Kisah Cinta Nabi Yusuf AS yang Perlu diketahui _*

Salah satu dari dua belas putera yang paling disayang Nabi Yakub ‘alaihis salam adalah Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Beliau adalah seorang putera yang berakhlak mulia dan juga sangat tampan.

Ketampanan inilah yang akhirnya membawa Nabi Yusuf ‘alaihis salam terlibat kisah cinta dengan seorang wanita, istri pembesar kerajaan di Mesir, bernama Zulaikha yang sangat mencintai Nabi Yusuf ‘alaihis salam.

Berbagai macam upaya dilakukan Zulaikha agar dapat memiliki Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Hingga suatu hari, Zulaikha bermaksud merayu Nabi Yusuf ‘alaihis salam ketika mereka hanya berdua di rumah.

Dalam surat Yusuf ayat 23-29 Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

Dan perempuan yang (Yusuf) tinggal di rumahnya menggoda dirinya. Dan dia menutup pintu-pintu lalu berkata, “Marilah mendekat kepadaku.” Yusuf berkata. “Aku berlindung kepada Allah sungguh, tuanku telah memperlakaukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang yang zalim itu tidak beruntung.

Sungguh perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami palingkan darinya kaburukan dan kekejian. Sungguh, dia (Yusuf) termasuk hamba Kami yang terpilih.

Dan keduanya berlomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamisnya (Yusuf) dari belakang hingga koyak dan keduanya mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Dia (perempuan) itu berkata, “Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu selain dipenjaakan atau (dihukum) dengan siksa yang pedih?”

Dia (Yusuf) berkata, “Dia yang menggodaku dan merayu diriku.” Seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberikan kesaksian, “Jika baju gamis koyak di bagian depan, maka perempuan itu benar dan dia (Yusuf) termasuk orang yang dusta. Dan jika baju gamisnya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang dusta, dan dia (Yusuf) termasuk orang yang benar.”

Maka ketika dia (suami wanita itu) melihat baju gamisnya (Yusuf) koyak di bagian belakang dia berkata,”Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu. Tipu dayamu benar-benar hebat.”

Wahai Yusuf! Lupakanlah ini, dan (kamu wahai istriku) mohonlah ampun atas dosamu, karena engkau termasuk orang yang bersalah.”

QS. Yusuf : 23-29

Dari ayat tersebut jelas bahwa Zulaikha merayu dan menggoda Nabi Yusuf ‘alaihis salam karena didorong oleh hawa nafsunya. Ia ingin melakukan maksiat bersama Nabi Yusuf ‘alaihis salam.

Godaan Zulaikha terhadap Nabi Yusuf ‘alaihis salam begitu besar. Hal ini membuat Allah subhanahu wa ta’ala memberikan tanda kepada Nabi Yusuf ‘alaihis salam sehingga perbuatan maksiat pun tidak terjadi.

Ada beberapa pendapat terkait tanda dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ada yang menyatakan tanda tersebut berupa bayangan wajah Nabi Yakub ‘alaihis salam atau bayangan wajah tuannya.

Ada juga yang menyatakan bahwa tanda yang dimaksud berupa tulisan larangan berbuat zina, atau adanya ilmu dan iman yang memang telah tertanam dalam dirinya.

Akhirnya, Nabi Yusuf ‘alaihis salam berlari ke pintu disusul oleh Zulaikha yang menyebabkan baju bagian belakangnya koyak. Ketika itulah, suami Zulaikha datang.

Agar tampak tidak bersalah, Zulaikha pun berusaha untuk memutarbalikkan fakta. Ia menyatakan bahwa Nabi Yusuf lah yang berupaya menggodanya dan bukan dirinya.

Namun pertolongan Allah subhanahu wa ta’ala benar-benar nyata.

Salah seorang saksi yang berasal dari keluarga kerajaan menawarkan solusi yaitu jika baju Nabi Yusuf ‘alaihis salam koyak di depan, maka Zulaikha benar. Namun jika sebaliknya, maka Nabi Yusuf ‘alaihis salam yang benar.

Fakta pun terungkap. Baju Nabi Yusuf ‘alaihis salam koyak di belakang. Artinya, Zulaikha-lah yang menggoda Nabi Yusuf ’alaihis salam, dan beliau terbebas dari tuduhan Zulaikha.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin