Kami memilih mengajari santri menggunakan kata “saya” daripada “aku”, selain unt… | Astaghfirullah



Kami memilih mengajari santri menggunakan kata “saya” daripada “aku”, selain untuk olah rasa bahasa, juga menyesuaikan visi misi pesantren dan kebutuhan santri. Waktu itu, pesantren kami cukup sering kedatangan tamu dari berbagai kalangan. Mulai dari para ustadz hingga akademisi. Bahkan, pernah juga menteri (ketika saya sudah tidak di sana lagi). Karena itu, anak-anak mesti dilatih agar dapat berkomunikasi dengan baik. .
.
Adapun soal bahasa kromo inggil yang saya posting kemarin, itu sekadar contoh, untuk menunjukkan adanya pengaruh bahasa pada pola pikir dan sikap. Kebetulan saya sedikit paham bahasa Jawa, maka saya gunakan sebagai contoh. Bukan untuk digeneralisir. Mohon jangan salah paham. Lagipula, fokusnya bukan pada apa bahasanya. Tapi, bagaimana memilihkan level bahasa terbaik agar digunakan sebagai bahasa percakapan sehari-hari. Apapun bahasanya.
.
.
Saya sendiri tidak berbahasa Jawa halus dengan anak dan istri. Kami lebih banyak berbahasa Indonesia. Sebab, istri saya campuran Cirebon dan Tionghoa. Lagipula, pengetahuan tentang pendidikan Islam dan segala turunannya ini baru saya pahami ketika lokomotif rumah tangga kami sudah berjalan cukup lama. .
.
Saya share insight ini, barangkali bermanfaat sebagai referensi sederhana, khususnya bagi para penggiat pendidikan. Sebab, obrolan kita ini konteksnya sekolah / pesantren. Kedua, barangkali bisa jadi bahan renungan untuk keluarga muda yang baru mendayung bahtera. Sebab, peluang melakukan manuver masih terbuka lebar bagi mereka. Ketiga, teruntuk jomblowan dan jomblowati. Sekadar sebagai stimulus agar dapat lebih mempersiapkan diri, membuat rencana yang lebih matang hendak membangun keluarga yang seperti apa nanti.
.
.
Kita lanjutkan pembicaraan tentang cara melakukan modifikasi perilaku melalui permainan. Silakan dibaca komiknya. Mudah-mudahan cukup jelas. In syaa Allah, jika Allah izinkan, saya akan lengkapi narasi tema modifikasi perilaku ini ketika komik-komik ini masuk proses editing untuk cetak menjadi buku. Untuk sementara ini, silakan menikmati dulu apa yang sudah tersaji…. ^^
.
.
.
#abunnada
#pendidikan
#modifikasi_perilaku

Sumber : Instagram / abun_nada

Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin.





Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply