainya. Benarkah demikian?

Sebenarnya, pengertian takjil dalam ajaran agama islam sangatlah berbeda dengan pengertian takjil yang berada di sebagian benak orang awam  seperti kita ini. Dalam islam, takjil berasal dari kata taโ€™jiilun (ุชูŽุนู’ุฌููŠู’ู„ูŒ ) yang di wakafkan menjadi taโ€™jiil (ุชูŽุนู’ุฌููŠู’ู„ู’ ), dimana kata tersebut berasal dari fiโ€™il madhi ajjala (ุนูŽุฌู‘ูŽู„ูŽ) yang berarti menyegerakan atau mempercepat.(Baca : Hukum Keramas Saat Puasa Ramadhan)

Jadi sekarang sudah tahu kan bahwa takjil bukanlah hidangan untuk berbuka puasa, melainkan kegiatan menyegerakan untuk menyelesaikan ibadah puasa atau membatalkan puasa dengan memakan sesuatu, yaitu ketika Waktu Buka Puasa telah tiba.

Mengingat Puasa Ramadhan adalah salah satu dari kewajiban umat muslim untuk dijalankan dan menjadi bagian dari rukun islam, tentunya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. Mulai dari waktu awal puasa hingga waktu membatalkannya, salah satunya memakan takjil yang benuh dengan berkah. Lalu apa saja hikmah takjil menurut ajaran islam?(Baca : Tips Berpuasa Sambil Bekerja)

  1. Akan selalu berada dalam kebaikan

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ู„ุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงูŽู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุนูŽุฌู‘ูŽู„ููˆุง ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽ

Artinya:

โ€œManusia Senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.โ€ (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Menyegerakan berbuka puasa adalah merupakan sunnah Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam. Jadi, sudah sepantasnyalah kita sebagai umat muslim untuk mengikuti sunnah-sunnah beliau.(Baca : Sunnah Rasul Malam Jumat)

Dari Sahl bin Saโ€™ad radhiyallahu โ€˜anhu, Rosulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda yang artinya:

โ€œUmatku akan terus dalam sunnahku selama mereka tidak menunggu bintang ketika berbuka (puasa).โ€ (HR Ibnu Hibban).

Dan Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda :

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูŠููู’ุทูุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุทูŽุจูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ูŽ ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุฑูุทูŽุจูŽุงุชูŒ ููŽุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽู…ูŽุฑูŽุงุชู ููŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽูƒูู†ู’ ุญูŽุณูŽุง ุญูŽุณูŽูˆูŽุงุชู ู…ูู†ู’ ู…ูŽุงุกู

Artinya:

โ€œBiasanya Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk airโ€ (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud)

Dari kedua hadist di atas sudah jelas bahwasannya Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam selalu menyegerakan untuk berbuka puasa setiap kali beliau berpuasa, dan dalam berbuka puasa beliau memilih untuk berbuka terlebih dahulu dengan memakan kurma, dan jika tidak ada kurma, maka beliau berbuka dengan meneguk air saja. Mengapa demikian?

Baca :

Menyegerakan berbuka puasa adalah sesuai dengan fitrah manusia, dimana mereka ingin segera menghilangkan rasa haus dan lapar setelah seharian berpuasa. Dan kenapa Rasulullah memilih berbuka puasa dengan memakan kurma daripada makanan yang berat-berat?(Baca : Niat Puasa Ganti Ramadhan)

Dalam kitab Kifayatul Akhyar, penulisnya (yaitu Taqiyuddin Al Hushni) menukil sebuah pendapat yang dinyatakan oleh Ar Rauyani yaitu:

ูˆูŽูŠุณู’ุชูŽุญุจ ุฃูŽู† ูŠูู’ุทุฑ ุนู„ู‰ ุชู…ุฑ ูˆูŽุฅูู„ู‘ูŽุง ูุนู„ู‰ ู…ูŽุงุก ู„ู„ู’ุญูŽุฏููŠุซ ูˆูŽู„ูุฃูŽู† ุงู„ุญู„ูˆ ูŠูู‚ูŽูˆูŠ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุงุก ูŠุทู‡ุฑ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽูˆู’ูŠูŽุงู†ููŠู‘ ุฅูู† ู„ู… ูŠุฌุฏ ุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑ ูุนู„ู‰ ุญูู„ู’ูˆ ู„ูุฃูŽู† ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู… ูŠู†ู‚ุต ุงู„ู’ุจูŽุตูŽุฑ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑ ูŠุฑุฏู‡ู ูุงู„ุญู„ูˆ ูููŠ ู…ูŽุนู’ู†ูŽุงู‡ู

Artinya:

โ€œDianjurkan berbuka dengan kurma atau jika tidak ada maka dengan air, berdasarkan hadits ini. karena yang manis-manis itu menguatkan tubuh dan air itu membersihkan tubuh. Ar Rauyani berkata: โ€˜kalau tidak ada kurma maka dengan yang manis-manis. karena puasa itu melemahkan pandangan dan kurma itu menguatkannya, dan yang manis-manis itu semakna dengan kurmaโ€™โ€ (Kifayatul Akhyar, 200)

Pola kuliner dan konsumsi yang telah dicontohkan oleh Rosulullah Sholallahu Alaihi Wassalam tidak hanya membawa dampak pada kesehatan tubuh serta sesuai dengan fitrah manusia saja, akan tetapi juga sebagai bentuk ibadah yang menjadikan Rasulullah sebagai teladan bagi kehidupan umat muslim dalam segala hal.(Baca : Niat Puasa Ganti Ramadhan)

  1. Menjadi pembeda antara umat muslim dengan pemeluk agama lainnya

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam penah bersabda yang artinya:

โ€œAgama Islam akan selalu menang selama para pemeluknya mempercepat berbuka (puasa) karena orang Yahudi dan Nasrani selalu mengakhirkannya.โ€

  1. Allah SWT akan mengabulkan doโ€™a-doโ€™anya

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:

โ€œSesungguhnya orang yang berpuasa tatkala berbuka doanya tidak akan ditolak.โ€ (HR Ibnu Majah)

Dalam hadist yang telah diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam juga pernah bersabda, yang artinya:

 โ€œTiga golongan yang doanya tidak akan ditolak ialah doa pemimpin yang adil, orang yang berpuasa ketika berbuka, dan doa orang yang teraniaya.โ€

  1. Akan menyegarkan badan

Al- Muhallib pernah berkata โ€œHikmah dari menyegerakan berbuka puasa adalah agar orang yang berpuasa itu tidak semakin berat dengan menahan lapar lebih lama. Selain itu, agar badan segar kembali sehingga lebih kuat dalam beribadah di malam hari.โ€

Selain itu, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda, yang artinya:

โ€œRasa dahaga telah hilang, urat kerongkongan telah basah, dan pahala ditetapkan, insya Allah.โ€ (HR. Abu Dawud)

  1. Menjadi golongan orang-orang yang dicintai Allah

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ูˆ ู„ู„ุชุฑู…ุฐูŠ ู…ู† ุญุฏูŠุซ ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ู‚ุงู„ : ((ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ุฃุญุจ ุนุจุงุฏูŠ ุฅู„ูŠ ุฃุนุฌู„ู‡ู… ูุทุฑุง

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu โ€˜anhu dari nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, beliau bersabda,

โ€œAllah โ€˜azza wa jalla berfirman : Hamba yang paling Aku cintai adalah yang paling menyegerakan berbukaโ€ (Hadits ini dihasankan oleh Attirmidzi dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban)

Baca juga :

Kita juga dianjurkan untuk menyediakan hidangan berbuka puasa bagi orang lain, karena hal tersebut juga merupakan suatu amalan yang tentu saja akan mendapatkan balasan dari Allah SWT, yaitu mendapatkan pahala dari Allah SWT.(Baca : Fadhilah Puasa Ramadhan 10 Hari Pertama)

Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam pernah bersabda :

ู…ูŽู† ูุทู‘ูŽุฑ ุตุงุฆู…ุงู‹ ูƒุงู† ู„ู‡ ู…ุซู„ ุฃุฌุฑู‡ ุบูŠุฑ ุฃู†ู‡ ู„ุง ูŠู†ู‚ุต ู…ู† ุฃุฌุฑ ุงู„ุตุงุฆู… ุดูŠุก

Artinya:

โ€œBarangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.โ€

Bisa memberikan makanan berbuka bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa meskipun hanya sebutir kurma atau dengan seteguk air adalah salah satu nikmat dari Allah SWT, dimana Allah telah mensyariatkan hambanya untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan. Hal tersebut seperti firman Allah SWT dalam Al-Qurโ€™an Surat  Al-Baqarah ayat 267 :

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุฃูŽู†ู’ููู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุทูŽูŠูู‘ุจูŽุงุชู ู…ูŽุง ูƒูŽุณูŽุจู’ุชูู…ู’

Artinya:

โ€œHai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik.โ€

Jadi sebagai muslimah yang baik, sudah sepantasnyalah jika ia tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang nantinya dapat mendatangkan dosa baginya. Ingin tampil cantik boleh saja, asalkan tetap dalam koridor syariat agama.

Semoga kita termasuk dalam golongan hamba-Nya yang beriman.

Artikel Terkait :

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings