Hukum Mengambil Tanah Orang Lain, Sangat Dilarang! _* MO3

Sebagai seorang Muslim perlu memiliki kehati-hatian waraโ€™ dalam memperoleh rezeki. Jangan sampai rezeki yang dapat itu justru diperoleh dengan cara-cara batil semisal mengambil hak orang lain.

Misalnya saja seseorang yang membangun perusahaan dengan mengambil tanah orang lain dan mengklaim bahwa tanah itu adalah miliknya atau dalam perkara lain semisal mengkorupsi dana yang seharusnya disalurkan untuk kepentingan masyarakat, dan lainnya. Sebab sejatinya orang yang mengambil hak orang lain itu akan dapat kesengsaraan di hari kiamat.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad ๏ทบ:

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูŽ ู’ุฑูุถ ุดูุจู’ุฑู‹ุงุจูุบูŽูŠู’ุฑู
ุญูŽู‚ู‘ูู‡ู ุฎูุณูููŽ ุจูู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุงูู„ูŽู‰ ุณูŽุจู’ุนู ุฃูŽุฑู’ุถููŠู’ู†ูŽ
.

Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œBarangsiapa mengambil sejengkal tanah bumi yang bukan haknya, niscaya ditenggelamkan ia pada hari kiamat sampai ke dalam tujuh lapis bumi.โ€ (HR Bukhari).

Hadits hukum mengambil tanah orang lain

Allah Subhanahu wa Taโ€™ala berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 188 sebagai berikut:

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ู“ุง ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู ูˆูŽุชูุฏู’ู„ููˆู’ุง ุจูู‡ูŽุงู“ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุญููƒู‘ูŽุงู…ู ู„ูุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆู’ุง ููŽุฑููŠู’ู‚ู‹ุง ู…ู‘ูู†ู’ ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุจูุงู„ู’ุงูุซู’ู…ู ูˆูŽุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ู†ูŽ เฃ–

โ€œJanganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.โ€

Dalam tafsir tahlili Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kementerian Agama RI dijelaskan bahwa pada bagian pertama dari ayat ini Allah melarang makan harta orang lain dengan jalan batil. Pengertian makan dalam ayat ialah mempergunakan atau memanfaatkan, sebagaimana biasa dipergunakan dalam bahasa Arab dan bahasa lainnya.

Batil ialah cara yang dilakukan tidak menurut hukum yang telah ditentukan Allah SWT. Para ahli tafsir mengatakan banyak hal yang dilarang yang termasuk dalam lingkup bagian pertama ayat ini, antara lain seperti makan uang riba, menerima harta tanpa ada hak untuk itu, makelar-makelar yang melaksanakan penipuan terhadap pembeli atau penjual.

Kemudian pada ayat bagian kedua atau bagian terakhir yang melarang menyuap hakim dengan maksud untuk mendapatkan sebagian harta orang lain dengan cara yang batil, dengan menyogok atau memberikan sumpah palsu atau saksi palsu. Rasulullah bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุงูŽู†ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฎู’ุชูŽุตูู…ููˆู’ู†ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู„ู’ุญูŽู†ูŽ ุจูุญูุฌู‘ูŽุชูู‡ู ู…ูู†ู’ ุจูŽุนู’ุถู ููŽุฃูŽู‚ู’ุถููŠ ู„ูŽู‡ู ุจูู†ูŽุญู’ูˆู ู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุนูุŒ ููŽู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชู ู„ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽู‚ู‘ู ุฃูŽุฎููŠู’ู‡ู ุดูŽูŠู’ุฆู‹ุง ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‚ู’ุทูŽุนู ู„ูŽู‡ู ู‚ูุทู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ููŽุจูŽูƒูŽู‰ ุงู„ู’ุฎูŽุตู’ู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูู„ู‘ู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง: ุงูŽู†ูŽุง ุญูู„ู‘ูŒ ู„ูุตูŽุงุญูุจููŠ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ุงูŽู…ู ุงูุฐู’ู‡ูŽุจูŽุง ููŽุชูŽูˆูŽุฎู‘ูŽูŠูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุชูŽู‡ูู…ูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ู„ููŠูุญู’ู„ูู„ู’ ูƒูู„ู‘ู ูˆูŽุงุญูุฏู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ูŽุง ุตูŽุงุญูุจูŽู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ู…ุงู„ูƒ ูˆุฃุญู…ุฏ ูˆุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ูˆู…ุณู„ู… ูˆ ุบูŠุฑู‡ู…)

โ€œSesungguhnya saya adalah manusia dan kamu datang membawa suatu perkara untuk saya selesaikan. Barangkali di antara kamu ada yang lebih pintar berbicara sehingga saya memenangkannya, berdasarkan alasan- alasan yang saya dengar. Maka siapa yang mendapat keputusan hukum dari saya untuk memperoleh bagian dari harta saudaranya (yang bukan haknya) kemudian ia mengambil harta itu, maka ini berarti saya memberikan sepotong api neraka kepadanya.
(Mendengar ucapan itu) keduanya saling menangis dan masing-masing berkata. Saya bersedia mengikhlaskan harta bagian saya untuk teman saya. Lalu Rasulullah ๏ทบ memerintahkan, โ€œPergilah kamu berdua dengan penuh rasa persaudaraan dan lakukanlah undian dan saling menghalalkan bagianmu masing-masing menurut hasil undian itu.โ€

Hukum mengambil tanah orang lain atau hal milik orang lain

Rasulullah Shallallahu Alaihi Waโ€™salam melaknat orang yang mengubah dan memindahkan batas-batas tanah. Contohnya jika sesesorang memiliki tetangga lalu ia mengambil bagian tanah tetangganya dengan memindahkan batas tanah hingga luas tanahnya menjadi lebih luas, sedangkan luas tanah tetangganya menjadi berkurang.

Perbuatan seperti ini terlaknat. Rasulullah Shallallahu Alaihi Waโ€™salam sendiri yang melaknatnya. Seperti yang telah disebutkan dalam sabda beliau :

โ€œBarangsiapa yang merampas sejengkal tanah (milik orang lain) secara zhalim, Maka Allah akan memikulkannya di atas
pundaknya tujuh lapis tanah pada hari akhirat nanti.โ€

Orang yang mengubah dan memindahkan batas-batas tanah saja mendapat ancaman sekeras itu. Apalagi dengan orang yang mengambil paksa atau merampas semua tanah orang lain?

Ancamannya akan jauh lebih mengerikan. Orang semacam itu akan dilaknat dan dijauhkan dari rahmat Allah Taโ€™ala.

Terdapat pula orang yang berlaku sewenang-wenang terhadap tanah orang lain ataupun tanah bukan haknya. Mereka berani mengambil dan merampas tanah orang lain dengan cara-cara yang bathil dan mengaku- ngaku bahwa tanah tersebut adalah miliknya.

Hal tersebut dilakukan dengan berbagai cara. Mereka terkadang mendatangkan saksi-saksi palsu untuk memuluskan dan membenarkan pengakuan mereka. Sehingga akhirnya tanh tersebut jatuh ketangan mereka.

Sesungguhnya mereka akan mendapatkan laknat, pada hari kiamat nanti, mereka akan memikul tanah tersebut diatas pundaknya (sedalam tujuh lapis tanah) dan disaksikan oleh seluruh hamba Allah Taโ€™al.

Taโ€™rif (definisi) ghasb

Kataย Ghasbย disebutkan dalam Alquran. Allah berfirman:

ุฃูŽู…ูŽู‘ุง ุงู„ุณูŽู‘ูููŠู†ูŽุฉู ููŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ูŽ ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู ููŽุฃูŽุฑูŽุฏุชูู‘ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนููŠุจูŽู‡ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฑูŽุงุกูŽู‡ูู… ู…ูŽู‘ู„ููƒูŒ ูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ูƒูู„ูŽู‘ ุณูŽูููŠู†ูŽุฉู ุบูŽุตู’ุจู‹ุง

โ€œAdapun perahu itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan perahu itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas setiap bahtera.โ€ย (Al Kahfi: 79).

Ghasb secara bahasa artinyaย mengambil sesuatu secara zalim. Sedangkan menurut istilah fuqaha adalahย mengambil dan atau menguasai hak orang lain secara zalim dan aniaya dengan tanpa hak.

Ghasb adalah haram. Allahย Subhanahu wa Taโ€™alaย berfirman:

ูŠูŽุงุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ู„ุงูŽุชูŽุฃู’ูƒูู„ููˆุง ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŽูƒูู… ุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒูู… ุจูุงู„ู’ุจูŽุงุทูู„ู

ย โ€œWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batilโ€ฆโ€ฆ...โ€ (QS. An Nisaaโ€™: 29)

Di samping itu Rasulullahย shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda:

ู„ุงูŽ ูŠูŽุญูู„ูู‘ ู…ูŽุงู„ู ุงู…ู’ุฑูุฆู ู…ูุณู’ู„ูู…ู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูุทููŠู’ุจู ู†ูŽูู’ุณู ู…ูู†ู’ู‡ู

โ€œTidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya.โ€ (HR. Abu Dawud dan Daruquthni, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalamย Shahihul Jamiโ€™ย no. 7662)

kesimpulan dan pembahasan

Sudah dijelaskan bahwa mengambil tanah atau hak milik orang lain adalah hukumnya haram. Bahkan Allah SWT sangat melaknat perbuatan keji seperti itu.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli โ€˜Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi โ€˜adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata โ€˜arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam