Kementerian BUMN Jamin Gaji Karyawan Perempuan vs Pria Setara _*

Jakarta, CNN Indonesia —

Kementerian BUMN memastikan gaji atau pendapatan karyawan BUMN tidak berbasiskan gender. Artinya, karyawan perempuan dan laki-laki mendapatkan take home pay yang sama.

Ketua Srikandi BUMN Tina Kemala Intan menyatakan variabel pembeda besaran gaji bulanan atau tahunan karyawan BUMN, seperti gaji dasar dan insentif diberikan sesuai dengan kinerja atau performa yang bersangkutan.

Hal tersebut ia sampaikan sekaligus membantah anggapan bahwa ada ketimpangan gaji antara perempuan dan laki-laki di pelat merah.

“Tidak ada perbedaan pendapatan berbasis gender tapi kita sedang membangun performance based culture selama beberapa tahun ini,” ungkapnya saat konferensi pers #GirlsTakeOver 2021, Senin (11/10).

Senada, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Teknologi, dan Informasi Kementerian BUMN Tedi Bharata menerangkan penilaian kinerja karyawan BUMN berdasarkan Key Performance Index (KPI) masing-masing karyawan.

Sehingga, persoalan gender tidak menjadi penghalang karyawan wanita mendapat gaji besar. “Ini yang kita jaga sama-sama bahwa penilaian berdasarkan kinerja, bukan gender,” imbuhnya.

Isu kesetaraan gender masih menjadi salah satu isu penting yang digaungkan di dunia kerja. Salah satu pejabat RI yang vokal menyuarakan keseteraan gender adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Ia menyebut rata-rata perempuan mendapatkan gaji lebih rendah dari pria dengan jabatan dan posisi yang sama. Gaji perempuan rata-rata lebih rendah 11-20 persen dibanding pria. Kejadian seperti ini terjadi hampir di seluruh dunia.

“Yang sering dihadapkan perempuan di society, social, maupun keseluruhan dunia yang relatively tidak playing field. Statistiknya posisi sama, dibayar 11 persen lebih rendah bahkan sampai 20 persen di bawah pria, pekerjaan sama, tanggung jawab,” kata Sri Mulyani dalam live streaming Ngobrol Sore Semaunya bersama Putri Tanjung, dikutip Minggu (14/3).

Menurut Sri Mulyani, bakat seorang perempuan dikenai diskon karena mereka seorang perempuan yang pantas berbeda dengan karyawan pria. Persoalan keseimbangan antara pria dan perempuan juga dirasakan Sri Mulyani secara tak langsung.

Ia menyadari pria masih mendominasi di lingkungan pekerjaan. Berdasarkan pengamatannya, pengambilan keputusan oleh perempuan di parlemen Indonesia belum sampai 30 persen.

“Lalu, dewan direksi perempuan biasanya juga satu dari lima. Dewan komisaris hanya satu dari lima, itu juga kalau ada, kadang-kadang. Semua pria,” terang dia.

[Gambas:Video CNN]

(wel/bir)



Sumber : cnnindonesia.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?