M.O.T.I.V.A.S.I. . . Anak kecil itu “bombongan”, kata orang Jawa. Ia mudah digel… | Astaghfirullah


M.O.T.I.V.A.S.I.
.
.
Anak kecil itu “bombongan”, kata orang Jawa. Ia mudah digelembungkan hatinya dengan kata-kata. Misal, dengan pujian, atau harapan yang diucapkan dengan meyakinkan, bahwa dia memiliki kemampuan untuk mewujudkan harapan itu. .
.
Biasanya, saat anak mendengar “bombongan” itu, semangat mereka menggelora. Bahkan, ada yang langsung menampakkan lewat aksi nyata. Namun, efek gelora seperti itu pada tiap anak tidak sama. Ada yang bertahan lama. Ada juga yang langsung sirna. Tergantung seberapa kuat kesan yang menancap dalam sanubarinya. .
.
Itulah hakekat motivasi. Bagaimana membuat hati anak menggelembung oleh optimisme dan yakin pada potensi diri. .
.
Masalahnya, motivasi seperti apa yang kira-kira bisa “klik” dengan anak? Apalagi, tiap anak memiliki minat, daya tangkap, dan latar belakang kultur keluarga yang berbeda. Itu yang membuat satu resep memotivasi cocok untuk Si A, tapi kurang masuk untuk Si B. Mungkin, itu satu dari sekian tantangan bagi para pendidik, yakni menemukan resep motivasi yang dapat menjangkau hati mayoritas anak.
.
.
Menjadi lebih mudah jika kita dapat mendeteksi kecenderungan rata-rata anak. Misal, dengan memperhatikan permainan yang sering mereka lakukan. Dulu, sebagian besar santri kami tertarik dengan cerita kepahlawanan, mereka suka bermain silat-silatan, dan semisalnya. .
.
Maka, untuk menggelembungkan semangat yang berkaitan dengan daya tahan belajar, ketekunan, dan kesungguhan, kami buat analogi pandai besi atau pembuatan sebilah pusaka, seperti yang saya gambarkan di komik. Itu cukup mengena buat santri kami waktu itu, karena kita bicara tentang senjata. Mereka merasa itu tema yang macho. “Klik” dengan minat mereka. .
.
Motivasi itu penting. Ia bagai bahan bakar bagi jiwa. Tapi, justru sering dilupakan. Biasanya, karena dikejar target kurikulum, guru hanya sempat transfer of knowledge saja. Tanpa sadar, orientasi mendidik akhirnya bergeser menjadi sekadar menyelesaikan kurikulum. Bukan lagi menumbuhkan, apalagi mendewasakan….
.
.
.
#abunnada
#self_reminder
#pendidikan
#modifikasi_perilaku

Sumber : Instagram / abun_nada

Alhamdulillah yarham umat Muhammad. Allohumma Sholli Wa Sallim Wa Barik ‘ala Nabiyina Muhammad. Subhanalloh Wa Alhamdulillah Wa Laailaaha illa Alloh Allohu Akbar. Astaghfirullah Lilmuslimin Wal Muslimat. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, semoga jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin.





Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published.