Hukum Zakat Fitrah Diberikan Langsung pada Mustahik _*

BincangSyariah.Com – Di antara perkara yang ditanyakan oleh sebagian masyarakat adalah mengenai keutamaan membayar zakat fitrah diberikan langsung pada mustahik dan lewat amil zakat. Sebenarnya, mana yang lebih baik dan lebih utama, apakah memberikan langsung kepada mustahik atau melalui lembaga zakat yang dikelola amil zakat?

Menurut para ulama, pada dasarnya membayar zakat fitrah boleh diberikan langsung kepada mustahik dan boleh juga diberikan melalui amil zakat. Kedua cara ini sudah disepakati para ulama mengenai kebolehannya.

Meski sama-sama boleh, namun para ulama berbeda pendapat mengenai keutamaannya. Menurut sebagian ulama Syafiiyah, memberikan langsung kepada mustahik lebih baik dan lebih utama dibanding mewakilkan pada amil zakat atau lainnya. Hal ini karena dengan memberikan langsung kepada mustahik, muzakki dapat memastikan zakatnya benar-benar sudah diterima oleh orang yang berhak menerima zakat.

Sementara menurut ulama yang lain, memberikan zakat, termasuk zakat fitrah, lewat amil zakat lebih baik dan lebih utama dibanding memberikan langsung pada mustahik. Selain memberikan pada amil zakat adalah sah, juga para petugas amil zakat lebih mengetahui orang-orang yang berhak menerima zakat sehingga zakat bisa tersalurkan dengan merata di antara orang-orang yang berhak menerimanya.

Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Bayan fi Madzhab Al-Imam Al-Syafi’i berikut;

اختلف في ذلك أصحابنا،: فمنهم من قال تفرقته بنفسه أفضل، لأنه على يقين من تفرقة نفسه وعلى شك من تفرقة غيره. ومنهم من قال: دفعها إلى الإمام أفضل ..لأن دفعه إلى الإمام يجزئه بلا خلاف وتفرقته بنفسه مختلف فيه في إجزائه عنه، ولأن الإمام أعرف بحاجة المساكين.

Ulama Syafiiyah berbeda pendapat mengenai keutamaan antara memberi langsung dan lewat amil. Sebagian mengatakan bahwa memberikan sendiri lebih utama karena dengan memberikan sendiri ia bisa yakin, dan ragu jika lewat lainnya. Sebagian lagi mengatakan bahwa memberikan zakat kepada imam (amil) lebih utama. Hal ini karena memberikan pada imam adalah cukup dan sah tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sementara memberikan sendiri masih diperselisihkan keabsahannya. Selain itu, imam (pertugas amil) lebih mengetahui kebutuhan orang-orang miskin.

Source : Bincangsyariah.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?