Macam-macam Madzhab dalam Ilmu Fiqih _*

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, madzhab diartikan sebagai haluan atau aliran mengenai hukum fikih yang menjadi rujukan bagi umat Islam.

Dalam ilmu fiqih terdapat empat madzhab yang difatwakan oleh ahli fiqih, yang salah satunya wajib diikuti oleh umat Islam.

Keempat madzhab tersebut adalah Madzhab Hanafi, Madzhab Maliki, Madzhab Syafi’i, dan Madzhab Hanbali

1. Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi didirikan oleh An Nu’man bin Tsabit atau Al-Imam Abu Hanifah (80-150 H).

Beliau berasal dari Kufah dan hidup di masa Daulah Bani Umaiyah dan Daulah Bani Abbasiyah.

Imam Abu Hanifah adalah ulama yang terkenal karena lebih mengedepankan logika sebagai dalil.

Adapun yang menjadi dasar Madzhab Imam Abu Hanifah adalah beberapa dasar hukum Islam yang meliputi Al Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, Qiyas, dan Istihsan.

Imam Abu Hanifah menyusun sebuah kitab atau buku yang berjudul Kitabul Fiqhul Akbar.

2. Madzhab Maliki

Madzhab Maliki didirikan oleh Malik bin Anas bin Abi Amir Al Ashbahi atau Al-Imam Malik (93-179 H).

Beliau merupakan Imam penduduk Madinah dan hidup di masa Daulah Bani Umaiyah dan Daulah Bani Abbasiyah.

Dasar madzhab Imam Malik adalah Al Qur’an, As-Sunnah, Ijma’, Qiyas, Amal ahlul madinah, perkataan sahabat, Istihsan, Saddudzarai’, muraatul khilaf, Istishab, maslahah mursalah, dan syaru man qablana (syariat nabi terdahulu).

Imam Malik adalah seorang ahli hadis dan fiqih. Kitabnya yang terkenal adalah Al Muwattha yang memuat tentang hadits dan fiqih.

3. Madzhab Syafi’i

Madzhab Syafi’i didirikan oleh Muhammad bin Idris Asy Syafi’i atau Al-Imam Asy-Syafi’i (150-204 H).

Beliau berasal dari Gaza, Palestina. Imam Syafi’i dikenal sebagai seorang mujtahid mutlak, imam fiqih, hadits, dan ushul.

Dasar madzhab Imam Asy-Syafi’i adalah sumber syariat Islam yaitu Al Qur’an dan As-Sunnah, Ijma’, serta Qiyas.

Beberapa dasar yang tidak dijadikan rujukan oleh Imam Asy-Syafi’i adalah sebagai berikut.

  • perkataan sahabat karena dipandang sebagai ijtihad yang bisa saja salah.
  • istihsan karena dianggap menciptakan syari’at
  • maslahah mursalah
  • perbuatan penduduk Madinah.

Kitab yang pernah disusun oleh Imam Syafi’i adalah kitab Al-Hujjah yang merupakan madzhab lama dan kitab Al Umm yang merupakan madzhab yang baru.

4. Madzhab Hanbali

Madzhab Hanbali didirikan oleh Ahmad bin Hanbal Asy Syaibani atau Al-Imam Ahmad (164-241 H).

Beliau lahir dan menghabiskan hidupnya di Baghdad, Irak. Hingga kini, Imam Ahmad dikenal sebagai seorang ahli hadits dan fiqih.

Dasar madzhab Imam Ahmad adalah Al Qur’an, As-Sunnah, fatwah sahabat, Ijma’, Qiyas, Istishab, maslahah mursalah, dan saddudzarai’.

Beliau menyusun kitab hadis Al Musnad yang berisi kurang lebih 40.000 hadis.

Karena keahliannya dalam hadits, Beliau menaikkan derajat hadits mursal dan hadits dhaif menjadi hadits hasan.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahlihi Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?