Jomblo Mulia | Ustadz Salim A. Fillah | Astaghfirullah




Satu ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-hambaNya adalah ujian cinta, dan Allah mengatakan.. “zuyyina lin nasi hubbus sahawati minan nisai wal banina wal kanatiril mukantarati minaz zahabi wal fıddati wal haylil musawwamati wal an’ami wal hars.” Ini adalah rangkaian ujian yang akan diberikan oleh Allah seperti yang tercantum dalam surat Ali-Imran tentang istri, pasangan, wanita, anak-anak, harta yang banyak dari emas perak, kendaraan-kendaraan pilihan, binatang-binatang, dan juga sampai sawah ladang yang luas.

Rangkaian dimulai dengan wanita (pasangan), dan begitu seseorang sudah mulai memasuki masa baligh, dimana beban-beban syariat sudah penuh baginya, maka di saat itu pula ujian tentang cinta kepada lawan jenis dimulai.

Diinul Islam adalah agama yang adil. Dia tidak menyuruh orang untuk membunuh hawa nafsunya, tapi dia juga tidak mengizinkan orang untuk mengumbar hawa nafsunya. Hawa nafsu itu ada sebagai anugrah, karunia untuk disyukuri, sekaligus dikendalikan. Dan siapa yang bisa mengendalikan hawa nafsu itu, dia akan sampai kepada kemuliaan di sisi Allah.

Allah SWT mengatakan di dalam surat An-Nazi’at ayat 40-41, “wa amma man khafa maqama rabbihi, wa nahan-nafsa ‘anil hawaa. Fainnal-jannata hiyal-maawaa.” “Adapun orang-orang yang merasa takut kepada keagungan Allah SWT dan dengan itu dia mencegah diri dari segala dorongan keinginan hawa nafsunya, mengendalikannya agar menjadikan sesuatu yang hanya positif saja — tidak jatuh kepada perkara-perkara yang negatif — maka dengan itu syurgalah tempat tinggalnya.”

Jadi, kunci di sini justru menjaga, memelihara hawa nafsu itu. Bahkan pada seorang pemuda shalih lagi terjaga. Seperti pada Yusuf AS, dia mengatakan “wama ubarriu nafsii, innannafsa laammaratun bissuu’..“ “Dan aku tidak berlepas diri dari hawa nafusku sebaba sesungguhnya hawa nafsu itu selalu memerintahkan kepada yang buruk.”

Tetapi Yusuf AS senantiasa memohon pertolongan dan bimbingan oleh Allah SWT agar dapat mengendalikan hawa nafsunya sehingga dalam ujian tentang wanita, kita tahu dia menorehkan sejarah gemilang dengan apa yang kemudian disebut dalam Al-Qur’an, yang robek dari bajunya adalah bagian belakang ketika seorang wanita berusaha untuk menggodanya padahal dia sendiri juga berhasrat, tetapi dia juga menginginkan. Namun dia berhasil melarikan diri.

Seperti inilah cara untuk menjaga hawa nafsu, dengan mengalihkannya kepada tujuan yang lebih besar dalam kehidupan. Dengan fokus kepada tugas ubudiyah kita kepada Allah.

Ketika terfikir untuk jatuh cinta, ketika terfikir untuk tertarik kepada lawan jenis, ketika terfikir pada syahwat-syahwat, maka yang difikirkan oleh seorang yang Mukmin adalah mempersiapkan diri menuju pernikahan. Mempersiapkan spiritualnya, intelektualnya, fisiknya, finansial, sampai mempersiapkan dirinya secara sosial untuk menanggung beban-beban di dalam rumah tangga. Dan persiapan-persiapan itu akan memakan tenaga dan waktu yang besar sehingga dengan itu dia akan teralihkan dari hal-hal yang negatif.

Selama kita berfokus kepada “jika tergoda,” maka pernikahan adalah jalan yang harus ditempuh melalui persiapan-persiapannya. Maka insyaAllah hadir seorang jomblo mulia dimana dia kemudian memfokuskan dirinya untuk melayakkan diri, memantaskan diri, untuk menjadi seorang suami yang shalih, seorang bapak yang shalih, seorang kepala keluarga yang shalih, menjadi seorang anggota bagian masyarakat yang menggerakkan perubahan keshalihan di tengah masyarakat.

Selamat menjadi jomblo mulia!

___________________________________________________________________________________________________________________________________________

Support and follow Penerbit Pro-U Media for latest updates!

Facebook (www.facebook.com/proumedia)
Twitter (@proumedia)
Instagram (@proumedia)
Jl. Jogokariyan No. 41, Yogyakarta
Telp. 0274-376301, 0823 2737 6000
[email protected], [email protected]



Sumber : Youtube / Pro-You Channel

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.