6 Prinsip Pengelolaan Uang Dalam Islam dan Dalilnya _* MI6

Islam adalah agama yang sempurna dimana setiap aspek kehidupan manusia diatur di dalam Alquran. Bahkan termasuk pula mengenai keuangan. Islam juga mengatur tentang prinsip pengelolaan keuangan yang sesuai dengan hukum Allah. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah 7 prinsip pengelolaan uang dalam Islam:

1. Pendapatan

Islam mengatur tentang pendapatan dalam rumah tangga. Pendapatan yang didapatkan oleh suami haruslah berasal dari sumber yang halal.

ูŠูŽุฏูู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽ ู†ูŽุจููŠู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู… ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ู ู…ูู†ู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูŠูŽุฏูู‡ู)) ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ.

Dari al-Miqdam Radhiyallahu anhu bahwa Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda: โ€œTidaklah seorang (hamba) memakan makanan yang lebih baik dari hasil usaha tangannya (sendiri), dan sungguh Nabi Dawud Alaihissallam makan dari hasil usaha tangannya (sendiri)โ€.

Rasulullah Saw. bersabda: โ€œSesungguhnya Allah itu baik dan hanya menerima yang baik-baik saja.โ€ (HR. Muslim)

Rasรปlullรขh Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda.

ู„ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃุฎูุฐูŽ ุฃุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃุญุจูู„ูŽู‡ู ุซูู…ู‘ูŽ ูŠูŽุฃุชููŠูŽ ุงู„ุฌูŽุจูŽู„ูŽ ุŒ ููŽูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุจุญูุฒู…ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุญูŽุทูŽุจ ุนูŽู„ูŽู‰ ุธูŽู‡ู’ุฑูู‡ู ููŽูŠูŽุจููŠุนูŽู‡ูŽุง ุŒ ููŽูŠูƒููู‘ ุงู„ู„ู‡ู ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽู‡ู ุŒ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุฃู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฃู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุŒ ุฃุนู’ุทูŽูˆู’ู‡ู ุฃูŽูˆู’ ู…ูŽู†ูŽุนููˆู‡ู

โ€œSungguh jika salah seorang dari kalian mengambil tali, lalu pergi ke gunung (untuk mencari kayu bakar), kemudian dia pulang dengan memikul seikat kayu bakar di punggungnya lalu dijual, sehingga dengan itu Allรขh menjaga wajahnya (kehormatannya), maka ini lebih baik dari pada dia meminta-minta kepada manusia, diberi atau ditolak.โ€

Baca juga :

2. Pengeluaran

Nafkah halal yang didapat tadi digunakan untuk keperluan rumah tangga, seperti biaya makan, sekolah, dan lainnya. Namun semua itu tidak boleh melebihi kemampuan dari perolehan pendapatan. Kita dilarang untuk boros dalam penggunaan uang.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ูˆูŽู„ุง ุชูุจูŽุฐู‘ูุฑู’ ุชูŽุจู’ุฐููŠุฑู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑููŠู†ูŽ ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ู

โ€œDan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.โ€ (QS. Al Isroโ€™ [17]: 26-27).

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง ููŽูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุจูุฏููˆู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูุดู’ุฑููƒููˆุง ุจูู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุชูŽุนู’ุชูŽุตูู…ููˆุง ุจูุญูŽุจู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽู…ููŠุนู‹ุง ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽููŽุฑู‘ูŽู‚ููˆุง ูˆูŽูŠูŽูƒู’ุฑูŽู‡ู ู„ูŽูƒูู…ู’ ู‚ููŠู„ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูˆูŽูƒูŽุซู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ุณู‘ูุคูŽุงู„ู ูˆูŽุฅูุถูŽุงุนูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงู„ู

โ€œSesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan (Allah ridla) jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.โ€ (HR. Muslim no.1715)

3. Silaturahim

Dengan hikmah silaturahim, maka jalan rejeki akan lebih luas dan banyak.ย Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Yaโ€™quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad โ€“ ia adalah Az-Zuhriy[4] โ€“ , dari Anas bin Maalikย radliyallaahu โ€˜anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullahย shallallaahu โ€˜alaihi wa sallambersabda :

โ€œBarangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahimโ€ [Shahiih Al-Bukhaariyย no. 2067].

ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุตูŽู‘ู…ูŽุฏู ุจู’ู†ู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซูุŒ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ุจู’ู†ู ู…ูู‡ู’ุฒูŽู…ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ู ุจู’ู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ูุŒ ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽู†ูŽุง ุงู„ู’ู‚ูŽุงุณูู…ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽุŒ ุฃูŽู†ู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง: โ€ ุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูู‘ูู’ู‚ูุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูุนู’ุทููŠูŽ ุญูŽุธูŽู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽุตูู„ูŽุฉู ุงู„ุฑูŽู‘ุญูู…ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ุฎูู„ูู‚ู ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุงู„ู’ุฌููˆูŽุงุฑู ูŠูŽุนู’ู…ูุฑูŽุงู†ู ุงู„ุฏูู‘ูŠูŽุงุฑูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฒููŠุฏูŽุงู†ู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงุฑู โ€

Telah menceritakan kepada kami โ€˜Abdush-Shamad bin โ€˜Abdil-Waarits[5] : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihzam[6], dari โ€˜Abdurrahmaan bin Al-Qaasim[7] : Telah menceritakan kepada kami Al-Qaasim[8], dari โ€˜Aaisyah :

Bahwasannya Nabishallallaahu โ€˜alaihi wa sallamย pernah bersabda kepadanya : โ€œBarangsiapa yang diberikan bagian dari kelemah-lembutan, sungguh ia telah diberikan bagian kebaikan dari dunia dan akhirat. Menyambung silaturahim, akhlaq yang baik, dan bertetangga yang baik akan memakmurkan negeri-negeri dan menambah umur-umurโ€ [Diriwayatkan oleh Ahmad, 6/159].

baca juga:

4. Zakat, Infaq, Sedekah

Dalam Islam, kita mencari rejeki bukan hanya dihabiskan untuk keperluan sehari-hari tapi juga ada hak dari mereka yang tidak mampu di dalamnya. Untuk itulah kita disarankan untuk melakukan zakat dalam Islam, infaq, dan sedekah dalam Islam.

Allah berfirman, โ€œDan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.โ€ (QS. Sabaโ€™ : 39)

Nabi SAW bersabda kepada Zubair bin al- Awwam: โ€œHai Zubair, ketahuilah bahwa kunci rezeki hamba itu dibentangkan di Arsy, yang dikirim oleh Allah azza wajalla kepada setiap hamba sekadar nafkahnya. Maka siapa yang membanyakkan pemberian kepada orang lain, niscaya Allah membanyakkan baginya. Dan siapa yang menyedikitkan, niscaya Allah menyedikitkan baginya.โ€ (HR ad-Daruquthni dari Anas r.a.)

5. Menghindari utang yang tidak perlu

Islam mengajarkan untuk menolong orang dengan memudahkan memberi pinjaman, tapi Islam juga menyarankan untuk tidak melakukan pinjaman jika keperluan tersebut tidak mendesak.

Rasulullah SAW bersabda, โ€œBarangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.โ€ (HR. Ibnu Majah no. 2414)

Nabi SAW biasa berdoโ€™a di akhir shalat (sebelum salam): ALLAHUMMA INNI Aโ€™UDZU BIKA MINAL MAโ€™TSAMI WAL MAGHROM (Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan banyak utang).โ€ย Lalu ada yang berkata kepada beliau SAW,

โ€œKenapa engkau sering meminta perlindungan adalah dalam masalah hutang?โ€ Lalu Rasulullahย SAWย ย bersabda, โ€œJika orang yang berhutang berkata, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.โ€ (HR. Bukhari no. 2397)

Baca juga:

6. Menabung

Islam juga mengajarkan untuk merencanakan masa depan dengan menabung.

Dari Saโ€™id bin Abi Saโ€™id Al-Maqburi rahimahullah:

ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูู…ูŽุฑูŽ ุณูŽุฃูŽู„ูŽ ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุฑู’ุถู ู„ูŽู‡ู ุจูŽุงุนูŽู‡ูŽุง ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู : ุงุญู’ุฑูุฒู’ ู…ูŽุงู„ูŽูƒ ุŒ ูˆูŽุงุญู’ููุฑู’ ู„ูŽู‡ู ุชูŽุญู’ุชูŽ ููุฑูŽุงุดู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชููƒูŽ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ : ูŠูŽุง ุฃูŽู…ููŠุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุŒ ุฃูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจููƒูŽู†ู’ุฒู ุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุจููƒูŽู†ู’ุฒู ู…ูŽุง ุฃูุฏู‘ููŠูŽ ุฒูŽูƒูŽุงุชูู‡ู

โ€œBahwa Umar bertanya kepada seseorang tentang tanah yang telah ia jual. Beliau berpesan kepadanya: โ€œJagalah (simpanlah) hartamu (dari penjualan tanah tersebut, pen)! Galilah (tanah untuk menyimpan, pen) harta itu di bawah permadani (tempat tidur) istrimu!โ€ย 

Ia bertanya: โ€œWahai Amirul Mukminin! Apakah perbuatan itu tidak terkena ancaman menimbun harta?โ€ Beliau menjawab: โ€œTidaklah termasuk menimbun, jika dikeluarkan zakatnya.โ€ (Atsar riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya: 10618 (3/190) dari Ibnu Uyainah dari Muhammad bin Ajlan dari Saโ€™id bin Abi Saโ€™id)

Itulah 6 prinsip pengelolaan uang dalam Islam. Demikianlah artikel yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua dan menambah pengetahuan tentang rejeki yang baik. Aamiin.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam