Biografi Hamzah bin Abdul Muththalib, Sahabat Nabi Sepersusuan _* BK7

Hamzah bin Abdul mutholib adalah sahabat Nabi Muhammad yang juga satu susuan. Serta kerabat dekatnya dari jalur ibu. Dilahirkan dua tahun sebelum Nabi Muhammad. Pada tahun ke-6 kenabian setelah nabi memasuki asadullah (singa allah) dan sayyidusysyuhadaa (penghulu para syuhada). Di perang badar beliau berhasil menghempaskan beberapa tokoh musyrikin. Seperti syaibah bin rabiah. Begitu pula pada perang uhud.

Beliau berhasil menewaskan 30 orang lebih. Sebelum akhirnya gugur di tangan wahsyi budak milik jubair bin muthim.

Hamzah bin Abdullah mutholib adalah seorang yang mempunyai otak yang sangat cerdas dan pendirian yang kuat. Hamza termasuk tokoh quraish yang sangat di segani.

Nama sebenarnya adalah hamzah bin abdul muthalibi bin hasyim Seorang paman nabi. Dia memeluk islam pada tahun kedua kenabian.

Ia takut hijrah bersama rasulullah shallallahu alihi wassalam dan ikut dalam perang badar. Dan meninggal pada saat serangan perangan uhud.

Ibnu atsir berkata dalam kitab usud al ghabah. Dalam perang uhud hamza berhasil membunuh 31 orang kafir quraisy.

Sampai pada saar beliau tergelincir sehingga terjatuh kebelakang dan tersingkaplah baju besinya. Pada saat itu ia langsunh di tombakw dan dirobek perutnya.

Lalu hatinya di keluarkan oleh hindun kemudian di kunyahnya hati hamza. Tetapi tidak tertelan dan segera di mutahkan.

Ketika rasulullah melihat keadaan tubuh pamannya beliau sangat marah dan allah menurunkan firmannya. Dan jika kamu menberikan balasan,maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang di timpakan kepadamu.

Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (Qs; an Nahl 126) Diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq didalam kitab.

Sirah ibnu ishaq dari abdurahman bin auf bahwa ummayyaj bin khalaf berkata kepadanya. Siapakah salah seorang pasukan kalian yang dadanya di hiasi dengan bulu itu?.

Aku menjawab dia adalah hamzah bin abdul mutholib. Lalu umayyah di berkata dialah yang membuat kekalahan kepada kami.

Sementara itu abu jahal yang telah mengetahui bahwa hamza telah berdiri dalam barisan kaum muslimin. Jahal berpendapat perang antara kaum kafir quraisy dengan kaum muslimin sudah tidak dapat dielokkan lagi .

Oleh karena itu ia mulai menghasut dan memprovokasi orang-orang quraisy untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap rasululullah dan pengikutnya. Termasuk hamza yang tidak di sukainya.

Bagaimanapun hamza tidak dapat membendung kekerasan yang di lakukan kaum quraisy terhadap para sahabat yang lemah. Akan tetapi harus di akui bahwa keislamannya telah menjadi perisai dan benteng pelindung bagi kaumnya.

Lebih dari itu menjadi gaya tarik tersendiri oleh kabilah kabilah arab yang berada di sekitar jazirah arab untuk lebih mengetahui agama islam lebih mendalam. Sejak memeluk islam hamzah telah berniat untuk membaktikan segala keperwiraan keperkasaan dan juga jiwa raga untuk kepentingan dakwa islam.

Maka karena itu tidak lah heran bahwa rasululullah menjulukinya sebagai sebutan asadullah yang artinya singanya allah. Pasukan kaum muslimin yang pertama kali dikirim oleh rasululullah dalam perang badar.

Di pimpin langsung oleh sayyidina hamzah . Si singa allah dan ali bin abu thalib menunjukkan keberaniannya yang luar biasa dalam mempertahankan kemuliaan agama islam.

Hingga akhirnya kaum muslimin berhasil memenangkan perang tersebut secara gilang gemilang. Banyak korban kaum kafir dalam perang tersebut, dan tentunya mereka tidak mau menelan begitu saja.

Maka mereka mulai mempersiapkan diri dan menghimpun segala kekuatan untuk menuntut balas kekalahan yang mereka alami sebelumnya. Akhirnya tibalah saat perang uhud dimana kaum kafir quraisy di sertai beberapa kafilah Arab lainnya bersekutu untuk menghancurkan kaum muslimin.

Sasaran utama perang tersebut adalah rasululullah dan hamzah bin Abdul muthalib. Dan mereka memiliki rencana yang keji terhadap hamza yaitu menyuruh seorang budak yang mahir menggunakan tombak dan organ hatinya diambil dan akan dimakan oleh hindu.

Hindu memiliki dendam yang sangat besar kepada hamza karena suaminya terbunuh dalam perang badar . Akhirnya kedua pasukan tersebut bertemu dan terjadilah pertempuran yang dahsyat.

Sementara sayyidina hamzah berada ditengah-tengah medan pertempuran untuk memimpin sebagai kaum muslimin. Ia mulai menyerang ke kiri dan kekanan.

Kaum muslimin yang ditugaskan di bukit uhud malah memungut harta yang tertinggal . Disaat asik memungut kaum kafir melihatnya langsung melancarkan serangannya dengan gencar.

Penyerangan mendadak ini membuat kaum muslim kocar kacir. Melihat itu semangay hamzah semakin bertambah berlipat ganda.

Hamzah kembali menerjang dan menghalau serangan kaum quraisy. Maka pada saat itu pula wahsyi mengambil ancang-ancang dan melempar tombaknya dari belakang yang akhirnya mengenai pinggah bawah hamzah hingga tembus ke bagian muka di antara dua pahanya.

Tidak sedikitpun terlintas di benaknya bahwa moral bangsa arab telah merosot hingga teganya berbuat keji dan kejamnya terhadap jasad hamzah. Setelah itu rasululullah dan kaum muslimin mempershalatkan jenaza hamzah.

Hamzah wafat atau terbunuh pada tahun 3 Hijriah. Demikian rasululullah menyebutkan bahwa ketika perang badar hamzah berperang di samping rasululullah dengan memegang 2 bilah pedang.

Di riwayatkan dari jabir bahwa rasululullah shalallallahu alaihi wassalam melihay hamzah terbunuh,maka beliau menangis.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam