Hukum Leasing Dalam Islam dan Dalilnya _* MO9

Seiring perkembangan zaman, terjadilah kemajuan di dalam segala bidang muai dari bidang sains, teknologi, hingga perdagangan. Namun, sebagai umat muslim dalam menyikapi kemajuan ini pelru memiliki dasar hukum dalam Islam yang sesuai dengan perintah Allah melalui kitab suci dan utusan-Nya. Kini manusia ditawarkan berbagai kecanggihan dan kepraktisan dalam segala hal, salah satunya adalah sistem leasing.

Baca juga:

Leasing sendiri berasal dari bahasa inggris yaituย lease, yang artinya menyewakan. Sistem leasing ini biasanya digunakan dalam penawaran penjualan kendaraan bermotor. Terbagi menjadi dua macam leasing, yaituย finance leaseย (sewa guna usaha dengan hak opsi) danย operating leaseย (sewa guna usaha tanpa hak opsi). Lalu, bagaimana hukum leasing dalam Islam? Berikut ini adalah penjelasan mengenai hukum leasing menurut Islam berdasarkan macam leasingnya:

1.ย Operating Lease

Berbeda dengan hukum mendengarkan ghibab menurut Islamย yang dilarang, hukum leasing menurut Islam terbagi berdasakan macamnya. Padaย operating lease, hukumnya beradasarkan hukum syaraโ€™ adalah mubah, dimana rukun dan syarat dalam akad ijarah (sewa menyewa) terpenuhi. Sebagaimana tertulis ayat berikut sebagai dasarnya:

ูˆูŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽุฑู’ุถูุนููˆุง ุฃูŽูˆู’ู„ุงุฏูŽูƒูู…ู’ ููŽู„ุง ุฌูู†ูŽุงุญูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ุณูŽู„ู‘ูŽู…ู’ุชูู…ู’ ู…ูŽุง ุขุชูŽูŠู’ุชูู…ู’ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุนู’ุฑููˆูู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุงุนู’ู„ูŽู…ููˆุง ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุจูู…ูŽุง ุชูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ุจูŽุตููŠุฑูŒ

โ€œDan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, Maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.โ€ (QS.Al-Baqarah: 233).

2.ย Finance Lease

Selanjutnya, leasing yang sering diimplementasikan dalam pembelian kendaraan bermotor ataupun rumah yaitu finance leaseย atau sering kita kenal dengan kredit kendaraan bermotor maupun rumah. Leasing yang semacam ini, menurut Islam hukumnya adalah haram dengan beberapa alasan, yang pertama alasannya adalah terdapat dua akad (pernjanjian) dalam satu perjanjian leasing yaitu penjanjian sewa menyewa dan penjanjian jual beli. Sebagaimana yang dilarang rasulullah dalam sebuah hadis:

โ€œNabi SAW melarang dua kesepakatan dalam satu kesepakatan (Shafqatain fi shafqatin wahidah)โ€ (HR. Ahmad, Al Musnad, I/398).

Alasan yang kedua adalah terdapat bunga di dalam sistem leasing ini, dimana bunga sendiri termasuk riba yang sudah jelas dilarang. Sebagaimana disebutkan dalam terjemahan ayat berikut:

โ€œโ€ฆ padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.โ€ (QS al-Baqarah: 275).

Alasan yang ketiga adalah adanya denda apabila terlambat dalam membayar angsuran atau melunasi angsuran sebelum waktunya. Sehingga, denda tersebutlah yang menjadikannya riba dan sudah jelas disebutkan di atas bahwa riba itu diharamkan.ย Cara menjaga amanah dalam bisnis Islamย juga perlu memperhatikan adanya ribaโ€™ atau tidak.

Alasan yang keempat adalah jaminan dalam perjanjian leasing yang tidak sah karena menjaminkan barang yang menjadi obyek jual beli. Sebagiamana yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami:

โ€œTidak boleh jual beli dengan syarat menjaminkan barang yang dibeli.โ€ย (Al Fatawa al Fiqhiyah al Kubra,ย 2/287).

Imam Ibnu Hazm pun sependapat, sebagaimana ia berkata:

โ€Tidak boleh menjual suatu barang dengan syarat menjadikan barang itu sebagai jaminan atas harganya. Kalau jual beli sudah terlanjur terjadi, harus dibatalkan.โ€ (Al Muhalla, 3/437).

Baca juga:

Hadis berikut ini juga memperkuat bahwa hukum leasing dalam Islam adalah haram, yang menggunakan jaminan barang yang sedang diperjual belikan:

ู„ุงูŽ ูŠูŽุญูู„ูู‘ ุณูŽู„ูŽููŒ ูˆูŽุจูŽูŠู’ุนูŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุดูุฑู’ุทูŽุงู†ู ูููŠู’ ุจูŽูŠู’ุนูุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฑูุจู’ุญูŒ ู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุถู’ู…ูŽู†ู’ุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุจูŽูŠู’ุนูŒ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ

โ€œTidak halal salaf dan jual beli, tidak halal dua syarat dalam satu jual beli, tidak halal keuntungan selama (barang) belum didalam tanggungan dan tidak halal menjual apa yang bukan milikmu.โ€ย (HR. an-Nasaโ€™i, at-Tirmidzi dan ad-Daruquthni).

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam