Biografi Utsman Bin Affan, Khalifah yang Menginspirasi _* BJ8

Utsman bin Affan adalah khalifah ke-3 dan merupakan sosok sahabat sekaligus menantu Rasulullah SAW. Utsman dikenal sebagai sosok yang dermawan dan sangat menginspirasi umat Muslim. Untuk mengetahui Utsman bin Affan, simak penjelasan di bawah.

Kelahiran Utsman Bin Affan

Nama lengkap Utsman bin Affan adalah Utsman bin Affan bin Abi al-Ash bin Ummayah bin Abdi asy-Syams bin Abdi Manaf. Utsman bin Affan memiliki Ayah seorang saudagar yang kaya raya dari suku Quraisy-Umayyah bernama Abi al-Ash, sedangkan Ibunya bernama Arwa binti Kurayz.

Utsman bin Affan dilahirkan di Thaif, tapi sebagian pendapat lain ada yang mengtakan di Mekkah. Utsman bin Affan lahir pada tahun 567 M, enam tahun setelah tahun Gajah dan berselisih lebih muda enam tahun dengan Rasulullah SAW.

Usman bin Affan lahir dalam keluarga yang berakhlak mulia dan sopan, menjadikannya pribadi dermawan. Utsman bin Affan juga memiliki kepribadian pemalu, bersih jiwa, suci lisannya dan tidak pernah menyakiti orang lain. Utsman tidak menyukai keramaian, kegaduhan, perselisihan dan teriakan keras.

Utsman mendapat julukan zun nurain yang memiliki arti dua cahaya sebab telah menikahi dua putri Nabi Muhammad SAW secara berurutan setelah yang satu meninggal.

Utsman memiliki istri dan anak di antarana adalah:

  • Dari Ruqqoyah binti Rasulullah lahirlah anak bernama Abdullah yang meninggal pada usia 6 tahun
  • Dari Ummu Kultsum bin Rasulullah Utsman tidak memiliki keturunan. Ketika itu, Ummu Kultsum meninggal dunia pada 9 H
  • Dari Fakhitah binti Ghazawa lahirlah anak bernama Abdullah yang juga meninggal dunia saat masih kecil
  • Dari Ummu Amr binti Jundub lahirlah anak bernama Amr, Khalid, Abban, Umar dan Maryam
  • Dari Fathimah binti al-Walid al-Makhzumiyyah lahirlah anak bernama Sa’id, al-Walid, dan Ummu Sa’id
  • Dari Ummu al-Banin binti Uyaynah bin Hishn al-Fariyyah lahirlah seorang anak bernama Abdul Malik dan meninggal dunia di usia dini
  • Dari ramalah binti syaibah bin Rubiah lahirlah anak bernama Aisyah, Ummu Iban dan Ummu Amr
  • Dari Nailah binti l-Farafashah lahirlah seorang anak bernama Maryam

Masuknya Utsman bin Affan Dalam Agama Islam

Sebelum memasuki Islam, Utsman bin Affan dikenal sebagai pedagang kaya raya yang memiliki sifat mulai seperti yang sudah dijelaskan di atas yakni, jujur, shaleh, cerdas dan sederhana. Utsman bin Affan memasuki Islam pada usia ke 34 tahun. Saat itu, Utsman bin Affan dekat dengan Abu Bakar dan memutuskan untuk memasuki Islam bersama sahabatnya Thalhah bin Ubaidillah.

Utsman bin Affan mendapat tentangan ketika masuk Islam dari pamannya yang bernama Hakim. Bahkan, Utsman sempat disiksa pedih oleh pamannya, tapi Utsman tetap berpendirian teguh.

Kedermawanan Sosok Utsman bin Affan Yang Patut Ditiru

Utsman bin Affan hidup ditengah orang-orang yang menyembah berhala dan musyrikin Quraisy, namun Utsman tidak menyukai kesyirikan, animisme, dinamisme dan adat istiadat yang kotor. Utsman bin Affan tidak pernah melakukan zina, membunuh ataupun meminum khamer.

Utsman bin Affan merupakan pejuang yang tangguh. Utsman juga dikenal senang mengeluarkan hartanya dalam membela Islam dan Ia pernah mengirimkan etengah kekayaannya untuk perjuangan di medan perang. Pernah mendermakan 300 unta dan 50 kuda tunggangan. Perjuangannya tidak hanya dalam hartanya saja, juga meliputi raga dan nyawa.

Utsman juga mendermakan 10.000 dinar yang diserahkan langsung kepada Rasulullah SAW. Ketika itu, Rasulullah SAW bersabda, “Apa yang diperbuat pada hari ini, Utsman tidak akan merugi (di akhirat).” (HR. Tirmidzi).

Utsman bin Affan Dipilih Menjadi Khalifah

Sebelum kematian khalifah Umar bin Khattab baca : Kisah Umar bin Khattab yang ditikam oleh Abu Luluah, Umar menunjuk enam orang calon untuk bakal menjadi sebagai kepala negara yang ditunjuk untuk majelis Syura. Enam calon tersebut adalah :

  • Utsman bin Affan
  • Ali bin Abi Thalib
  • Thalahah bin Ubaidillah
  • Zubair bin Awwan
  • Saas bin Abi Waqqash
  • Abdur Rahman bin Auf
  • Abdullah bin Umar bin Khattab anak Umar sendiri.

Tetapi Umar memberikan isyarat bahwa Abdullah hanya boleh memilih bukan menjadi kandidat. Umar tidak ingin pimpinan negara Islam menjadi kerajaan yang turun-temurun. Saat Umar bin Khattab wafat, para majelis Syura berkumpul diruah al-Musawwir bin Mukhrimah kecuali Thallahah. Sesuai dugaan Umar saat itu terjadi perdebatan dan persaingan di antara mereka dan akhirnya bisa diredam oleh Abdurrahman bin Auf.

Abdurrahman bin Auf berkata, “siapakah di antara kalian yang mundur dari pencalonan jabatan khalifah dan rela menyerahkan kepada yang lebih utama dari pada kalian?” dan tidak ada satu orang pun yang menjawab.

Abdurrahman bin Auf melanjutkan perkataannya lagi, “aku sendiri melepaskan diri dari pencalonan kekhalifahan.” Dan yang lain pun menyetujui perkataan Abdurrahman.

Terpilih dua calon kandidat yakni, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Mereka diberi sebuah pertanyaan oleh Abdurrahman dan Abdurrahman membaiat Utsman bin Affan sebagai khalifah ketiga melihat kesanggupan Ustman sebagai pemimpin.

Utsman bin Affan dipilih pada bulan Dzulhidjah tahun 23 H dan menjalankan jabatan khalifah mulai pada bulan Muharram 24 H. Namun, berdasarkan hasi musyawarah Dewan Syura sepakat memilih Utsman pada tanggal 3 Muharram 24 H dan dibaiat setelah shalat dzuhur dan Utsman menjadi imam pertama adalah shalat ashar.

Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan terjadi pelebaran masjid nabawi dan pembangunan masjid dengan model baru. Ketika masa Rasulullah masjid nabawi sangatlah sederhana dengan alas batu bata, atapnya pelepah kurma dan tiangnya terbuat dari balok kayu pohon kurma.

Pada masa Utsman perubahan tersebut meliputi tembok masjid dibuat dari batu berukir dan perak, tiangnya tetap sama dan atapnya terbuat dari kayu jati. Pintunya tetap sama pada masa Umar bin Khattab yakni enam pintu.

Dalam pemerintahan Utsman, negeri yang telah masuk dalam kekuasaan Islam antara lain : Barqoh, Tripoli Barat, sebagai Selatan negeri Nubah, Armenia dan beberapa bagian Thabaristan bhkan tentara Islam telah melampaui sungai Jihun (Amu Daria), Negeri Balkh (Baktria), Hara, Kabul dan Gzaznah di Turkistan.

Keistimewaan Utsman bin Affan

  • Utsman bin Affan adalah penduduk surga bersama dengan khalifah-khalifah sebelumnya
  • Utsman bin Affan adalah salah satu orang yang memenuhi panggilan Allah SWT dan Rasulullah SAW dan berhijrah dua kali
  • Utsman bin Affan mati syahid

Wafatnya Utsman bin Affan

Utsman bin Affan terbunuh pada tahun 35 H saat di rumah ketika sedang membaca Al-Quran oleh sekelompok pemberontak yang berasal dari Mesir. Para pemberontak mengepung dan memanjat rumah Utsman dan berhasil masuk, meski awalnya sempat dihalangi oleh para istri Utsman. Utsman meninggal pada 17 Juni 656 M di Madinah, Jazirah Arab.

Begitulah kisah Utsman bin Affan sosok khalifah yang dermawan dan sang inspiratif. Karena kedermawanan itu pula Utsman lemah menghadapi para perampok.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam