Ketika Riset Tidak Punya Kontribusi bagi Masyarakat _*

Corona harusnya menyadarkan niat, sikap dan tindakan kita selama ini baik secara individu maupun kolektif berbangsa maupun komunitas dunia. Nyatanya, ilmu pengetahuan yang kita banggakan tidak berdaya menghadapi virus Corona ini. Dalam kesenyapan Corona sebagai bangsa kita disadarkan bahwa kita tidak mempunyai industri sendiri.

Akibatnya, ketika kita kekurangan dan membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) kita justru mengekspornya. Sebabnya, industri yang memproduksi APD bukan milik kita melainkan milik negara lain dan mereka menjualnya ke negaranya sendiri. Kita hanya dijadikan tempat dan orang kita menjadi kuli dan buruh mereka.

Akibat tidak adanya industri ini pula, sejawat saya fisikawan produktif peraih Habibie Award menyatakan kejenuhannya atas riset material canggih yang dilakukannya selama ini.

Tidak hanya jenuh tetapi merasa tidak berguna. “Saya jenuh dengan riset saya material maju selama ini, itu semua hanya untuk gayaa-an karena kita tidak mempunyai indusstri”, ungkapnya suatu hari.

Maka, wabah Corona ini hendaknya menyadarkan kita, agar riset masyarakat perguruan tinggi tidak hanya menjadi gayaa-an maka bangunlah industri. Tidak sekedar menjadi tempat industri negara lain, pihak asing. Bangulah industri.

Source : ibtimes.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?