Kisah Ummu Haram Binti Malhan, Pendekar Wanita di Perang Qabrus

Mengingat kisah para pejuang Islam memang tidak ada habisnya. Pasalnya, orang-orang yang berdiri di samping Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dalam memperjuangkan Islam memang banyak sekali hal-hal menakjubkan yang bahkan tidak semua dapat diceritakan. Ini merupakan kisah Ummu Haram Binti Malhan. Dimana dia merupakan seorang wanita yang ikut dalam perjalanan pasukan pemuda kaum muslimin dalam penakhluan Qabrus melewati jalur lautan.

Ummu Haram Binti Malhan merupakan saudari dari Ummu Sulaim RA yang merupakan bibi dari Anas Bin Malik, pemuda yang sering membantu Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai Hal. Ummu Haram dan saudarinya juga termasuk dalam golongan wanita Anshar yang berbaiat kepada Rasulullah. Baiat adalah berjanji kepada Rasulullah untuk mengikuti beliau dan ikut dalam menyebarkan ajaran Tauhid.

Hingga membuat Ummu Haram menjadi satu dari sekian wanita pertama yang memeluk ajaran islam. Ummu Haram sendiri, merupakan perempuan yang memiliki niatan tinggi untuk ikut berjihad dan berperang di sisi Rasulullah. Namun sayangnya, keinginannya tersebut belum pernah tercapai bahkan sampai Rasulullah wafat. Mari simak kelengkapan kisah Ummu Haram Binti Malhan ini.

Mimpi Rasulullah Tentang Ummu Haram Binti Malhan

Pada suatu ketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tengah mengunjungi kediaman Ummu Harram dan Ummu sulaim. Tujuannya tidak lain adalah untuk memuliakan Ummu Haram dan Ummu sulaim yang termasuk sebagai bibi Rasulullah, apabila dihubungkan dengan sepersusuan ataupun ditarik dengan nasab.

Baca juga :

Anas bin Malik berujar bahwasanya,

“Rasulullah (pernah) masuk ke rumah kami, yang mana tidak ada orang lain yang di dalam melainkan aku, ibuku (Ummu Sulaim) dan bibiku (Ummu Haram). Beliau bersabda, ‘Berdirilah kalian, aku akan salat bersama kalian.’ Kemudian beliau salat bersama kami pada saat bukan waktu salat wajib.”

Anas juga bercap bahwasanya Rasulullah sering berkunjung (singgah) apabila Rasulullah hendak pergi ke Quba’. Pada suatu ketika, Rasulullah singgah di kediaman Ummu Haram. Beliau dihidangkan makanan Ummu Haram, lalu kemudian Rasulullah menyandarkan kepalanya dan bablas tertidur.

Saat terbangun, Ummu Haram mendapati Rasulullah tiba-tiba tertawa. Ummu Haram yang melihatnya pun terheran-heran dan bertanya

Apa yang membuat anda tertawa wahai Rasulullah?” tanya Ummu Haram.

Mendengar pertanyaan tersebut, Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

نَاسٌ مِنْ أُمَّتِى عُرِ ضُوْا عَلَيَّ غَزَا ةِّفِى سَبِيْلِ الله ِ,يَرْكَبُوْنَ ثَجَّ هَذَا الْبَحْرِ مُلُوْكًا عَلَى اْلأُ سْرةِ أَوْمِثْلَ الْمُلُوْكِ عَلَى اْلأُ سْرَةِ

“Sekelompok manusia dari umatku diperlihatkan kepadaku, mereka berperang di jalan Allah dengan berlayar di lautan sebagaimana raja-raja di atas pasukannya atau laksana para raja yang memimpin pasukannya.”

Ummu Haram yang mendengarnya terdiam. Mencoba membayangkan pasukanmuslimin yang biasanya berperang melewati gurun dan hutan menggunakan unta dankuda mereka, kelak akan berperang di negeri asing melewati laut. Ummu Haram yang memang mendambakan sekali ikut berjuang di jalan Jihadpun langsung menatap antusias kepada Rasulullah.

“Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar aku termasuk dalam golongan mereka.” Ujar Ummu Haram mantap.

Lalu Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a kepada Allah atas permohonan Ummu Haram. Kemudian beliau menyandarkan kepalanya lagi dan memejamkan mata. Beliau kembali tertidur. Tidak lama kemudian beliau terbangun dan tertawa kembali. Ummu Haram yang melihatnya bertanya lagi.

Baca juga :

Apa yang membuat Anda tertawa wahai Rasulullah?” tanya Ummu Haram lagi.

Mendengarnya, Rasulullah kembali bersabda,

نَا سٌ مِنْ أُمَّتِي عُرِ ضُوا عَلَيَّ غُزَا ةًفِي سَبِيلِ الله ِمِءْلُ الْمُلُوكِ عَلَى اْلأْ سْرَ ةِ

Sekelompok manusia dari umatku diperlihatkan kepadaku tatkala berperang di jalan Allah laksana raja bagi pasukannya.’

Ummu Haram kembali berujar mantap,

“Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar aku termasuk dalam golongan mereka.” Ujar Ummu Haram untuk yang kedua kalinya.

Kali IniRasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum.

“Engkau termasuk golongan mereka.”

Penakhlukan Kaum Muslimin di Negeri Qabrus

Bertahun-tahun pasca Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia, pasukan muslimin terus berperang dalam upaya menumpas kekafiran. Perjuangan mereka pun terus berlanjut hingga masa kekhalifahan Utsman Bin Affan. Memang pada masa kekhalifahan Umar Bin Khattab, beliau menentang para tentara kaum muslimin untuk berlayar ke laut.

Namun dalam masa peralihan dan pergantian khalifah ke Utsman Bin Affan, beliau lebih terbuka dan mengizinkan. Itulah kenapa, umat muslim mulai melakukan pengembangan transportasi lewat laut dalam upaya mobilisasi pasukan. Dalam penakhlukan negeri Qabrus, Ummu Haram binti Milhan Ikut dalam pasukan yang berjuang pada masa kekhalifahan Utsman Bin Affan tersebut.

Berangkat melalui jalur laut, yang memimpin pasukan angkatan laut tersebut adalah Muawiyah Bin Abi Sufyan. Muawiyah kala itu memang menjabat sebagai Gubernur Syam. Utsman bin Affan memperbolehkan adanya mobilisasi lewat jalur laut kepada Muawiyah dan pasukannya namun dengan syarat bahwa Muawiyah harus ikut serta membawa Istrinya.

Utsman juga memberikan dorongan untuk tidak melakukan hal yang tidak perlu. Tujuan kaum muslimin menginvasi Qabrus kala itu hanya satu, yaitu melemahkan tirani dari angkatan laut Byzantium (Romawi) yang dikenal sangat kokoh. Hal ini didasari dari kebutuhan untuk mempertahankan lepas pantai Syria dan Mesir dari serangan angkatan Laut Byzantium.

Bila pasukan Byzantium dibiarkan lebih lama menguasai laut tanpa pertentangan, maka tak seorangpun dari sepanjang pantai Syria, Mesir maupun Palestina yang akan selamat. Itulah kenapa, Qabrus menjadi tempat yang strategis dalam upaya menghalau pasukan Byzantium. Berjarak 100KM dari lepas pantai negeri Syam, pasukan muslimin pun berangkat menuju Qabrus.

Menaiki kapal-kapal layar yang diisi oleh pasukan-pasukan bersenjata, kaum muslimin melakukan penyerangan kepada pulau yang dikuasai oleh armada Byzantium tersebut. Pertarungan cukup sengit. Ini merupakan awal dari benturan kekuatan Arab melawan kekuatan barat. Namun karena kegigihan kaum muslimin, mereka pun berhasil memukul mundur pasukan Byzantium dan menakhlukkan Qabrus.

Baca juga :

Ummu Haram sendiri, dikisahkan wafat dalam perang ini. Namun dalam sejarah, terdapat dua pendapat yang berbeda tentang kematian Ummu Haram. Dr Syauqi Menyebutkan bahwasanya Ummu Haram Syahid karena terhempas dari perahu yang oleng.

Sementara, Al-Istanbuli mengungkapkan bahwasanya, kematian perempuan solehah itu terjadi ketika Ummu Haram telah melewati laut (berada di daratan), ia menunggangi seekor hewan (Unta, Kuda atau semacamnya), lalu kemudian dalam peperangan hewan tersebut terhempas dan melemparkan beliau hingga wafat.

Karena perjuangan dalam perang tersebut, Ummu Haram pundimakamkan di tanah Qabrus. Sedangkan Qabrus sendiri, hari ini lebih kita kenalsebagai Republik Cyprus.

Tentu saja banyak sekali hal yang dapat kita pelajari darikisah diatas. Perlu digaris bawahi bahwa pelayaran ke Qabrus merupakan awalmula dari kejayaan armada angkatan Laut Islam yang melegenda karenakehebatannya. Adapun Ummu Haram Binti Malhan merupakan satu dari sekian pejuangyang syahid di jalan Allah dalam penyebaran ajaran Islam.

Demikian kisah Ummu Haram Binti Malhan, pendekar wanita di perang Qabrus. Semoga dapat menjadi pengingat untuk kita tentang perjuangan para sahabat Rasulullah dalam mendakwahkan ajaran Allah.

Hamsa,

Sumber : Dalamislam.com
Kisah Ummu Haram Binti Malhan, Pendekar Wanita di Perang Qabrus
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi.

Report

What do you think?

Written by dalamislam