H.U.K.U.M.A.N. . . Masih ingat permisalan minyak dan air pada lima posting sebel… | Astaghfirullah



H.U.K.U.M.A.N.
.
.
Masih ingat permisalan minyak dan air pada lima posting sebelum ini? Nah, sekarang kita lihat contoh penerapannya. (lih. cerita di komik)
.
.
Permisalan minyak dan air dapat digunakan dalam banyak konteks. Terutama jika Panjenengan ingin menerapkan prinsip menghukum yang mendidik. Setiapkali santri atau anak melakukan kesalahan yang disengaja, misal membangkang, tinggal direview lagi percobaan minyak dan air. .
.
Perlu diperhatikan bahwa tamsil ini hanya berlaku untuk kesalahan yang disengaja. Adapun kesalahan yang terjadi tanpa unsur kesengajaan, saya pribadi berprinsip bahwa itu bukan sesuatu yang mesti diberi hukuman. .
.
Dalam contoh di komik, Aril menunjukkan perilaku tidak kooperatif di halaqah maupun di kelas. Bukan hanya tidak fokus, tapi sudah sampai taraf mengganggu. Karena itu, tamsil ini dapat diterapkan pada kasusnya. .
.
Pertama yang saya lakukan adalah menyegarkan lagi ingatannya akan tamsil minyak dan air. Kemudian, saya katakan bahwa dia perlu dibantu untuk menguras minyak dari hatinya dengan cara melakukan amal shalih. Saya minta dia mengulang-ulang ayat Al Qur’an yang sudah dihafal pada pagi hari.
.
.
Saya ambil sebagian waktu kesenangan dia. Tapi, saya tidak katakan itu sebagai hukuman. Sebab, jangan sampai tertanam dalam benaknya bahwa membaca Al Qur’an adalah hukuman. Sebab, konotasi hukuman itu negatif, dan umumnya kita cenderung ingin menjauhi.
.
.
Saya tetap gunakan framing bahwa ini adalah upaya mengguyur minyak dalam hati. Artinya, membaca Al Qur’an adalah bagian dari ikhtiar solusi. Amal shalih itu solusi. Bukan hukuman. Mohon ini digarisbawahi.
.
.
Mengambil sedikit waktu favoritnya bermain bola terbukti cukup ampuh untuk kasus Aril. Tapi belum tentu efektif untuk si Ali atau Amir. Bagi Amir yang tak suka bola, mungkin mau diambil waktunya satu jam pun tidak akan ada efeknya. Artinya, model hukuman seperti ini hanya akan efektif jika kita tahu apa yang menjadi “gulali” masing-masing anak. .
.
Model hukuman ini bukan resep sapu jagat. Untuk kasus pelanggaran serius, kami tetap sampaikan pada anak bahwa ia dihukum. Contoh, membantu mengepel lantai, skorsing, dan semisalnya, sesuai kadar pelanggarannya. ^^

Sumber : Instagram / abun_nada

Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin.





Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.