in , ,

Hukum Membuang Ari-Ari Bayi dalam Islam _*

Banyak masyarakat yang percaya bahwa ari-ari bayi itu sangat berhubungan dengan bayi yang baru dilahirkan. Bahkan sering disebut sebagai kembaran atau penjaga bayi saat di dalam kandungan salah satunya adalah mengubur ari-ari didekat rumah, ditabur bunga tujuh rupa, bahkan harus diberi pelita (lampu).

Dan bersamanya juga dikuburkan benda-benda tertentu, yang dipercaya akan berpengaruh atas nasib dan kehidupan si bayi bila kelak dewasa. Untuk itu setelah bayi lahir maka ari-ari tersebut harus dikuburkan. Jika tidak, maka sesuatu yang buruk akan terjadi pada si bayi.

Akan tetapi, adakah cara yang demikian di dalam Islam? Adakah Islam menganjurkan untuk menguburkan ari-ari? berikut kita simak ulasan selengkapnya.

Plasenta atau tembuni merupakan salah satu organ dalam kandungan pada masa kehamilan. Plasenta atau yang sering dikenal dengan ari-ari bayi ini memiliki fungsi sebagai pertukaran produk-produk metabolisme dan produk gas antara peredaran darah ibu dan janin.

Ada beberapa dalil tentang hukum mengubur ari-ari, diantaranya adalah hadits riwayat Aisyah, bahwa beliau mengatakan.

โ€œNabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan badan manusia: rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, dan ari-ariโ€ Hadits disebutkan dalam Kanzul Ummal no. 18320 dan Al-Jami As-Shagir riwayat Al-Hakin dari Sayyidah Aisyah.

Hadits riwayat Abdul Jabbar bin Wail dari bapaknya, beliau mengatakan,

โ€œNabi shallalahuโ€™alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur rambut dan kukuโ€ (HR. Baihaqi dalam kitab Syuโ€™abul Iman, no.6488)

Menanam ari-ari (masyimah) itu hukumnya sunah. Adapun menyalakan lilin dan menaburkan bunga-bunga di atasnya itu hukumnya haram karena dianggap sebagai tindakan membuang-buang harta (tabdzir) yang tak ada manfaatnya.

Mengenai anjuran penguburan ari-ari, Syamsudin Ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj menerangkan

ูˆูŽูŠูุณูŽู†ู‘ู ุฏูŽูู’ู†ู ู…ูŽุง ุงู†ู’ููŽุตูŽู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู‘ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู…ูุชู’ ุญูŽุงู„ุงู‘ู‹ ุฃูŽูˆู’ ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุดูŽูƒู‘ูŽ ูููŠ ู…ูŽูˆู’ุชูู‡ู ูƒูŽูŠูŽุฏู ุณูŽุงุฑูู‚ู ูˆูŽุธููู’ุฑู ูˆูŽุดูŽุนู’ุฑู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‚ูŽุฉู ุŒ ูˆูŽุฏูŽู…ู ู†ูŽุญู’ูˆู ููŽุตู’ุฏู ุฅูƒู’ุฑูŽุงู…ู‹ุง ู„ูุตูŽุงุญูุจูู‡ูŽุง.

โ€œDan disunnahkan mengubur anggota badan yang terpisah dari orang yang masih hidup dan tidak akan segera mati, atau dari orang yang masih diragukan kematiannya, seperti tangan pencuri, kuku, rambut, โ€˜alaqah (gumpalan darah), dan darah akibat goresan, demi menghormati orangnyaโ€.

Sedangakn pelarangan bertindak boros (tabdzir) Al-bajuri dalam Hasyiyatul Bajuri berkata:

(ุงู„ู…ูุจูŽุฐู‘ูุฑู ู„ูู…ูŽุงู„ูู‡ู) ุฃูŽูŠู’ ุจูุตูŽุฑู’ููู‡ู ูููŠู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุตูŽุงุฑูููู‡ู (ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู ูููŠู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุตูŽุงุฑูููู‡ู) ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูƒูู„ู‘ู ู…ูŽุง ู„ุงูŽ ูŠูŽุนููˆู’ุฏู ู†ูŽูู’ุนูู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ู„ุงูŽ ุนูŽุงุฌูู„ุงู‹ ูˆูŽู„ุงูŽ ุขุฌูู„ุงู‹ ููŽูŠูŽุดู’ู…ูŽู„ู ุงู„ูˆูุฌููˆู’ู‡ูŽ ุงู„ู…ูุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู…ูŽูƒู’ุฑููˆู’ู‡ูŽุฉูŽ.

โ€œOrang yang berbuat tabdzir kepada hartanya) ialah yang menggunakannya di luar kewajarannya. (Yang dimaksud: di luar kewajarannya) ialah segala sesuatu yang tidak berguna baginya, baik sekarang (di dunia) maupun kelak (di akhirat), meliputi segala hal yang haram dan yang makruhโ€.

Berhujjah dengan hadits diatas, Jumhur ulama menganjurkan agar setelah bayi lahir ari-ari segera dikubur sebagai bentuk memuliakan Bani Adam.

Karena bagian dari memuliakan manusia adalah mengubur bagian tubuh yang terlepas, salah satunya ari-ari disamping itu, tindakan semacam ini akan lebih mengjaga kebersihan dan tidak menggangu lingkungan

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *