Kisah Nabi Isa Dalam Alquran _*

KISAH Nabi Isa dalam Alquran adalah kisah yang tergolong lengkap. Alquran memuat kisahnya, terutama mengenai wafat dan kedatangannya di dunia pada akhir zaman.

Sebagai yang berpendapat bahwa kematian yang terjadi pada Nabi Isa adalah kematian pada umuumnya, disalib dan sebagai yang lain berpendapat bahwa jasad dan ruhnya diangkat oleh Allah (dalam keadaan hidup).

BACA JUGA: Apa Makna Al Masih yang Disandang Nabi Isa?

Kisah nabi Isa dalam Alquran, salah satunya terdapat dalam QS Maryam.

Kisah Nabi Isa dalam Alquran: Kelahirannya

kisah nabi isa dalam Alquran
Ilustrasi. Foto: rahyafteha.ir

Kisah kelahiran Nabi Isa as digambarkan oleh Allah SWT dengan indah di dalam QS Maryam ayat 16-40.

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مَرْيَمَ إِذِ انْتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا

“Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam Alquran, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluargannya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).”

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu kami mengutus roh kami (jibril) kepadanya, maka dia menampakkan diri di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.”

قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

“Dia (Maryam) berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertaqwa.”

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

“Dia (Jibril) berkata, “Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.”

قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

“Dia (Maryam) berkata, “Bagaiman muungkin aku mempunyai anak laki-laki padahal tidak pernah ada orang (laki-laki) yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina!”

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

“Dia (Jibril) Berkata, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu muudah bagiku, dan agar kami menjadikannya suatu tanda (kebesaran Allah) bagi manusia dan sebagai rahmat dari kami dan hal ituu adalah suatu urusan yang (sudah) diputuskan.”

فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا

“Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.”

فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا

“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata,”wahai, betapa baiknya akuu mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan di lupakan.”

فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا

“Maka dia (Jibril) berseru kepadannya dari tempat yang rendah, “ Janganlah  engkau bersedih hati, sesungguhnya tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.”

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

“Dan goyanglah pangkal pohon itu akan mengugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا

“Pada hari ituu Maka makanan, minum dan bersenanghatilah engkau.jika engkauu melihat seorang ,maka katakanlah, “sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuuk tuhan yang maha pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan siapa puun.”

فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا

“Kemudian itu (Maryam) membawa dia bayi itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka kaumnya berkata, “Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar.”

يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

“Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangkai dan ibumu bukan  seorang perempuan pezina.”

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا

“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada anak nya, mereka berkata bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?”

قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا

“Dia (Isa) berkata ,”Sesungguhnya aku hamba allah, dia memberiku kitab (injil) dan dia menjadikan akuu seorang nabi.”

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan dia menjadikan aku seorang yang diiberkkahi di mana saja akku berada, dan dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.”

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

“Dan berbakti kepada ibuku dan dia tidak menjadikan aku seoorang yang sombong lagi celaka.”

وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

“Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari itu kelahirankuu, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ

“Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.”

مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Tidak patut bagi allah mempunyai anak,maha suuci dia. Apabila diia hendak menetapkan sesuatu, makka dia hanya berkata kepadanya,” jadilah!” maka jadilah sesuatu itu.”

وَإِنَّ اللَّهَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ

“(Isa berkata), “Dan sesuungguhnya Allah itu Tuhankkuu dan Tuuhannmuu, maka sambahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.”

فَاخْتَلَفَ الْأَحْزَابُ مِنْ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ مَشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ

“Maka berselisihlah golongan-golongan yang ada dii antara mereka (Yahudi dan Nasrani). Maka celakalah orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang agung!”

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَٰكِنِ الظَّالِمُونَ الْيَوْمَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Alahkah tajam pendengaran mereka dan alangkah terang penglihatan mereka pada hari mereka datang kepada kami. Tetapi orang-orang yang zaliim pada hari ini di dunia berada dalam kesesatan yang nyata.”

وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

“Dan berilah mereka peringatan (Muhammad) tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus, sedanng mereka dalam kelalaian dan mereka tidak beriman.”

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

“Sesuungguhnya kamiilah yang mewarisi buumi dan semuua yang ada diatasnya, dan hanya kepada kami mereka dikembalikan.”

BACA JUGA: Disebutkan dalam Alquran, Inilah Mukjizat Nabi Isa

Dalam ayat-ayat tersebut,  Allah SWT menjelaskan situasi kelahiran Nabi Isa sebagai, dan ketika ibunya Maryam. Dengan tabah dan sabar menghadapi kaumnnya yang menuduh serta menghina bagaimana kehadiran bayinya itu.

Kisah Nabi Isa dalam Alquran: Mukjizatnya

Salah satunya ayat Alquran yang menyebutkan tentang kukjizat Nabi Isa adalah QS Ali Imran: 49.

QS Ali Imran 49 tentang mukjizat nabi isa dalam Alquran
QS Ali Imran: 49

Kisah Nabi Isa dalam Alquran juga terkait dengan mukjizatnya. Nah, berikut adalah mukjizat Nabi Isa yang paling mashur:

  1. Berbicara saat masih bayi
  2. Menciptakan burung hidup
  3. Menghidupkan yang mati
  4. Menyembuhkan yang sakit dan buta
  5. Mengetahui rahasia orang lain
  6. Turunnya makanan dari Allah SWT. []

Oleh: Ilham Hambali

SUMBER : LITEQURAN

Sumber : islampos.com
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin