Hal-hal Yang Disunnahkan Dalam Aqiqah dan Dalilnya _*

Pasangan suami istri yang bahagia tentu mendambakan kehadiran seorang anak. Ada yang langsung mendapatkannya setelah menikah, tetapi ada pula yang butuh usaha keras untuk mendapatkan seorang anak. Saat sang buah hati telah lahir ke dunia, maka sebagai rasa syukur diadakanlah aqiqah menurut Islam.

Adapun hukum aqiqah dalam Islam ialah antara wajib dan sunnah, dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran, bagi yang mampu. Namun, jika belum mampu pada hari itu maka bisa ditunda hingga telah mampu melakukannya.

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

Dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” [Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), untuk lebih lengkapnya lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya]

Selain hal yang wajib, ada hal hal yang disunnahkan dalam aqiqah. Meskipun bersifat sunnah, sangat dianjurkan untuk menjalankannya bagi yang mampu dengan tujuan mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ala.

Memasak Daging Sembelihan Aqiqah dalam Keadaan Matang

Dalam kitab “Tuhfathul Maudud” hal. 43-44, Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata,

“Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut. Para tetangga, anak-anak dan orang-orang miskin dapat menyantapnya dengan gembira. Sebab orang yang diberi daging yang sudah masak, siap makan, dan enak rasanya, tentu rasa gembiranya lebih dibanding jika daging mentah yang masih membutuhkan tenaga lagi untuk memasaknya….Dan pada umumnya, makanan syukuran (dibuat dalam rangka untuk menunjukkan rasa syukur) dimasak dahulu sebelum diberikan atau dihidangkan kepada orang lain.”

Pada saat akan membeli kambing untuk aqiqah, perhatikanlah syarat kambing untuk aqiqah menurut Islam. Jangan sampai karena tergiur dengan harga murah lantas Anda mau saja membeli kambing yang tidak layak untuk aqiqah! Hal itu bukan hanya merugikan orang lain, tetapi juga Anda sendiri.

Jumlah Kambing untuk Aqiqah

Dalam hadits, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam menerangkan bahwa jumlah kambing untuk aqiqah anak laki-laki sebanyak 2 ekor, sedangkan untuk anak perempuan cukup 1 ekor saja. Pada dasarnya hal tersebut termasuk sunnah dalam aqiqah, sebagaimana yang tertuang dalam dalil berikut ini.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah menerangkan, “Hadits-hadits ini (semacam hadits Ummu Kurz, -pen) menjadi argumen yang kuat bagi jumhur (mayoritas) ulama dalam membedakan akikah untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Namun Imam Malik berpendapat bahwa akikah pada keduanya itu sama. Imam Malik beralasan dengan hadits bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakikahi Al Hasan dan Al Husain masing-masing dengan satu ekor kambing. Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Daud, namun tidak bisa dijadikan argumen. Ada pula riwayat yang dikeluarkan oleh Abusy Syaikh dari jalur lain dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas dengan lafazh “masing-masing dua ekor kambing”. Dikeluarkan pula dari jalan ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya riwayat yang semisalnya.  Berdasarkan riwayat Abu Daud tadi, hadits tersebut bukanlah menafikan hadits-hadits mutawatir yang menjelaskan dengan tegas bahwa akikah bagi anak laki-laki adalah dengan dua ekor kambing. Akan tetapi riwayat tersebut menunjukkan bolehnya akikah kurang dari dua ekor kambing. Itulah maksudnya. Sehingga dari sini, jumlah kambing (yaitu dua ekor kambing bagi laki-laki, pen) bukanlah syarat dalam akikah, namun hanya sekedar disunnahkan (dianjurkan) saja.” (Fathul Bari, 9: 592).

Biasanya prosesi aqiqah dibarengi dengan mencukur rambut anak. Jadi, pahamilah pula adab cukur rambut bayi dalam Islam yang dianjurkan agar memperoleh kebaikan dan keberkahan dari-Nya.

Itulah beberapa hal yang disunnahkan dalam aqiqah yang perlu kita ketahui. Semoga mampu memberikan manfaat sekaligus membuka jalan untuk memperbanyak macam-macam amal shaleh selama di dunia.

Sumber : dalamislam.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?