Kedudukan Iman dalam Islam – DalamIslam.com _* PC5

Kehidupan merupakan tempat yang abstrak, yang di mana butuh sebuah pegangan dan sandaran dalam menjalaninya. Banyak orang yang menjalani kehidupan sesuai dengan arus yang ada, tanpa berpegang pada suatu sandaran kepercayaan.

Dan banyak orang yang salah memahami, bahkan tidak paham terhadap arti dari kehidupan yang sesungguhnya. Sehingga mereka berbuat semaunya tanpa ada landasan yang pasti.

Dalam islam telah disediakan suatu sandaran kehidupan yakni IMAN, yang menjadi pegangan dan sandaran dalam menjalani kehidupan dan memperjuangkan masa depan menuju kebahagiaan yang hakiki. Baik kebahagiaan di dunia maupun akhirat nanti.

Iman jika kita telusuri dari segi bahasa Arab, iman mempunyai arti kepercayaan. Yang dimana tersebut akan menjadi sebuah pedoman dalam menghadapi setiap seluk beluk dari kehidupan.

Dalam kitab karangan Imam Al-Ghozali, yang berjudul Ihya’ Ulumuddin al- Ghazali, beliau mengungkapkan bahwa kedudukan iman sebagai landasan untuk mencapai totalitas kehidupan. Selain sebagai landasan dan pegangan, iman juga menjadi pencerah kehidupan manusia. 

Kehidupan ini ibarat sebuah bangunan yang harus mempunyai tiang atau pondasi, agar dia bisa berdiri kokoh dan tahan banting terhadap segala benturan. Maka imanlah yang menjadi tiang kehidupan berlandaskan keyakinan dan kesabaran.

Dalam kenyataan kehidupan yang kita rasakan saat ini, dimana keadaan manusia telah terpengaruhi oleh berbagai macam tipu daya duniawi yang bersifat sementara.

Demi merebut sebuah tahta dan harta, banyak yang tidak memperhatikan lagi aturan agama. Semua ludes dilanggar yang penting dapat kesenangan. Label haram dan halal bukan lagi sebuah perhitungan. Banyak informasi yang kita dapatkan dari berbagai media tentang kasus-kasus yang meresahkan seperti korupsi, pembunuhan, pencurian dan lain sebagainya.

Tentu kejadian-kejadian tersebut dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak mempunyai landasan keimanan yang kuat. Orang yang mempunyai landasan keimanan, maka dalam bertindak dia akan berhati-hati, karena mereka yakin setiap tindakan ada yang memperhatikan dan mengawasi yakni Allah SWT. Maka dengan kepercayaan dan keyakinan tersebut maka mereka tidak akan melakukan hal yang bertentangan dengan agama.

Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW, dikatakan bahwa ada seorang utusan dari Bani Abdu Qais yang meminta sebuah pesan ringkas dari Rasulullah Saw, maka Rasulullah Saw menjawab “Aku perintahkan kalian untuk beriman kepada Allah dan Rasul-Nya”. Hadist tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Dalam hadis lain Rasulullah Saw., bersabda: “Tahukah kalian apa iman kepada Allah?” para sahabat menjawab “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu”. Maka beliau bersabda: “Iman kepada Allah adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah.

Begitu pentingnya sebuah iman dan tingginya kedudukan iman dalam islam, maka kehidupan manusia akan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki jika mereka berpegang teguh kepada keimanan. Dan akan memperoleh kesuksesan yang gemilang dalam kehidupan. Dikarenakan dalam iman telah diatur dengan tatanan yang relevan dengan kehidupan manusia.

Dalam rukun iman yang pertama tentang percaya kepada Allah, dengan demikian kita tidak akan berbuat maksiat karena kita yakin bahwa Allah  ada di mana-mana. Yang kedua percaya terhadap malaikat-malaikatnya.

Maka kita yakin bahwa apa pun yang kita perbuat ada malaikat yang selalu mengawasi dan mencatat. Yang ketiga percaya pada kitab-kitab, maka kita yakin bahwa segalanya telah ditetapkan dalam kitab Al-qur’an sebagai pedoman.

Yang keempat percaya terhadap nabi-nabi dan Rasullullah, dengan demikian kita akan selalu mencotoh apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. Dan yang terakhir yakni percaya terhadap takdir Allah.

Maka yang demikian membuat kita akan percaya bahwa seberapapun rezeki yang telah Allah berikan, dan setinggi apapun tahta yang kita dapatkan, maka kita akan yakin yang demikianlah yang terbaik untuk kehidupan kita. Maka kita tidak akan menjadi orang yang serakah dengan  kehidupan, dan tidak tergila dengan tipu daya duniawi.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

dalamislam

Written by dalamislam