Candi Plaosan Tutup, Wisatawan Pilih Selfie di Depan Pagar

Klaten

Candi Plaosan ditutup selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Wisatawan yang bersemangat ingin wisata terpaksa gigit jari di depan pagar.

detikcom bersama Wuling Almaz melakukan Roadtrip Jawa-Bali dan mampir di Yogyakarta. Di sana, kami mengunjungi beberapa destinasi wisata andalan di sekitar Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan di Klaten.

Pada masa PPKM ini, Candi Plaosan tidak masuk dalam daftar 20 destinasi wisata di Jawa yang diizinkan buka oleh pemerintah. Candi ini menutup diri untuk wisatawan padahal petugas mengatakan, setiap hari ada saja orang yang ingin berkunjung ke sana.

“Candi Plaosan sejak awal PPKM sampai sekarang belum dibuka. Saya hanya mengikuti perintah atasan kalau disuruh tutup ya tutup,” kata petugas keamanan Candi Plaosan Adil Santosa ketika ditemui detikcom.

“Kalau ada yang datang ke sini, mohon maaf tidak boleh masuk. Biasanya mereka hanya foto-foto saja di depan pagar atau makan di warung-warung depan,” ia menuturkan.

Menurut Adil, sebelum Candi Plaosan ditutup, banyak wisatawan datang ke sana untuk melihat keindahan candi bercorak Hindu-Buddha tersebut. Tempat ini ramai dikunjungi di hari Minggu dan musim liburan.

“Kalau dulu waktu buka ya banyak (wisatawan) ramai, dari mana-mana, dari jauh yang belum pernah ke sini, belum tahu. Biasanya kan ke Prambanan,” ujarnya.

Selain untuk wisata sejarah, Candi Plaosan juga kerap dijadikan latar foto pre-wedding. “Kalau dulu sebelum tutup, banyak yang foto pre-wedding. Hampir setiap hari ada,” kata Adil.

Kini dengan kondisi Candi Plaosan yang ditutup, geliat wisata di sana juga ikut lesu. Sejumlah warung makan dan oleh-oleh milik warga tutup. Ada juga yang tetap buka, berharap dagangannya dibeli satu atau dua orang.

Simak Video “Candi Plaosan, Keindahan Sejarah yang Wajib Dikunjungi, Klaten
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)





Sumber : detik.com
Featured Image : unsplash.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?