Kloter Kedua Kontingen Indonesia Bertolak ke Tokyo _*

Sesampainya di Jepang, mereka menginap di Rembrant Hotel Tokyo Machida.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kloter kedua Kontingen Indonesia untuk Paralimpiade Tokyo bertolak dari Bandar Udara Soekarno-Hatta ke Negeri Sakura, Rabu (18/8), malam pukul 21:25 WIB. Rombongan kedua ini terdiri atas dua cabang olahraga yakni para-badminton dan para-powerlifting, namun pemberangkatan dilakukan terpisah.


Berdasarkan jadwal dari NPC Indonesia, para-badminton akan terbang lebih dulu ke Tokyo menggunakan maskapai All Nippon Airways (ANA) dengan nomor penerbangan NH836. Para-badminton akan memberangkatkan tujuh atlet, yakni Ukun Rukaendi, Hary Susanto, Fredy Setiawan, Leani Ratri Oktila, Khalimatus Sadiyah, Dheva Anrimusthi, dan Suryo Nugroho.


Mereka akan didampingi pelatih dan terapis Samta Kunta Purnama, Muhammad Nurachman, Yunita Ambar Wulandari, dan Suryo Saputra Perdana. Mereka dijadwalkan tiba di Haneda International Airport pada 19 Agustus pukul 6:50 waktu setempat.


Sesampainya di Jepang, mereka menginap di Rembrant Hotel Tokyo Machida dan menjalani latihan di Machida Gymnasium dan Bunkyo Sports Center hingga 26 Agustus. Kemudian rombongan bertolak ke Desa Atlet Paralimpiade dan melakoni pertandingan di Yoyogi National Stadium.


Sementara para-powerlifting Indonesia memberangkatkan Ni Nengah Widiasih dan pelatih Yanti dengan maskapai NH836 pada 19 Agustus pukul 6:15 WIB. Mereka dijadwalkan tiba di Banda Udara Narita International pukul 15:50 waktu setempat dan langsung bertolak ke Desa Atlet Paralimpiade.


Ni Nengah Widiasih akan berlatih di Tokyo International Forum sebelum berlaga di tempat sama pada 26 Agustus.

sumber : Antara



Sumber : republika.co.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihiadada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?