in , ,

Hukum Minta Didoakan Setelah Memberi Sedekah _*

Sesungguhnya orang-orang yangbersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah denganpinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka danbagi mereka pahala yang banyak“. (QS. Al-Hadid: 18)

Sedekah itu dapat menghapus dosasebagaimana air itu memadamkan api“.(HR. At-Tirmidzi).

Di antara kebiasaan sebagian orang saat memberikan sedekah seperti keutamaan sedekah di hari jumat kepada fakir miskin atau anak yatim, ia meminta didoakan. Beragam cara menyerahkan sedekah tersebut. Dan beragam pula isi doa yang diminta, dari kebaikan urusan dunia sampai urusan akhirat. Apakah meminta didoakan semacam ini dibolehkan? Berikut selengkapnya, Hukum Minta Didoakan Setelah Memberi Sedekah.

1. Jika permintaan tersebutadalah sesuatu yang biasa

  • Artinya tidak ada unsur penghinaan dan menyusahkan yang diberi maka tidak mengapa dan sesuai dengan cara berdoa yang benar dalam islam. Karena terdapat dalil yang menjelaskan bahwa orang yang bersedekah itu didoakan kebaikan untuknya.

Allah Ta’ala berfirman, “Ambillah zakat dari sebagian hartamereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalahuntuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagimereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al-Taubah: 103)

Dari hadits Abdullah bin Abi Aufa: Apabila ada satu kaum datang kepadaRasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan membawa sedekahnya, makabeliau berdoa: Allaahumma Shalli ‘Alaihim (Ya Allah limpahkan shalawatatas mereka.) Lalu datanglah ayahku, Abu Aufa dengan membawa sedekahnya, laluNabi berdoa: “Ya Allah, limpahkan shalawat (ampunan) atas keluarga AbuAufa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Imamal-Bukhari membuat bab dalam shahihnya

“Bab shalawat iman dan doanya untuk pemilik shadaqah(pensedekah)”. Imam Muslim juga menulis bab atas hadits di atas denganredaksi: Bab Du’a untuk orang yang datang membawa shadaqah.

“Yang masyhur dalam Madhab kami dan madhab para ulama secarakeseluruhan, bahwa doa untuk orang yang menyerahkan zakat adalah sunnahmustahabbah.” . . . Yang lebih utama dan sempurna orang yang bersedekahtidak meminta didoakan oleh orang yang diberi sedekah; karena hal itu lebihsempurna pahalanya. . .

2. Meminta didoakanjuga tidak bertentangan dengan firman Allah

Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untukmengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidakpula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 9)

  • IbnuKatsir berkata dalam menafsirkan ayat ini

“Maksudnya: mereka memberi makan kepada orang-orang sementara mereka sendiri membutuhkan dan menyukai makanan terebut. Mereka berkata dengan lisan hal: “ Sesungguhnya Kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah.” Maksudnya: mengharap pahala dan keridhaan Allah.

Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih,” maksudnya: kami tidak meminta balasan (materi) yang setimpal dan tidak berharap kalian berterima kasih kepada kami di depan manusia.”

  • Makameminta doa tidaklah berlawanan dengan isi ayat di atas

Karena ia tidak meminta balasan duniawi dan tidak pula pujian sertasanjungan di hadapan manusia. Namun tentunya, yang lebih utama dan sempurnaorang yang bersedekah tidak meminta didoakan oleh orang yang diberi sedekah;karena hal itu lebih sempurna dan mengekalkan pahalanya.

. . . Maka yang paling utama seseorang bersedekah dengan tetap memuliakan orang yang diberi serta tidak membuat mereka susah sebagaimana ayat al quran tentang membahagiakan orang lain. Jika perlu sedekah yang dikeluarkannya diantar ke rumah orang yang diberi. . .

3. Jika permintaan tersebutmenyusahkan

Terkadang orang yang memberikan sedekah kepada orang miskin atau anak yatim dan berharap keajaiban bersedekah kepada anak yatim mengumpulkan mereka di satu majelis dan meminta mereka duduk lama di situ untuk melantunkan zikir dan doa-doa kebaikan untuk dirinya.

Jika demikian, maka permintaan tersebut bisa berakibat menghinakan kaum fuqara’ dan yatama di hadapan manusia dan tidak menjalankan keutamaan mencintai orang miskin, sehingga orang-orang melihat mereka sebelah mata. Juga membuat mereka susah karena harus duduk lama dan menunggu agar dapat sedekah. Jika ini yang terjadi, maka meminta didoakan dengan cara seperti ini dilarang

Berdasarkan firman Allah Ta’ala, “Perkataan yang baik danpemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan(perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (QS.Al-Baqarah: 263)

Sesungguhnya megeluarkan sedekah akan mendatangkan pahala yang banyak danganjaran yang besar selama tidak diiringi dengan sesuatu yang menyakiti danmenyusahkan orang yang diberi. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudianmereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebutpemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), merekamemperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap merekadan tidak (pula) mereka bersedih hati.i” (QS. Al-Baqarah: 262).

4. Jangan membebaniyang menerima sedekah

Maka yang paling utama seseorang bersedekah dengan tetap memuliakan orangyang diberi serta tidak membuat mereka susah. Jika perlu sedekah yangdikeluarkannya diantar ke rumah orang yang diberi. Ia tidak boleh menyusahkandan membebani mereka doa kebaikan untuknya agar lebih sempurna pahalasedekahnya. Sebaiknya ia berdo’a sendiri kepada Allah dengan menjadikansedekahnya tersebut sebagai wasilah. Allah Ta’ala a’lam.

Tidak ada masalah bilaseorang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah, baik dengan sedekah, infakatau zakat dengan memohon agar didoakan untuk kebaikan dirinya.  Imam Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat 9dari surah al-Insan tersebut, menyatakan bahwa ayat tersebut mengenaiorang-orang yang memberi makanan yang mereka sukai untuk orang miskin dan anakyatim, dan yang mereka lakukan itu hanya mengharap ridha Allah, dan bukanbalasan duniawi atau agar disebut-sebut di kalangan umum (riya).

5. Diperbolehkan sedekah sembari meminta doa

Diperbolehkan bersedekahsembari meminta doa atau didoakan juga seperti tergambar dalam sebuah haditsdari Abdullah bin Abi Awfa, bahwa apabila Nabi saw  didatangi suatu kaum yang memberikan sedekah(atau zakat) mereka, beliau mendoakan, “YaAllah, karuniakanlah keselamatan untuk keluarga Fulan.”  Dan pada suatu hari ayahku datang membawazakatnya, maka beliau mengatakan, “Ya Allah, karuniakanlah keselamatan padakelurga Abi Awfa (HR.Bukhari dan Muslim)

Dalam kitab hadits ShahihBukhari pun, terdapat sebuah bab “DoaImam dan doa untuk orang yang bersedekah.” Imam Nawawi pun menyatakan, “Menurut pendapat kami yang masyhur danpendapat seluruh ulama, bahwa doa untuk memotivasi bersedekah adalahmustahabbah.”

6. Sedekah dengan niat doa kesembuhan

Demikian halnya, bila kitamembaca sabda Nabi saw, “Obatilah orangyang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Abu Dawud). Tersiratmakna, bersedekah, infak atau zakat, terus boleh disertakan dengan doa ataudidoakan agar dikaruniakan kesembuhan dari penyakit, baik doa dari munfiq ataumustahiq. Terlebih doa sesama muslim adalah mustajab. Yang penting, jangansampai doa dari orang yang kita beri “mengatur” nilai sedekah, zakat atau infakkita.

7. Yang tidak diperbolehkan

Yang tercela adalah jikakita meminta saudara kita mendoakan kita namun kita ingin agar doa tersebuthanya bermanfaat pada diri kita. Jika maksud kita dengan permintaan tersebutadalah agar saudara kita juga mendapatkan manfaat sebagaimana yang kitaperoleh, maka ini tidak mengapa. Perhatikanlah salah satu keutamaan orang yangmendoakan saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.

Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam bersabda, “Do’a seorang muslimkepada saudaranya ketika saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yangmustajab (terkabulkan). Di sisinya ada malaikat (yang memiliki tugasmengaminkan do’anya kepada saudarany, pen). Ketika dia berdo’a kebaikan kepadasaudaranya, malaikat tersebut berkata : Amin, engkau akan mendapatkan yang samadengannya.” (HR. Muslim no. 2733).

Jika manfaat seperti dalam hadits ini yang diinginkan pada saudara kita –yaitu saudara kita akan mendapatkan timbal balik dari doanya pada kita-, maka seperti ini tidaklah mengapa. Jika saudara kita mendoakan kita, maka dia juga akan mendapatkan yang semisalnya. Kita meminta padanya agar mendoakan kita tetap istiqomah dalam agama ini,

maka dia juga akan diberitaufik oleh Allah untuk istiqomah. Jika memang kemanfaatan seperti ini yangkita ingin agar saudara kita juga mendapatkannya, maka bentuk permintaan doaseperti ini tidaklah mengapa. Jadi, bedakanlah dua kondisi ini.

Oleh karena itu, sebaiknyajika kita ingin meminta doa pada saudara kita maka kita juga menginginkan diamendapatkan kemanfaatan sebagaimana yang nanti kita peroleh. Kita minta padanyaagar mendoakan kita lulus ujian. Maka seharusnya kita juga berharap diamendapatkan manfaat ini yaitu lulus ujian. Kita minta padanya agar mendoakantetap isiqomah ngaji.

Maka seharusnya kita jugaberharap dia mendapatkan manfaat ini yaitu tetap istiqomah ngaji. Jadi,sebaiknya yang kita katakan padanya adalah : Wahai akhi, doakan ya agar aku dankamu bisa lulus ujian. Atau : Wahai akhi, doakan ya agar aku dan kamu bisatetap istiqomah ngaji. Itulah yang lebih baik.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings