Cara Investasi Properti untuk Pemula

Jakarta, CNN Indonesia —

Investasi properti menjadi salah satu investasi yang banyak dilirik orang karena nilainya yang terus bertambah secara bertahap di masa depan. Kenali cara investasi properti untuk pemula.

Investasi properti diklaim mampu menambah kekayaan bersih pemiliknya. Tak heran jika banyak orang yang menganggap investasi properti begitu menjanjikan dan terjamin untuk jangka panjang.

Investasi properti tampil dalam banyak bentuk mulai dari bentuk fisik seperti tanah, gudang, kendaraan, ruko, apartemen, hotel dan rumah, hingga bentuk non fisik seperti saham perusahaan properti. Dari banyak bentuk yang disebutkan, investasi properti rumah menjadi yang paling banyak dipilih.

Walau begitu, investasi properti tidak semudah dan secair investasi lain seperti emas, reksadana, atau saham yang mudah dibeli dan dijual. Banyak hal yang harus Anda pelajari dan persiapkan khususnya bagi pemula untuk memulai investasi properti.

Investasi properti bentuk rumah bisa dikategorikan dalam dua hal, yakni sebagai aset investasi dan aset konsumtif. Bedanya hanya terdapat pada penggunaan. Aset investasi bisa Anda jual kapan saja, sementara aset konsumtif rumah tersebut Anda beli untuk ditinggali.

Keduanya tetap mengalami kenaikan harga di kemudian hari. Lantas, apa saja hal yang diperlukan agar cara investasi properti tepat sasaran dan menguntungkan di masa depan? Berikut ulasannya.

Investasi Properti Bentuk Fisik


Foto udara perumahan di kaki Gunung Geulis, Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (16/10/2020). Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan dapat menyalurkan kredit kepemilikan rumah sebanyak 75.000 unit di tahun 2021. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras.Ilustrasi. Cara investasi properti untuk pemula harus dilakukan dengan pertimbangan yang tepat. (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)

Investasi bentuk fisik merupakan investasi padat modal alias membutuhkan anggaran besar. Pasalnya, Anda harus membeli terlebih dahulu properti tersebut untuk dimiliki dan dimanfaatkan. Ketersediaan dana harus dalam jumlah yang cukup sesuai dengan bentuk investasi fisik yang Anda pilih.

1. Investasi properti untuk hunian

Seperti yang telah disebutkan di atas, rumah dan apartemen menjadi investasi bentuk fisik yang banyak diminati karena termasuk kebutuhan utama hidup. Properti hunian bisa dijadikan aset konsumtif atau aset investasi.

Jika ingin menjadikan rumah sebagai aset konsumtif, maka Anda harus mempersiapkan uang yang cukup banyak. Selain uang muka, ada biaya lain seperti biaya balik nama, biaya notaris, dan lainnya, dengan nominal yang cukup besar.

Selain itu, pertimbangkan juga biaya operasional saat rumah ditempati seperti iuran kebersihan, iuran lingkungan, iuran air PAM, listrik, dan membeli berbagai furnitur untuk mengisi rumah.

Jika dijadikan aset investasi, maka Anda bisa menyewakannya.

Simak cara investasi properti lainnya di halaman berikutnya…


Cara Investasi Properti untuk Pemula


BACA HALAMAN BERIKUTNYA



Sumber : cnnindonesia.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?