Eddies Adellia Pelajaran Kehidupan di Panti Asuhan | Republika Online | Astaghfirullah

Kehidupan anak-anak yatim rupanya punya tempat tersendiri di hati Eddies Adelia. Artis dan bintang sinetron, layar lebar dan presenter ini mengaku banyak mendapat pelajaran berharga dari mereka. Apa sajakah?


Ditemui di sela pengajian malam Jumatan di kediaman Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin, beberapa waktu lalu, Eddies menyatakan dari anak-anak yatimlah, dia akhirnya bisa memaknai secara lebih jernih lika-liku kehidupan di dunia ini.

”Ya, terus terang, itulah pelajaran paling berharga yang aku peroleh dari mereka (anak-anak yatim), bahwa selama di dunia, kita harus lebih sabar dan selalu bersyukur,” ungkap Eddies.

Dua hal itulah yang kemudian memang harus dilakoninya. Ini terjadi ketika mamanya, Hj Isti Randjidjah, meninggal dunia pada 3 Desember tahun lalu. Eddies shock berat, semangat hidupnya terjun hingga ke titik terendah.

Selama beberapa hari, ia pun banyak tinggal di rumah dan tak melakukan aktivitas. Maklum, sang mama selama ini menjadi tempat curhat bagi bungsu dari lima bersaudara ini. Setiap kali ada persoalan, Eddies selalu menumpahkannya kepada sang mama.

Alhamdulillah, kesedihannya tak berlarut-larut. Adalah kegiatannya yang rutin menyambangi serta membantu anak-anak yatim di Panti Asuhan Yatim dan Dhuafa Muhammadiyah Prambanan pimpinan Ustadz H Permadi AR, yang membantunya untuk ‘bangkit’ kembali.

Dia menyaksikan betapa bersemangatnya anak-anak itu, meski mereka tak lagi memiliki ayah dan ibu, bahkan tak sedikit yang tak punya sanak famili. Dan seketika Eddies melihat, mereka begitu sabar menerima kenyataan.

”Penderitaan yang mereka dialami lebih berat dari aku. Aku ditinggal mama setelah aku bisa mandiri, sementara mereka? Tak sedikit yang masih kanak-kanak! Aku jadi malu pada mereka,” tandasnya.

Kedekatan Eddies dengan sekitar 105 anak yatim di panti asuhan itu sudah terjalin sejak lama. Ustadz H Permadi AR sendiri adalah orangtua angkatnya yang sejak kecil mengajari mengaji.

Panti tersebut pada awalnya menampung anak-anak korban bencana alam,  seperti tsunami, gempa bumi, dan korban pertikaian etnis di Papua serta Kalimantan. Eddies kemudian banyak membantu di sana, baik tenaga, pikiran dan materi.

Bahkan untuk meringankan beban yang dipikul orangtua angkatnya, Eddies sering mengetuk hati teman sesama artis agar bersedia menyumbangkan sebagian hartanya. Di antara mereka adalah H Dedi Mizwar, Itang Yunaz, El Manik, Krisdayanti dan lainnya.

Lantas apa yang didapat dari kegiatan menyantuni anak-anak yatim tersebut? ”Ketenteraman dan ketenangan,” kata dia singkat.

Menurut dia, setiap manusia pasti mempunyai masalah. Artinya, jangan pernah merasa sendirian atau merasa menjadi orang paling menderita sedunia. ”Kuncinya syukur dan sabar, dekat ke Allah. Berusaha setiap persoalan diserahkan kepada Allah SWT. Semuanya itu sudah diatur sama Allah,” dia menekankan.

Seiring dengan syukur dan sabar, lanjutnya, manusia harus terus berusaha membenahi diri, memperbaiki diri dan keluar dari derita. Maka itulah, manusia diberi akal dan pikiran.

Kata orang, takdir di tangan Allah. ”Itu salah. Takdir ada di tangan kita. Ujungnya memang Allah yang menentukan. Jadi, dalam hidup ini harus fight, semangat, smile dan berfikir positif. Insya Allah akan tenang hidup ini,” urainya lagi.

Selain senantiasa bersyukur dan sabar, dalam upaya memperoleh ketenangan dalam hidup, dia kini aktif dalam kelompok pengajian. Salah satu yang diikutinya yakni bersama Pengajian Orbit Lintas Profesi. Dari situ, tak hanya ketenangan hidup diperoleh, namun juga tali silaturahim dengan sesama jamaah, juga peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah.

Selain pengajian, apa lagi kegiatan Eddies saat ini? ”Belum banyak sih yang dikerjakan, karena masih harus istirahat setelah sakit awal tahun lalu. Ya paling banter bantu-bantu di kegiatan sosial,” jawabnya sambil tersipu.

Ke depan, dia mengatakan punya rencana membuat sebuah program acara bareng teman-temannya. Formatnya semacam konseling untuk berbagi pengalaman. ”Mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran yang berharga bagi smeua,” demikian harapnya. dam

Bio Data:

Nama: Eddies Adellia

Tanggal Lahir: Yogyakarta 26 Februari

Ayah: H Ismail Djohari

Ibu: Hj (alm) Hj Isti Randjidjah

Sinetron:

– Kimat Sudah Dekat 1 & 2

– Pelangi

– Azizah

Layar Lebar: Empat Sehat Lima sempurna (2002)

Kegiatan:

– Pernah Jadi Presenter acara Teka Teki Malam (TPI)

– Berani Dong (Indosiar)

Sumber : republika.co.id

Featured Image : freepik

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.