Amalan di Bulan Rajab Beserta Dalilnya

[ad_1]

Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram dalam Islam. Disebut demikian karena orang-orang di masa jahiliyah mengagungkan dan memuliakan bulan ini dengan mengharamkan berperang di bulan tersebut.

Mengenai keutamaan bulan Rajab, Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 36 sebagai berikut.

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.” (QS. At-Taubah : 36).

Beberapa amalan yang sering dilakukan umat Islam di bulan Rajab di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Puasa

Para ulama sejatinya tidak satu suara mengenai hukum puasa di bulan Rajab.

Sebagian ada yang menghukuminya dengan bid’ah, sebagian berpendapat hukumnya makruh, dan sebagian lainnya berpendapat hukumnya sunnah.

Hukum puasa dalam bulan Rajab adalah bid’ah sehingga harus ditinggalkan karena tidak ada hadits shahih yang menjadi landasannya merupakan fatwa para ulama kontemporer.

Salah Satu fatwa yang dimaksud adalah fatwa Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ketika ditanya tentang puasa di tanggal 8 dan 27 Rajab.

“Mengkhususkan hari-hari itu dengan puasa adalah bid’ah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiak pernah berpuasa pada tanggal 8 dan 27 Rajab, tidak memerintahkannya dan tidak mentaqrirnya. Maka hukumnya bid’ah.” (Fatawa Nurun ‘ala Ad-Darbi)

Puasa di bulan Rajab hukumnya makruh merupakan pendapat yang dinyatakan oleh sebagian para ulama salaf, utamanya mazhab Al-Hanabilah.

Salah satu fatwa yang dimaksud adalah fatwa Al-Mardawi tentang puasa sebulan penuh di bulan Rajab.

“Pendapatnya mengkhususkan puasa Rajab (sebulan penuh) hukumnya makruh. Itulah pendapat mazhab dan para pendukungnya.” (Al-Insaf)

Hukum puasa dalam bulan Rajab adalah sunnah merupakan pendapat sebagian besar ulama di luar mazhab Al-Hanabilah.

Ada dua hujjah yang mendasari pendapat ini yaitu hadits yang menganjurkan berpuasa sunnah dan hadits yang menganjurkan berpuasa di bulan-bulan haram.

Yang perlu diperhatikan adalah berpuasa dengan tidak mengkhususkan hari atau tanggal tertentu di bulan Rajab.

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Abdullah bin Harits yang bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tentang puasa sunnah.“Berpuasalah kamu di bulan kesabaran (Ramadhan), kemudian berpuasalah 3 hari setelahnya, dan kemudian puasalah pada bulan-bulan haram.” (HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

2. Meninggalkan perbuatan maksiat dan memperbanyak beramal shalih

Di bulan Rajab dan bulan-bulan haram lainnya dilarang melakukan perbuatan maksiat. Larangan berbuat maksiat di bulan haram termasuk Rajab, Allah berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 2 sebagai berikut.

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar kesucian Allah dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-yu, dan binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Maidah : 2)

3. Memperbanyak dzikir

Amalan sunnah dalam bulan Rajab lainnya adalah memperbanyak dzikir yang tidak terbatas pada bacaan tertentu.

Termasuk dzikir adalah seluruh ketaatan kepada Allah SWT seperti berdoa, membaca Al-Qur’an, bertafakur, dan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Imam Nawawi berkata,

“Ketahuilah bahwa keutamaan dzikir tidak terbatas pada tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan semisalnya, bahkan semua yang melakukan amalan karena Allah dengan ketaatan kepada Allah, dia berdzikir kepada Allah, demikian yang dikatakan oleh Said bin Zubair dan ulama selain beliau.”

4. Bertaubat dan beristighfar

Salah satu makna bulan Rajab dalam Islam adalah bulan yang sangat baik untuk bertaubat dan beristighfar.

Karena itu, amalan yang dapat dilakukan di bulan Rajab adalah bertaubat dan beristighfar dari segala dosa yang telah dilakukan. Allah berfirman dalam surat At-Tahrim ayat 8 sebagai berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya … “ (QS. At-Tahrim : 8)

Itulah amalan-amalan yang dapat dilakukan di bulan Rajab.

Meskipun beberapa hadits terkait puasa dan amalan lainnya di bulan Rajab dianggap dha’if dan maudu’, namun di bulan Rajab selayaknya kita tetap melakukan bermacam-macam amal shaleh yang dilakukan setiap hari.

Adapun tingkat intensitas amalan dapat lebih ditingkatkan sebagai bentuk persiapan menghadapi bulan Ramadhan, bulan penuh berkah.

[ad_2]

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

Avatar

Written by dalamislam