Cici Paramida: Nikmatnya Terkabul Doa | Republika Online | Astaghfirullah

KENIKMATAN apa yang dirasakan oleh seorang manusia ketika melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci? “Dikabulkannya doa secara langsung oleh Allah SWT”. Nikmat itulah yang dirasakan Cici Paramida, penyanyi dangdut dan bintang iklan ketika menunaikan ibadah haji tahun 1995 bersama sang ayah H Muhammad Idris Makmun dan nenek Hj Neni.


Tas gantung berwarna biru yang berisi paspor, buku kesehatan serta surat penting lainnya yang tertinggal di tempat wudhu dekat sumur zamzam yang terletak di lantai dasar Masjidil Haram, tiba-tiba ia temukan hanya tiga langkah dari Ka’bah usai berdoa. Padahal, tas tersebut tertinggal lebih dari satu jam.

”Hikmah yang saya petik dari peristiwa tersebut adalah apa saja yang kita mintakan dengan sungguh-sungguh dan penuh harapan dari Allah SWT Yang Maha Kuasa, bisa dikabulkanNya. Bahkan saat itu juga,” tandas Cici kepada Republika di Gedung Kesenian Jakarta beberapa waktu lalu.

Pelantun Wulan Merindu ini pun lalu menceritakan pengalaman yang sempat membuatnya dag-dig-dug ketika berada di Tanah Suci. ”Abis, kita semua ‘kan tahu, paspor haji itu sangat penting. Ke mana saja kita pergi paspor haji harus dibawa,” tutur wanita berdarah Makassar dan Banten ini polos.

Ceritanya bermula ketika Cici berwudhu dekat sumur zamzam yang terletak di lantai dasar Masjidil Haram. Sewaktu mau berwudhu, Cici menyimpan tas gantung warna biru yang di dalamnya terdapat paspor, buku kesehatan serta surat penting lainnya. Selesai wudhu, ia lupa mengambil tas gantung tersebut dan langsung menuju ke dekat Ka’bah untuk menunaikan shalat. Dari depan Ka’bah, anak kedua dari enam bersaudara ini langsung kembali ke hotel untuk istirahat.

Setelah satu jam usai melaksanakan shalat, Cici ingin memeriksakan kesehatan karena waktu itu ia terkena flu. Begitu terkejutnya ia, karena ternyata buku kesehatan dan paspor yang disimpan di tas gantung warna biru itu raib. Cici pun mengingat-ingat, di mana kira-kira barang tersebut tertinggal. Ia ingat, kalau benda penting itu tertinggal di tempat wudhu yang terletak di lantai dasar Masjidil Haram.

Anehnya, penyanyi dangdut yang melejit lewat lagu Rt 5 Rw 3 ini tak langsung menuju tempat wudhu. Ia malah langsung ke depan Ka’bah dan berdoa di sana sekhusyuk-khusyuknya meminta kepada Allah SWT agar memberikan petunjuk di mana tas gantung itu berada. Cici pun berdoa, ”Ya Allah, janganlah Engkau persulit hambaMu ini, karena bagaimana pun paspor itu sangat penting untuk ke mana-mana selama berada di Tanah Suci ini.” Begitu pinta Cici kepada Allah SWT dengan khusyuknya. Usai berdoa Cici berjalan, baru tiga langkah ia berjalan ternyata tas gantung warna biru itu sudah ada di depannya. Ia mengaku sangat terkejut dan gembira bukan main.

”Padahal, seingat saya tas tersebut tertinggal di tempat wudhu. Sungguh aneh bin ajaib, kemudian tas ada di depan Ka’bah. Ini pengalaman yang benar-benar saya rasakan di Tanah Suci,” tutur Cici penuh ceria. Menjawab pertanyaan apakah pada saat di depan Ka’bah itu dirinya tidak berdoa untuk diberikan seorang pendamping dalam hidupnya? Wanita kelahiran 7 September 1972 ini dengan polos mengatakan, ”Tidak tuh! Abis, waktu itu saya sudah punya pacar ha…ha…ha,” ujar Cici sembari melepas tawanya.

Pengalaman langsung dikabulkannya doa yang diminta di depan Ka’bah bukanlah satu-satunya pengalaman unik yang pernah dialami wanita yang hingga kini masih menyendiri itu. Ia juga mempunyai pengalaman menarik sewaktu wukuf di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji. ”Saya merasa kayaknya saya berada di alam yang berbeda. Di tempat itu saya melihat banyak orang serba putih. Seakan-akan saya merasakan sudah mati, tak ingat lagi kegiatan duniawi,” tutur Cici mengisahkan.

”Saya tak lagi mengenali diri sendiri, saya juga tak tahu lagi di mana saya berada dan tak lagi mengenali orang-orang yang berada di sekitar, di mana ayah saya dan di mana nenek saya. Pada kesempatan itu saya mendengarkan bisikan yang saya sendiri tidak tahu dari mana datangnya bisikan itu, namun terdengar kencang sekali yang menyuruh saya untuk segera membersihkan hati. ‘Hati kamu harus bersih setelah pulang dari Tanah Suci’. Begitu bisikan yang terdengar di telinga saya.”Cici menambahkan, meskipun sang ayah sudah berusaha keras membantunya untuk dapat mencium Hajar Aswad, namun hingga kini ia belum pernah menciumnya.(dam/dokrep/Februari 2001)

Sumber : republika.co.id

Featured Image : freepik

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.