in , ,

Hukum Membaca Quran di Kuburan dan Dalilnya _*

Al-Quran adalah pegangan hidup bagi setiap umat Muslim di seluruh dunia. Dengan membaca Al-Quran, maka kehidupan seorang Muslim akan lebih tenang dan damai. Namun membaca Al-Quran tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Sebelum menyentuh mushaf Al-Quran, seseorang diharuskan untuk bersih dari najis. Ia harus mengambil wudhu terlebih dahulu. Dan ketika membaca Al-Quran, ia harus membacanya di tempat yang suci dan bebas dari najis pula. Lalu bagaimana dengan hukum membaca Al-Quran di kuburan?

Rasulullah bersabda,

ู„ุงูŽ ูŠูŽู…ูŽุณู‘ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุทูŽุงู‡ูุฑู‹ุง

โ€œTidak boleh menyentuh al-Qurโ€™an kecuali orang yang dalam kondisi suci.โ€ (Muwaththaโ€™ Imam Malik, kitab al-Qurโ€™an, Hal. 199; Sunan ad-Darimi, kitab ath-Thalaq (2183)).

Namun sayangnya, saat ini justru banyak orang yang membaca Al-Quran di tempat yang tidak seharusnya. Salah satunya adalah kuburan lantaran tidak mengetahui hukum membaca Al-Quran di kuburan. Beberapa orang justru membaca Al-Quran di kuburan sebagai suatu amalan baru, padahal dalam Islam tidak ada anjuran untuk itu. Bahkan Islam melarang untuk membaca Al-Quran di tempat seperti kuburan.

Baca juga:

Rasul bersabda, โ€œJanganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sungguh setan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah.โ€ (HR Muslim: kitabu shalatil musafirin: 1/39)

Diriwayatkan dari Ali bin Musa al-Haddรขd, ia berkata, โ€œSaya bersama Imam Ahmad bin Hanbal dan Muhammad bin Qudรขmah al-Jauhari pada suatu penyelenggaraan jenazah. Ketika mayat dikebumikan, seorang laki-laki buta membaca al-Qurโ€™an di sisi kubur. Imam Ahmad berkata kepadanya, โ€œWahai kamu, sesungguhnya membaca Al-Qurโ€™an di kubur itu bidโ€™ah!โ€

Ketika kami keluar dari pemakaman, Muhammad bin Qudรขmah berkata kepada Imam Ahmad bin Hanbal, โ€œWahai Abu Abdillah, apa pendapatmu tentang Mubasysyir al-Halabi?โ€

Imam Ahmad menjawab, โ€œIa seorang periwayat yang Tsiqah (terpercaya)โ€.

Muhammad bin Qudamah bertanya lagi, โ€œApakah engkau pernah menulis hadits darinya?โ€.

Imam Ahmad menjawab, โ€œYaโ€.

Muhammad bin Qudรขmah berkata, โ€œMubasysyir memberitahukan kepadaku, ia riwayatkan dari Abdurrahman bin al-โ€˜Alรขโ€™ bin al-Hajjรขj, dari Bapaknya, bahwa ia berwasiat, apabila ia dimakamkan, agar dibacakan awal dan akhir surat al-Baqarah pada bagian kepalanya. Ia berkata, โ€œAku mendengar Ibnu Umar berwasiat seperti ituโ€.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, โ€œKembalilah, katakanlah kepada laki-laki (buta yang membaca al-Qurโ€™an) itu agar melanjutkan bacaan (Al-Qurโ€™an)nyaโ€. (Sumber: Ar-Rรปh, Ibnu al-Qayyim, halaman: 17, cet. Dar Abi Bakr ash-Shiddรฎq, al-Iskandariyah, tanpa tahun)

Adapun yang diperintahkan Rasulullah untuk dilakukan di kuburan adalah mendoโ€™akan mayat.

ุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆุง ู„ุฃูŽุฎููŠูƒูู…ู’ ูˆูŽุณูŽู„ููˆุง ู„ูŽู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽุซู’ุจููŠุชูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุงู„ุขู†ูŽ ูŠูุณู’ุฃูŽู„ู

โ€œMintalah ampun pada Allah untuk saudara kalian dan mintalah kekokohan (dalam menjawab pertanyaan kubur). Karena saat ini ia sedang ditanyaโ€ (HR. Abu Daud no. 2758. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Baca juga:

Doโ€™a ketika ziarah kubur sesuai yang diajarkan Rasul shallallahu โ€˜alaihi wa sallam,

ุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุฏูู‘ูŠูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ (ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููŠู’ู†ูŽ) ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒูู…ู’ ู„ุงูŽุญูู‚ููˆู’ู†ูŽุŒ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ู ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู ุงู„ู’ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ

โ€œSemoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, (semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan). Kami insya Allah akan bergabung bersama kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.โ€ (HR. Muslim no. 975)

Membaca Al-Quran di kuburan dengan maksud meminta pahala untuk si mayit adalah tindakan yang percuma karena ketika seseorang mati, maka terputuslah semuanya kecuali 3 perkara,

( ุฅุฐุง ู…ุงุช ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุงู†ู‚ุทุน ุนู†ู‡ ุนู…ู„ู‡ ุฅู„ุง ู…ู† ุซู„ุงุซุฉ : ุฅู„ุง ู…ู† ุตุฏู‚ุฉ ุฌุงุฑูŠุฉ ุŒ ุฃูˆ ุนู„ู… ูŠู†ุชูุน ุจู‡ ุŒ ุฃูˆ ูˆู„ุฏ ุตุงู„ุญ ูŠุฏุนูˆ ู„ู‡ ) ุฃุฎุฑุฌู‡ ู…ุณู„ู… ููŠ ุตุญูŠุญู‡

โ€œKalau seseorang telah meninggal dunia, maka amalannya akan terputus kecuali tiga hal, shodaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan untuknya.โ€ (HR. Muslim).

Baca juga:

Nabi sallallahu alaihi wa sallam ditanya seseorang seraya mengatakan, โ€œWahai Rasulullah, apakah masih tersisa bakti kepada orang tuaku yang saya lakukan untuk keduanya setelah wafat? Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œYa, mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, menunaikan janji untuk keduanya setelah (wafat), memulyakan temannya dan silaturrohim yang tidak bersambung kecuali lewat keduanya.โ€

Sungguh ajaran membaca Al-Quran bukanlah ajaran dari Rasulullah. Selain itu, membaca AL-Quran di kuburan juga ditakutkan akan terkena najis sedangkan membaca Al-Quran haruslah suci.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽู†ูŽุงุฒูŽุนู’ุชูู…ู’ ูููŠ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุฑูุฏู‘ููˆู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู…ู’ ุชูุคู’ู…ูู†ููˆู†ูŽ ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู ุชูŽุฃู’ูˆููŠู„ู‹ุง

โ€œKemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.โ€ (QS. An Nisaโ€™: 59).

ูˆูŽู…ูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽูู’ุชูู…ู’ ูููŠู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ููŽุญููƒู’ู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู

โ€œTentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (dikembalikan) kepada Allah.โ€ (QS. Asy Syura: 10).

ูˆูŽู…ูŽุง ุขูŽุชูŽุงูƒูู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ููŽุฎูุฐููˆู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูŽู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ู‡ู ููŽุงู†ู’ุชูŽู‡ููˆุง

โ€œApa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah.โ€ (QS. Al Hasyr: 7)

ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุญู’ุฏูŽุซูŽ ููู‰ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุฑูŽุฏูŒู‘

โ€œBarangsiapa membuat suatu perkara baru dalam urusan kami ini (urusan agama) yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolakโ€ (HR. Bukhari no. 2697 dan Muslim no. 1718)

Baca juga:

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam setiap hendak memulai khutbah biasanya beliau mengucapkan,

ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุจูŽุนู’ุฏู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ุงู„ู’ุญูŽุฏููŠุซู ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ู‡ูุฏูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏู ูˆูŽุดูŽุฑูู‘ ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชูู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูู„ูู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ

โ€œAmma baโ€™du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bidโ€™ah, setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ (HR. Muslim no. 867)

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃููˆุตููŠูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุงู„ุณูŽู‘ู…ู’ุนู ูˆูŽุงู„ุทูŽู‘ุงุนูŽุฉู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ุญูŽุจูŽุดููŠู‹ู‘ุง ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุนูุดู’ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุฏูู‰ ููŽุณูŽูŠูŽุฑูŽู‰ ุงุฎู’ุชูู„ุงูŽูู‹ุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ูŽู‘ุชูู‰ ูˆูŽุณูู†ูŽู‘ุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠูู‘ูŠู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุชูŽู…ูŽุณูŽู‘ูƒููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽุถูู‘ูˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ุฃูู…ููˆุฑู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ูƒูู„ูŽู‘ ู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุฉู ุจูุฏู’ุนูŽุฉูŒ ูˆูŽูƒูู„ูŽู‘ ุจูุฏู’ุนูŽุฉู ุถูŽู„ุงูŽู„ูŽุฉูŒ

โ€œAku wasiatkan kepada kalian untuk bertakwa kepada Allah, tetap mendengar dan taโ€™at kepada pemimpin walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Karena barangsiapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti, dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian untuk berpegang pada sunnah-ku dan sunnah Khulafaโ€™ur Rasyidin yang mereka itu telah diberi petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah ia dengan gigi geraham kalian. Jauhilah dengan perkara (agama) yang diada-adakan karena setiap perkara (agama) yang diada-adakan adalah bidโ€™ah dan setiap bidโ€™ah adalah kesesatanโ€ (HR. At Tirmidzi no. 2676. ia berkata: โ€œhadits ini hasan shahihโ€)

Demikianlah hukum membaca Al-Quran di kuburan, semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang larangan-larangan dalam Islam.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings