Alasan Nabi Ibrahim Menghancurkan Berhala Dalam Islam _*

Nabi Ibrahim As dikenal sebagai salah satu nabi yang mendapat hidayah dari Allah swt saat masih kecil. Ia adalah ke kasih Allah Swt Dan mendapat julukan sebagai bapak para nabi.

Ia mempunyai tugas berdakwah kepada orang tuanya sendiri Dan penduduk Damaskus yang senang menyembah bintang Dan berhala. Nabi Ibrahim As pertama kali berdakwah kepada bapaknya.

Saat itu ayahnya ,azar adalah seorang pembuat Dan penyembah berhala. Suatu hari dikisahkan Nabi Ibrahim As melihat bapaknya sedang membuat berhala.

Ia lalu bertanya, “Dari apart tuhan-tuhan dicipta kan? ” Bapaknya menjawab. “Ini dari kayu-kayu pelepah kurma, itu dari zaitun, Dan berhala kecil itu dari gading.

Lihatlah alangkah indahnya. Hanya saja,ia tidak memiliki napas. ” Ibrahim berkata, ” jika para Tuhan itu tidak memiliki napas maka bagaimana mereka dapat memberikan napas? Bila mereka tidak memiliki kehidupan, bagaimana mereka memberikan kehidupan? Wahai ayahku, pasti mereka bukan Allah”.

Suatu hari, para penyembah berhala menggelar hari raya. Mereka membuat makanan didepan berhala itu.

Mereka kemudian berdoa disana. Azar mengajak Ibrahim, namun Ia menolak. Nabi Ibrahim as kemudian berencana membuat tipu daya. Ia pergi diam-diam ke lapangan tempat para berhala berjejer.

Ia lalu menghancurkan semua berhala kecil dam menyisahkan patung terbesar. Ia meletakkan kapak ditangan patung terbesar itu.

Mengetahui patung-patung rusak, Ibrahim pin dicari karena dirinyalah yang menentang penyembahan berhala. Namun, Ibrahim berkata bahwa patung yang paling besarlah pelakunya.

Ia pun menentang kaum nya untuk bertanya ke patung paling besar itu. Kaum nya pun diam Dan menyadari bahwa patungnya tidak bisa bicara. Mendengar itu kaum Ibrahim marah. Mereka tidak Mau berdebat Dan membuat bangunan untuk membakar ibrahim.

Ibrahim pun berkata ” cukup Allah SWT untuk pelindung kami”. Maka tunlah mukjizat hujan yang lebat, Dan turunlah malaikat jibril mengusap keringat Ibrahim.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

What do you think?