KPK Panggil Pj Gubernur NTB Lalu Gita Jadi Saksi Eks Wali Kota Bima

KPK Panggil Pj Gubernur NTB Lalu Gita Jadi Saksi Eks Wali Kota Bima


Jakarta

KPK memanggil sejumlah saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Bima M Lutfi sebagai tersangka. Salah satu saksi yang dipanggil ialah Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Gita Ariandi.

“Hari ini bertempat di Gedung Merah Putih KPK, tim penyidik menjadwalkan pemanggilan dan pemeriksaan saksi,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (20/11/2023).

“Lalu Gita Ariandi (Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat),” sambungnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Pj Gubernur NTB, penyidik KPK juga memanggil dua saksi lainnya hari ini. Kedua saksi itu berasal dari pihak swasta.

Berikut tiga saksi yang dipanggil KPK terkait korupsi M Lutfi hari ini:

1. Lalu Gita Ariandi (Pj Gubernur Nusa Tenggara Barat)
2. Nugraha Ronaldo Sabang Simorangkir (Bagian Kepatuyan PT.Binavalasindo Dolarsia Sejahtera Utama)
3. Muhammad Makdis (Swasta)

Kasus Dugaan Korupsi Eks Walkot Bima

KPK sebelumnya telah mengumumkan Lutfi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi. Korupsi yang dilakukan Lutfi turut melibatkan keluarga inti.

“Sekitar tahun 2019, MLI bersama dengan salah satu keluarga intinya mulai mengendalikan proyek-proyek yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Kota Bima,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (5/10).

Lutfi menjabat Wali Kota Bima sejak 2018 hingga 2023. Keterlibatan Lutfi dalam kasus ini berawal saat dia meminta dokumen sejumlah proyek di Dinas PUPR dan BPBD Pemkot Bima.

Lutfi secara sepihak lalu menentukan para kontraktor yang siap dimenangkan. Proses pemenangan itu diduga tidak melalui prosedur hukum yang sah.

Firli mengatakan upaya pengkondisian yang dilakukan oleh Lutfi itu diduga diwarnai adanya uang setoran. Dia diduga menerima setoran dari para kontraktor hingga mencapai miliaran rupiah.

“MLI menerima setoran uang dari para kontraktor yang dimenangkan dengan jumlah mencapai Rp 8,6 miliar,” katanya.

Uang yang disetorkan kepada Lutfi itu diduga dikirim melalui rekening anggota keluarga dari Walkot Bima tersebut. Selain penyetoran uang dari kontraktor, tim penyidik KPK juga menemukan dugaan penerimaan gratifikasi yang melibatkan Lutfi. Besaran gratifikasi Lutfi saat ini masih didalami.

“Ditemukan pula adanya penerimaan gratifikasi oleh MLI di antaranya dalam bentuk uang dari pihak-pihak lainnya dan tim penyidik terus melakukan pendalaman lebih lanjut,” ujar Firli.

(ygs/haf)



Source : news.detik.com
Alhamdulillahi Robbil Aalamiin, Allohumma Sholli Ala Rosulillah Muhammad Warhamna Jamii’a.

What do you think?

Written by admin