Hukum Membentak Anak dalam Islam, Walaupun Kesal Hindari Membentak Anak

Membesarkan anak dapat menjadi sebuah tantangan bagi setiap orang tua. Karena ini bukan tugas yang mudah untuk dilakukan. Seringkali si kecil membuat ulah yang berdampak pada orang tua lepas kendali. Akhirnya membentak anak-anak. Sebagaimana nasihat Luqman Al Hakim kepada anaknya yang diabadikan dalam Alquran:

وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai,” (Luqman: 19).

Maksudnya, janganlah berlebihan dalam berbicara dan janganlah meninggikan suara tanpa kebutuhan. Oleh karena itu, setelahnya Allah berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Berteriak pada ada menurut islam adalah dilarang. Diriwayatkan dalam hadits saat mengurus anak, orang tua seharusnya bisa bertindak seperti anak-anak ketika sedang bersama si kecil, orang tua harus lebih bisa memahami anak-anaknya dengan lebih baik.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِن فَضْلِهِ، فإنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وإذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا باللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فإنَّه رَأَى شيطَانًا

Kalau kalian mendengar ayam berteriak (berkokok) maka berdoalah meminta nikmat kepada Allah. Namun, jika kalian mendengar suara keledai berteriak (meringkik) maka mintalah perlindungan kepada Allah, karena keledai tersebut sedang melihat setan,” Tafsir Ibnu Katsir, 3/711.

Untuk menghindari membentak anak meski Moms dan Dads merasa kesal ketika mereka berulah, inilah beberapa cara yang bisa diterapkan:

1. Istighfar

Ketika anda berteriak kepada anak, itu tandanya anda berada dalam keadaan marah yang disebabkan oleh bisikan setan. Oleh karena itu pentinh untuk mencari perlindungan dari setan, seperti mengucapkan istighfar “Astagfirullahaladzim”.

Agar di jauhkan dari godaan setan. Sebagaimana di riwayatkan oleh atiyyah sa’di Nabi berkata:

“Kemarahan datang dari iblis, iblis dicipatakan dari api dan api padam hanya dengan air. Jadi ketika salah satu dari Kamu menjadi marah, dia harus melakukan wudhu,” (Abu Dawud).

2. Menjauh dari anak

Lepas diri dari pandangan anak-anak ketika marah itu juga akan memperbaik suasana Moms dan Dads. Dalam situasi seperti itu sementara untuk menenangkan diri.

Sebab lebih baik pergi dari pada berteriak membentak anak-anak. Setelah dapat menahan diri barulah bersama anak-anak kembali dan berbicara dengan baik dengan anak-anak, dijelaskan dengan kasih sayang dan penjelasan yang baik dalam berkata.

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُوْنُ فِيْ شَيْئٍ إِلَّا زَانَهُ وَمَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْئٍ إِلَّا شَانَهُ

“Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu kecuali akan menghiasainya dan tidaklah dicabut darinya melainkan akan memperjeleknya ” (HR. Muslim 2594 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

3. Duduklah saat berbicara

Faktanya saat berdiri membuat Moms dan Dads akan lebih mudah marah. Untuk mencegah hal-hal seperti itu, sebaiknya lekas duduk ketika berbicara kepada anak-anak, ini juga bagian dari sunnah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) beliau bersabda dalam satu hadis:

سوق المسلمين كمصلى المصلين

La taghdob walakal Jannah (janganlah marah maka bagimu surga).”

4. Bicara pelan-pelan

Ketika berbicara dengan anak-anak, harus dengan nada yang lembut dan perlahan agar anak tidak salah menangkap ingatannya. Berbicara dengan amarah hanya akan dapat memperburuk keadaan dan anak-anak tidak akan dapat mendengarkan apa yang anda nasehati kepadanya.

Sabda beliau shallallahu’aaihiw asallam,

مَنْ يُحْرَمُ الرِّفْقَ يُحْرَمُ الخَيْر

“Siapa saja yang dihalangi dari kelemahlembutan maka dihalangi pula dari kebaikan” (HR. Muslim 2542 dari Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhu)

5. Ambil wudhu

Seperti yang di katakan dalam hadits sebelumnya, amarah kemarahan adalah api yang hanya di padamkan dengan air. Segera ambil wudhu ketika Moms dan Dads marah untuk menenangkan diri.

Itulah penjelasan tentang larangan berteriak atau membentak anak menurut islam. Segala perlakuan kasar terhadap anak sangatlah di larang oleh agama, meski itu sulit bagi setiap orang tua.

Selain membentak islam juga melarang orang tua untuk memukul anaknya mundur umumnya, orang tua memukul anak dibagian bokongnya atau menggunakan telapak tangan sebagai bentuk hukuman fisik buat anak.

sabda beliau shallallahu’alaihi wasallam,

إِنَّهُ مَنْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنَ الرِّفْقِ فَقَدْ أُعْطِيَ حَظُّهُ مِنْ خَيْرِالدُّنْيَاوَالأَخِرَة

“Sungguh orang yang telah diberi bagian kelembutan berarti ia telah diberi bagian kebikan dunia dan akhirat” (HR. Ahmad 6/159 dari ‘Aisyah radhiallahu’anha)

Meskipun tidak menyebabkan luka fisik hal ini dapat mengakibatkan masalah mental yang serius bagi anak anda. Apalagi jika pukulannya cukup keras dan melukai anak.

Hukuman fisik seperti itu sangat beresiko memengaruhi pola perilaku anak menjadi impulsif dan anti sosial. Ia juga akan cenderung berperilaku kasar saat dewasa, karena perlakuan yang ditanamkan sejak ia dini.

Selama dalam perbaikan tidak memerlukan pemukulan maka janganlah memukul. Karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam sendiri bila harus memilih antara dua pilihan maka beliau memilih yang paling mudah selama bukan dosa. (HR. Bukhari 3560 dan Muslim 2327 dari ‘Aisyah secara marfu’)

Berteriak dan memukul atau melakukan kekerasan sebaiknya perlakuan anak anda dengan cinta dan kasih sayang. Beri mereka pelukan dan ciuman setiap saat agar mereka selalu merasa dicintai anda.

Untuk itu Moms dan Dads selalu mengingat Allah SWT dan meminta petunjuk-nya . Ketika mendidik anak-anak, sehingga Allah selalu menunjukkan cara yang benar kepada anda.

Sumber : Dalamislam.com
Hukum Membentak Anak dalam Islam, Walaupun Kesal Hindari Membentak Anak
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.


Posted

in

by