Hukum Minta Traktir Dalam Islam _*

Traktir kini seolah telah menjadi budaya di kalangan remaja. Mereka yang dikenal “berada” biasanya menjadi sasaran empuk untuk menraktir atau membiayai pengeluaran jajan, makan atau sebagainya dari teman-temannya. Istilah traktir juga muncul ketika salah seorang dari teman mendapatkan suatu hal yang dianggap istimewa, misalnya hadiah, nilai bagus, prestasi atau yang lainnya.

Jika orang tersebut memang mampu dan berkenan, mungkin menraktir teman-temannya bukanlah hal yang memberatkan baginya. Namun, bagaimana jika dia dalam keadaan fakir, sedangkan teman-temannya begitu mendesaknya untuk menraktir?

Nah, hal inilah yang perlu kita telaah dalam sudut pandang Islam. Jangan sampai hal yang mungkin kita anggap remeh ternyata justru merupakan kesalahan yang harus dihindari. Karena setiap yang kita lakukan di dunia ini ada aturannya dalam Islam.

Pahamilah hukum minta traktir dalam Islam berikut ini.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِىَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِى وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari, no. 1474; Muslim, no. 1040)

Dari Hubsyi bin Junadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَأَلَ مِنْ غَيْرِ فَقْرٍ فَكَأَنَّمَا يَأْكُلُ الْجَمْرَ

Barangsiapa meminta-minta padahal dirinya tidaklah fakir, maka ia seakan-akan memakan bara api.” (HR. Ahmad 4: 165. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lain)

Dari Samuroh bin Jundub, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Meminta-minta adalah seperti seseorang mencakar wajahnya sendiri kecuali jika ia meminta-minta pada penguasa atau pada perkara yang benar-benar ia butuh.” (HR. An-Nasa’i, Tirmidzi dan Ahmad).

Berdasarkan hadits di atas, jelas dikatakan bahwa meminta traktir kepada teman bukanlah tuntunan Islam. Entah saat itu, Anda sedang dalam keadaan fakir ataupun tidak.

Jadi, sebaiknya hindarilah! Meskipun Anda tahu teman Anda sedang bergelimang harta. Memaksakan kehendak bukanlah hal yang baik, apalagi pada orang yang tidak ada hubungan kekeluargaan dengan Anda, misalnya hanya sebatas teman.

Seperti yang telah diketahui, tangan di atas jauh lebih baik daripada tangan di bawah. Maksudnya, orang yang suka memberi jauh lebih baik daripada orang yang suka meminta-minta. Mulailah dengan memberi kepada orang yang Anda tanggung, yakni keluarga yang terdiri atas istri/suami, anak dan orang tua kemudian baru kepada orang-orang terdekat. Sebagaimana yang tertuang dalam hadist berikut ini.

فَإِنَّ الْيَدَ الْعُلْيَا أَفْضَلُ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُول

“Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan mulailah dengan menafkahi orang yang engkau tanggung.” [H.R. Al-Bukhary]

Perlu Anda ketahui bahwa keutamaan bersedekah dimulai dengan mendahulukan orang-orang yang menjadi tanggungan, bukan teman. Jadi, jika teman-teman Anda meminta traktir, cobalah untuk tidak langsung mengiyakan. Bila memang keluarga lebih membutuhkan, utamakan keluarga dan tolaklah permintaan teman-teman Anda dengan cara yang baik. Jelaskan pada mereka secara perlahan dengan menggunakan ulasan di atas.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?