Kisah Hijrah Larissa Chou yang Menginspirasi

 

Larissa Chou

Siapa yang tidak mengenal Larissa Chou yang dikenal dengan nama Rissa adalah wanita keturunan Tionghoa yang memilih memeluk agama Islam pada usia mudanya ke 19 tahun. Perjalannya tentu sangat menginspirasi banyak orang terutama bagi kaum muslim sendiri. Bagaimana kisah menginspirasi Larissa Chou menjadi mualaf? Simak penjelasan di bawah ini.

Ditentang Kedua Orang Tua

Perjalanan hijrah Rissa menjadi mualaf tidaklah mudah. Pilihan Rissa masuk Islam jelas ditentang oleh keluarga terutama orang tuanya. Orang tuanya mempertanyakan alasan keinginan Rissa pindah agama. Rissa adalah satu-satunya dari keluarganya yang memilih mualaf, tapi berkat rahmat dari Allah SWT yang membuat hati Rissa terketuk memilih Islam.

Orang tua Rissa adalah seorang yang kuat iman pada ajaran agama sebelumnya, sebab itu Rissa ditentang oleh kedua orang tuanya. Rissa juga tidak ingin berbeda agama dengan kedua orang tuanya, namun Rissa percaya bahwa ia bisa menjalaninya dengan iman yang kuat.

Bukan hanya ditentang oleh kedua orang tua, Rissa pun bahkan di hujat oleh rasnya karena memasuki Islam. Rissa dianggap aneh mengenakan hijab, Rissa dibilang lebih cantik tanpa mengenakan hijab dan Rissa dibilang tidak pantas mengenakan hijab. Meskipun begitu, Rissa tetap menghargai perbedaan pendapat dan tetap memilih Islam menjadi agamanya.

Soal orang tuanya menentang, Rissa mewajarkan karena orang tua mana yang ingin anaknya berbeda keyakinan. Dulu pergi ke geraja bersama, sekarang pergi ke tempat ibadah dengan berbeda haluan. Rissa kerap menginga masa kecilnya dulu.

Tapi kedua orang tuanya bercerai membuat Rissa menjadi anak broken home, hal itulah yang membuat Rissa mencari pilihan hidup dan Islam adalah jawabannya.

Rissa kadang kala masih memiliki rasa rindu ke gereja ketika kecil bersama kedua orang tuanya, tapi inilah jalan hidup yang Rissa pilih dengan secara matang. Rissa tidak menyesali pilihannya untuk menjadi kaum muslim.

Mengenal Islam

Larissa Chou sebelum memeluk agama Islam jelas mencari tahu apa itu Islam. Rissa terus mengalami gelisah dan mulai mencari pembenaran agar semua kebimbangan dan keresahannya menemukan jawaban.

Selama enam bulan, Rissa mempelajari Islam dari media Youtube dengan menonton video ceramah Zakir Naik. Ketertarikannya pada Islam hadir karena Islam adalah agama sederhana.

Rissa mengaku kagum melihat para muslim beribadah, terlebih saat sholat, bagaimana seorang pria berpisah dengan wanita. Rissa juga senang melihat kaum wanita menggunakan mukena. Baginya semua orang menjadi sama ketika mereka mengenakan mukena yang hanya menyisakan raut wajah.

Rissa semakin menyadari bahwa di mata Tuhan, semua mahkluk itu sama. Tidak ada bedanya. Yang membedakan adalah ketakwaan.

Memperdalam Islam

Rissa setelah itu memperdalam Islam dengan berdiskusi bersama orang muslim yang masih dengan seusianya. Orang tersebut bukanlah sahabatnya, Rissa belum memiliki teman muslim kala itu. Rissa awalnya belajar muslim sendiri dan membandingkan agama Islam dan agama yang sebelumnya dianut yakni kristen.

Rissa mendapat teman muslim bernama Muhammad Alvin Faiz, anak seorang dai kondang, almarhum Ustadz Arifin Ilham. Rissa menghubungi Alvin melalui kontak line sampai persetujuan dari Alvin membuat keduanya berdiskusi lanjut.

Beberapa kali Rissa terpisah jarak dengan Alvin, namun dipertemukan lagi dan kesempatan itu Rissa gunakan hingga Rissa mantap memilih Islam. Alvin membimbing Rissa hingga masuk Islam dengan mengucapkan syahadat pada tahun 2015 pada usia 19 tahun.

Setelah menjad mualaf, Rissa menikah dengan Alvin.

Perubahan Setelah Masuk Islam

Adaptasi Rissa mengenai beribadah jelas sangat berubah signifikan. Setengah tahun memasuki Islam, Rissa meminta guru untuk mengajarinya mengaji oleh wanita bernama Ibu Sholeh. Rissa juga memperhatikan cara berinteraksi dengan yang bukan mahramnya.

Rissa juga menjaga dirinya untuk tidak berselfie berlebihan. Dalam beribadah Rissa menjalankan dengan enjoy dan santai karena memang sudah menjadi keajiban bagi setiap pemeluk agama untuk menunaikan ibadahnya masing-masing.

Rissa tidak pernah ragu untuk mengaku bahwa masuk Islam adalah sebuah anugerah yang terbaik dalam hidupnya yang Allah SWT berikan. Dengan niat, Rissa bisa melewati sebuah tantangan termasuk rintangan saat menghadapi keluarganya.

Banyak wanita muslimah yang terinspirasi dan meningkatkan semangat untuk saling mengingatkan akan beribadah kepada Allah SWT.

Menginspirasi Lewat Karya Buku

Rissa menuangkan kisahnya perjalanannya menjadi mualaf dalam sebuah buku yang berjudul Rissa. Rissa ingin memberitahu kepada orang non-islam, bahwa muslim itu tidak sekeras yang mereka kita, bahwa seorang chineeses juga bisa memakai hijab.

Dalam buku tersebut, Rissa menceritakan kisah masa lalunya yang tidak mengenakan. Rissa juga pernah pacaran beda agama.

Setelah masuk Islam, Rissa tidak serta merta menjelekan agamanya yang dulu. Rissa hanya menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang berbeda. Rissa hanya membahas seputar agama Islam dan semua tentang Islam dalam bukunya.

Saat ini, Rissa hidup bersama seorang putranya usai bercerai dengan Alvin. Rissa tidak menyesali segala sesuatu yang terjadi dan Allah SWT selalu memberi kebahagian kepada Rissa. Rissa juga mengeluarkan sebuah buku berjudul Rissa yang mengisahkan perjalanannya menjadi seorang mualaf.

Hubungan dengan keluarganya pun tetap harmonis. Rissa memilliki seorang adik nasrani dan mereka tetap menjaga persaudaraan dengan saling menghormati agama maing-masing.

Sumber : Dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam