Hukum Niat Sebelum Mengumandangkan Adzan _*

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa adzan termasuk ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun demikian, ketika kita hendak mengumandangkan adzan, umumnya kita jarang melakukan niat untuk adzan, baik di lisan maupun di dalam hati. Sebenarnya, bagaimana hukum niat sebelum mengumandangkan adzan?

Mengenai hukum niat sebelum mengumandangkan adzan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Setidaknya, ada tiga pendapat dalam masalah ini.

  • Pertama, menurut ulama Malikiyah dan Hanabilah, niat sebelum mengumandangkan adzan merupakan syarat sah. Oleh karena itu, jika seseorang mengumandangkan adzan namun sebelum adzan dia tidak niat melakukan adzan, maka adzannya dihukumi tidak sah. Dia harus mengulang adzannya kembali dari awal dan sebelum adzan, dia harus niat untuk melakukan adzan terlebih dahulu.
  • Kedua, menurut ulama Syafiiyah, niat sebelum adzan hukumnya adalah sunnah. Karena itu, jika seseorang mengumandangkan adzan dan dia tidak melakukan niat untuk adzan, maka adzannya tetap dinilai sah dan dia tetap mendapatkan pahala.
  • Ketiga, menurut ulama Hanafiyah, niat sebelum mengumandangkan adzan adalah syarat untuk mendapatkan pahala. Karena itu, jika seseorang adzan dan dia tidak melakukan niat untuk adzan, maka adzannya tetap dinilai sah namun dia tidak mendapatkan pahala. Dia baru mendapatkan pahala adzan jika sebelum adzan dia melakukan niat untuk adzan terlebih dahulu.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

نِيَّةُ الأْذَانِ شَرْطٌ لِصِحَّتِهِ عِنْدَ الْمَالِكِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ لِحَدِيثِ: إِنَّمَا الأْعْمَال بِالنِّيَّاتِ  وَلِذَلِكَ لَوْ أَخَذَ شَخْصٌ فِي ذِكْرِ اللَّهِ بِالتَّكْبِيرِ ثُمَّ بَدَا لَهُ عَقِبَ مَا كَبَّرَ أَنْ يُؤَذِّنَ فَإِنَّهُ يَبْتَدِئُ الأْذَانَ مِنْ أَوَّلِهِ، وَلاَ يَبْنِي عَلَى مَا قَال. وَالنِّيَّةُ لَيْسَتْ شَرْطًا عِنْدَ الشَّافِعِيَّةِ عَلَى الأْرْجَحِ وَلَكِنَّهَا مَنْدُوبَةٌ..أَمَّا الْحَنَفِيَّةُ فَلاَ تُشْتَرَطُ عِنْدَهُمُ النِّيَّةُ لِصِحَّةِ الأْذَانِ وَإِنْ كَانَتْ شَرْطًا لِلثَّوَابِ عَلَيْهِ

Niat adzan adalah syarat sah adzan, menurut ulama Malikiyah dan ulama Hanabilah. Ini berdasarkan hadis; Seluruh amal tergantung niat. Karena itu, jika seseorang sudah mengucapkan kalimat takbir, lalu dia melakukan niat untuk adzan, maka dia harus mengawal dari awal dan tidak meneruskan adzannya. Niat bukan syarat adzan menurut pendapat yang unggul di kalangan ulama Syafiiyah, niat hukumnya hanya sunnah. Adapun menurut ulama Hanafiyah, tidak disyaratkan niat untuk keabsahan adzan, niat hanya syarat untuk mendapatkan pahala adzan.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?