Biasa Saja Indonesia Lolos Kualifikasi Piala Asia 2023 _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Tempik sorak suporter Timnas Indonesia begitu bising dari kursi penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang waktu itu masih berupa bangku panjang.

Fan skuad Garuda yang mayoritas mengenakan pakaian berwarna putih, serupa jersey yang dipakai Ponaryo Astaman dan kawan-kawan saat menghadapi timnas Korea Selatan di Piala Asia.

Harapan meraih poin guna memastikan lolos ke babak perempat final Piala Asia 2007 sirna seiring kegagalan mencetak gol ke gawang lawan. Justru skor menunjukkan angka 0-1. Korsel menang berkat gol tunggal Kim Jung Woo ke gawang Markus Horison.

Itulah pertandingan terakhir Timnas Indonesia di putaran final Piala Asia, yang terjadi ketika Egy Maulana Vikri masih 7 tahun. Setelah era tersebut, tim Merah Putih selalu kandas di babak kualifikasi.

Malam tadi, Senin (11/10), Egy membuka gol kemenangan Timnas Indonesia atas Taiwan pada leg kedua playoff kualifikasi Piala Asia 2023.

Sebuah sepakan kaki kiri bagian dalam yang membuat bola melintas dengan melengkung tak dapat dihalau kiper Shin Shin An lantaran ada pengaruh dari gerakan Dedik Setiawan yang berupaya menyundul bola.

Egy menambah keunggulan agregat Indonesia atas Taiwan, sebelum gol dari Ricky Kambuaya dan Witan Sulaeman turut menegaskan kemenangan menjadi 5-1.

Menundukkan Taiwan, Indonesia melaju ke kualifikasi Piala Asia 2023. Fase yang selama ini sebenarnya tidak asing kiprah timnas semenjak tampil di Piala Asia 2007.

Selain karena sanksi FIFA yang menyebabkan Indonesia tak bisa berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Asia 2019, generasi Boaz Solossa dan kawan-kawan rutin tampil dalam babak kualifikasi.

Hanya saja Indonesia selalu menjadi juru kunci dalam fase kualifikasi tersebut, baik saat menuju Piala Asia 2011 dan 2015.

Sebelumnya bahkan Indonesia sudah pernah mencicip pentas tertinggi di kawasan Asia ketika mengikuti Piala Asia 1996, 2000, dan 2004 melalui jalur kualifikasi, sebelum memastikan tiket Piala Asia 2007 lewat tiket tuan rumah bersama tiga negara ASEAN lainnya.

Cerita soal gol salto Widodo Cahyono Putro dan skor imbang melawan Korsel di Piala Asia 1996 serta gol jarak jauh Ponaryo dalam kemenangan atas Qatar di Piala Asia 2004 adalah kisah masa silam.


Pesepak bola Indonesia Egy Maulana Vikri (tengah) melakukan selebrasi dengan rekannya seusai memasukkan bola ke gawang Taiwan pada leg kedua Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Stadion Chang Arena Buriram, Thailand, Senin (11/10/2021). Indonesia menang 3-0 atas Taiwan. ANTARA FOTO/HO/Humas PSSI/wpa/foc.Timnas Indonesia melanjutkan kiprah ke kualifikasi Piala Asia 2023. (ANTARA FOTO/HUMAS PSSI)

Melaju ke kualifikasi dari fase playoff adalah sinyal positif. Namun, di balik itu ada fakta yang tragis bahwa kini Indonesia berada satu level dengan Kamboja dan Guam yang juga harus menjalani playoff di laga lain.

Selain itu, Indonesia pun berada pada pot atau daftar negara unggulan terendah dalam fase kualifikasi kelak. Anak asuh Shin Tae Yong ada di pot 4 bersama Nepal, Bangladesh, Mongolia, dan Sri Lanka.

Ini tak lepas dari posisi Indonesia yang hanya menjadi juru kunci dan lumbung gol dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu dan juga ranking FIFA.

Jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga, Indonesia ada jauh di belakang Vietnam yang sudah memastikan tiket ke Piala Asia karena menjadi runner up pada kualifikasi Piala Dunia.

Selain itu ada pula Thailand, Myanmar, dan Filipina yang menghuni pot 2, serta Malaysia dan Singapura di pot 3.

Bukan tidak mungkin kelak Indonesia akan bertemu salah satu atau dua dengan kelima negara tersebut di fase kualifikasi.


Banner Testimoni

Selain tiga negara itu, Indonesia pun berpotensi bertemu dengan negara-negara lain yang bisa menyulitkan langkah melaju ke putaran final kualifikasi Piala Asia.

Uzbekistan, Yordania, Palestina, dan Bahrain yang berada di pot 1 atau Tajikistan dan Turkmenistan dari pot 2 bisa saja menghambat langkah Indonesia.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>


Pemuda Harapan Bangsa, Identitas Shin Tae Yong


BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber : cnnindonesia.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?