Hukum Pengumuman Sebelum Khutbah Jumat _*

BincangSyariah.Com – Ketika kita melakukan shalat Jumat di suatu masjid, terkadang kita menyaksikan takmir masjid memberi pengumuman sebelum khutbah Jumat dimulai. Pengumuman yang biasa diinformasikan adalah berkaiatan dengan kas saldo masjid, kegiatan pengajian, istighasah dan lainnya. Sebenarnya, bagaimana hukum pengumuman sebelum khutbah Jumat dimulai, apakah dibolehkan?

Mengadakan pengumuman sebelum khutbah Jumat dimulai hukumnya boleh. Tidak masalah bagi pihak takmir memberikan pengumuman sebelum khutbah, baik berkaitan dengan kas saldo masjid, maupun kegiatan sosial lainnya. (Baca: Hukum Menggunakan Uang Kas Masjid untuk Kepentingan Pribadi)

Hal ini karena baik pihak takmir masjid maupun para jemaah lainnya tidak dilarang untuk berbicara dan memberi pengumuman sebelum khutbah Jumat dimulai. Selama khatib belum naik ke mimbar dan belum memulai khutbahnya, maka boleh bagi pihak takmir untuk memberi pengumuman. Sebaliknya, jika khatib sudah naik mimbar dan memulai khutbah, maka tidak boleh memberi pengumuman apapun.

Hal ini sebagaimana telah disebutkan dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

ويباح الكلام قبل البدء في الخطبة وبعد الفراغ منها اتفاقاً، وفي أثناء الجلوس بين الخطبتين عند الحنابلة والشافعية وأبي يوسف، ويحرم في أثناء الجلوس المذكور عند المالكية ومحمد بن الحسن

Dan dibolehkan berbicara sebelum khutbah dimulai dan juga setelah khutbah selesai menurut kesepakatan para ulama. Dan juga boleh berbicara pada saat duduk di antara dua khutbah, menurut ulama Hanabilah, Syafiiyah dan Abu Yusuf. Dan haram berbicara pada saat duduk di antara dua khutbah, menurut ulama Malikiyah dan Muhammad bin Al-Hasan.

Juga disebutkan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah sebagai berikut;

وَقَال الشَّافِعِيَّةُ : يَجُوزُ الْكَلاَمُ قَبْل الشُّرُوعِ فِي الْخُطْبَةِ وَبَعْدَ الْفَرَاغِ مِنْهَا وَقَبْل الصَّلاَةِ ، وَفِيمَا بَيْنَ الْخُطْبَتَيْنِ خِلاَفٌ ، وَالظَّاهِرُ أَنَّهُ لاَ يَحْرُمُ وَجَزَمَ بِهِ فِي الْمُهَذَّبِ

Ulama Syafiiyah berkata; Boleh berbicara sebelum khutbah dimulai, setelah selesai dari khutbah dan sebelum shalat. Adapun berbicara pada saat duduk di antara dua khutbah terjadi perbedaan. Dan yang jelas hal tersebut tidak haram, sebagaimana telah ditegaskan oleh Imam Syairazi dalam kitab al-Muhazzab. Wallahu a’lam bis shawab.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?