Konsep dan Potensi dari Wisata Halal di Indonesia _*

Wisata Halal


Tahun 2018 lalu Indonesia patut bersyukur karena berdasarkan riset yang dilakukan oleh Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) Indonesia meraih peringkat kedua sebagai tujuan wisata halal/halal tourism dunia terfavorit.

Sebelumnya, pada tahun 2015 Lombok bahkan meraih dua penghargaan sekaligus yaitu World Halal Travel Awards (WHTA) dan World Best Halal Honeymoon Destination. Inilah yang menjadi alasan mengapa pada tahun-tahun berikutnya pertumbuhan wisatawan Lombok semakin meningkat. Tahun 2017, Arief Yahya selaku Menteri Pariwisata mengatakan Lombok mengalami peningkatan kunjungan wisatawan sebesar 50%.

Melihat fakta-fakta menarik tersebut, tentu membuat kita sebagai bangsa Indonesia turut bangga. Namun, yang lebih mendasar dari itu apakah kamu sudah paham tentang konsep wisata halal?

Baca Juga: Fakta Menarik! Data Pertumbuhan Bisnis Ritel di Indonesia

Wisata Halal

Konsep Wisata Halal dan Penerapannya

Banyak orang salah kaprah dengan konsep wisata halal. Banyak yang mendefinisikan wisata halal sebagai sebuah wisata yang didalamnya diterapkan syariat Islam. Atau sebuah wisata yang penuh dengan unsur ke “arab-araban”. Benar kah?

Tentunya itu salah besar. Jangan kejebak dengan definisi tersebut. Konsep wisata halal adalah sebuah konsep wisata yang bertujuan menciptakan sebuah kondisi moslem and family friendly.

Jadi konsep tersebut bukanlah sebuah konsep wisata yang didalamnya diterapkan syariat Islam sebagaimana yang diterapkan di Aceh tetapi lebih ke arah konsep yang didalamnya menciptakan keramahan untuk muslim. Bentuknya sederhana yaitu tersedianya tempat ibadah untuk muslim yang gampang dijangkau, penyediaan makanan halal, dan pemisahan makanan haram seperti alkohol.

Bentuknya sederhana yaitu tersedianya tempat ibadah untuk muslim yang gampang dijangkau, penyediaan makanan halal, dan pemisahan makanan haram seperti alkohol.

Global Muslim Travel Index (GMTI) memiliki kriteria untuk wisata halal, diantaranya:

  1. Destinasi ramah keluarga,
  2. Layanan dan fasilitas di destinasi yang ramah Muslim,
  3. Kesadaran halal dan pemasaran destinasi.

Tentu hal ini bukan perkara yang sulit bagi Indonesia sebagai negara dengan umat Islam terbesar di Dunia. Bahkan negara maju yang memiliki minoritas umat Islam juga menerapkan konsep ini. Salah satu contohnya adalah negeri sakura yaitu Jepang.

Negeri yang terkenal dengan anime-nya ini menerapkan konsep halal tourism. Alhasil jumlah wisatawannya meningkat hingga 24 juta di tahun 2016. Wisatawan tersebut berasal dari negeri-negeri muslim seperti Indonesia, Malaysia dan negara-negara Timur Tengah.

Kendala yang dihadapi Indonesia

Sayangnya penerapan wisata halal tidak disambut baik di beberapa daerah. Di daerah Danau Toba contohnya, Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumatera Utara sempat melontarkan untuk menerapkan konsep wisata halal di daerah kawasan Danau Toba.

Meskipun ada yang mendukung, usaha penerapan konsep wisata halal pada kawasan tersebut tidak jadi diterapkan karena adanya penolakan yang berasal dari orang-orang yang berada di kawasan Danau Toba.

Daerah lain yang juga melakukan penolakan terhadap konsep tersebut adalah Bali. Sandiaga Uno sebenarnya sudah melontarkan terkait konsep halal tourism, sayangnya Gubernur Bali yaitu I Wayan Koster menolak konsep tersebut. Ia tidak ingin branding Bali sebagai wisata budaya berubah.

Baca Juga: 4 Rahasia Sukses Nabi Muhammad SAW dalam Berdagang

Wisata Halal

Kesimpulan

Melihat potensi yang besar dengan diterapkannya konsep tersebut di Indonesia sayangnya tidak ditanggapi dengan baik di beberapa daerah. Itulah sebabnya konsep ini harus lebih disosialisasikan secara masif agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait dengan konsep wisata halal.

Jika kamu tertarik dengan konten bisnis seperti ini, kamu bisa juga melihat tulisan lainnya di Topik Bisnis. Jika kamu lebih menyukai konten video kamu bisa mengunjungi Channel Youtube Qazwa.

Source : qazwa.id
Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?