Hukum Pakai Deodoran Ketika Hendak Shalat _*

BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak melaksanakan shalat, kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang rapi, bersih dan sekaligus memakai minyak wangi untuk mengurangi bau badan, terutama ketika kita hendak melaksanakan shalat Jumat atau shalat berjamaah. Namun bagaimana hukum memakai deodoran ketika hendak shalat, apakah dianjurkan juga? (Baca: Hikmah Disyariatkan Shalat Jumat dalam Islam)

Memakai deodoran ketika hendak melaksanakan shalat, jika bertujuan hendak mengurangi bau badan, maka hukumnya adalah sunnah. Hal ini karena orang yang hendak melaksanakan shalat itu dianjurkan untuk shalat dalam keadaan rapi dan wangi. Kewangian tersebut itu baik dengan memakai minyak wangi atau memakai deodoran. Ini berlaku baik bagi laki-laki maupun perempuan.

Bahkan jika seseorang hendak melaksanakan shalat Jumat, maka dia sangat dianjurkan untuk berangkat dalam keadaan bersih dan wangi. Ini bisa dilakukan dengan cara mandi terlebih dahulu, memakai minyak wangi, dan memakai deodoran. Hal ini diperlukan untuk menghilangkan bau tidak sedap dari badan.

Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Ibnu Majah dari Abdullah Ibnu Abbas, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

فَمَنْ جَاءَ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ، وَإِنْ كَانَ طِيبٌ فَلْيَمَسَّ مِنْهُ، وَعَلَيْكُمْ بِالسِّوَاكِ

Berangsiapa yang hendak berangkat mendatangi shalat Jumat, maka dia hendaknya mandi dulu, jika memiliki minyak wangi, hendaklah memakainya, dan hendaklah memakai siwak.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari, Salman Al-Farisi, bahwa Nabi Saw bersabda;

لَا يَغْتَسِلُ رَجُلٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيَتَطَهَّرُ مَا اسْتَطَاعَ مِنْ طُهْرٍ وَيَدَّهِنُ مِنْ دُهْنِهِ أَوْ يَمَسُّ مِنْ طِيبِ بَيْتِهِ ثُمَّ يَخْرُجُ فَلَا يُفَرِّقُ بَيْنَ اثْنَيْنِ ثُمَّ يُصَلِّي مَا كُتِبَ لَهُ ثُمَّ يُنْصِتُ إِذَا تَكَلَّمَ الْإِمَامُ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى

Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat, membersihkan diri semampunya, memakai minyak rambut, atau memakai minyak wangi kemudian keluar menuju shalat Jumat dengan tidak memisahkan antara dua orang (di tempat duduk mereka di dalam masjid), lalu shalat semampunya dan diam ketika imam (khatib) berbicara/berkhutbah, kecuali diampuni baginya dosa di antara Jumat itu dengan Jumat lainnya.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?