Apakah Ijab Kabul Tanpa Berwudhu Sah? _*

BincangSyariah.com – Sahkah ijab kabul tanpa berwudhu ? Perlu diketahui bahwa akad nikah merupakan ikatan syar’i antara pasangan suami istri. Melalui akad nikah telah mengubah hukum berbagai pihak. Menjadikan yang halal menjadi haram. Karena itu, Allah SWT menyebutnya sebagai ikatan mitsaqan ghalizan, artinya ikatan yang kuat.

وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

“Mereka (para wanita itu) telah mengambil perjanjian yang kuat dari kalian.” (QS an-Nisa’: 21)

Dengan akad nikah, pasangan tersebut telah mengikat perjanjian seiya-sekata untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Oleh karena itu, akad nikah merupakan suatu prosesi yang sakral. Karena saat akad nikah ada ijab kabul, artinya penyerahan tanggung jawab dari pihak wanita (calon istri) kepada laki-laki (calon suami). Karena prosesinya yang sakral itu, ada yang beranggapan bahwa dalam ijab kabul mesti dalam keadaan suci. Lalu bagaimana Islam memandang hal demikian?

Ijab kabul dalam pernikahan tidak termasuk ibadah yang besifat mahdah. Tidak seperti salat dan tawaf saat haji yang mengharuskan untuk suci dari hadas kecil dan besar.

Tidak ditemukan syarat sah dalam ijab kabul itu mesti dalam keadaan suci. Juga tidak ada syarat harus membaca dua kalimat syahadatJuga tidak ada ketentuan harus menghadap kiblat, atau harus dilakukan di dalam masjid. Dan tidak harus dilangsungkan pada hari Jumat dan seterusnya.

Secara umum, ijab kabul adalah akad atas suatu transaksi. Syarat-syaratnya memang ada dan telah didefinisikan oleh para ulama. Di antaranyayang bersangkutan beragama Islam, sudah baligh, dan yang pasti harus orang yang berakal. Tidak ditemukan seseorang harus dalam keadaan suci atau dalam keadaan berwudu ketika melakukan akad nikah.

Lalu, bagaimana jika praktek seperti itu masih terjadi di masyarakat? Jika memang seperti itu yang dilakukan kebanyakan orang, sebenarnya semua itu hukumnya hanya sunah atau fadhilah saja. Misalnya akad dilakukan di masjid, ini sebuah hal yang baik saja. Dan memang dahulu Rasulullah Saw diriwayatkan pernah menikahkan sahabat di masjid. Tapi bukan berarti sebuah pernikahan tidak sah kalau tidak dilakukan di dalam masjid. Begitu juga dengan baca dua kalimat syahadat.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?