in , ,

Mengenal Kecerdasan Militer Khalid bin Walid, Sang Pedang Allah _*

Dalam sejarah Islam, banyak tokoh penting yang memiliki peranan besar dalam menyebarkan agama Islam. Salah satu tokoh penting dalam sejarah agama Islam adalah Khalid bin Walid. Khalid bin Walid adalah salah satu sahabat Rasulullah yang memiliki strategi perang yang tak terkalahkan. Lebih lanjutnya, marilah mengenal kecerdasan militer Khalid bin Walid melalui kisahnya berikut ini.

Khalid bin Walid juga memiliki nama lain, yakni Sayf Allāh al-Maslūl atau pedang Allah yang terhubung merupakan panglima perang yang tidak pernah terkalahkan, baik sebelum memeluk Islam maupun sesudahnya. Bahkan Abu Bakar pun sering memujinya,

“Demi Allah, orang-orang Romawi akan lupa dengan tipu daya setan karena (kedatangan) Khalid bin al-Walid”. Abu Bakar radhiallahu ‘anhu juga mengatakan, “Para wanita tidak akan mampu lagi melahirkan seseorang seperti Khalid”.

Baca juga :

Khalid sendiri memeluk Islam ketika melakukan perjalanan bersama Rasul ke Mekah, ia berkata,

“Aku menginginkan seorang teman seperjalanan, lalu kujumpai Utsman bin Thalhah; kuceritakan kepadanya apa maksudku, ia pun segera menyetujuinya. Kami keluar dari kota Mekah sekitar dini hari, di luar kota kami berjumpa dengan Amr bin Ash.

Maka berangkatlah kami bertiga menuju kota Madinah, sehingga kami sampai di kota itu di awal hari bulan Safar tahun yang ke delapan Hijriyah. Setelah dekat dengan Rasulullah saw kami memberi salam kenabiannya, Nabi pun membalas salamku dengan muka yang cerah. Sejak itulah aku masuk Islam dan mengucapkan syahadat yang haq…”

Rasulullah bersabda,

Sungguh aku telah mengetahui bahwa anda mempunyai akal sehat, dan aku berharap, akal sehat itu hanya akan menuntun anda kejalan yang baik…” Oleh karena itulah, aku berjanji setia dan bai’at kepada beliau, lalu aku Mohon “Mohon Rasulullah mintakan ampun untukku terhadap semua tindakan masa laluku yang menghalangi jalan Allah…”

Baca juga :

Kehebatan Khalid bin Walid

Mengenal kecerdasan militer Khalid bin Walid, salah satunya adalah ketika ia mengikuti Perang Mut’ah. Pada tahun 8 Hijriyah, 3.000 pasukan Islam dikepung oleh 100.000 pasukan Romawi. Perang tersebut mengakibatkan meninggalnya 3 panglima perang, Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah radiallahu ‘anhum.

Melihat situasi yang genting tersebut, Tsabit bin Arqam kemudian mengambil panji dan menyerahkannya kepada Khalid bin Walid. Namun karna merasa baru saja masuk Islam, ia pun menolak,

Tidak….. jangan saya yang memegang panji suci ini, engkaulah yang paling berhak memegangnya, engkau lebih tua, dan telah menyertai perang Badar!

Tsabit kemudian berkata,

“Ambillah, sebab engkau lebih tahu siasat perang daripadaku, dan demi Allah aku tidak akan mengambilnya, kecuali untuk diserahkan kepadamu!” 

kemudian ia berseru kepada semua pasukan muslim,

Bersediakah kalian di bawah pimpinan Khalid?” mereka menjawab, “Setuju!”

Dengan kecerdasannya, ia pun segera memerintahkan pasukan Islam dibagi menjadi beberapa kelompok besar dengan tugas masing-masing. Kemudian perlahan pasukan diperintahkan untuk mundur. Anehnya, meskipun kalah jumlah, ketika pasukan Muslim berbaris rapi untuk mundur, pasukan Romawi justru ketakutan dan tidak mau mengejar. Akhirnya pasukan Muslim pun pulang dengan selamat dan Khalid bin Walid mendapat julukan “Si Pedang Allah yang senantiasa terhunus”.

Di masa khalifah Abu Bakar sepeninggal Rasul, Khalid bin Walid memiliki peranan penting dalam menguatkan dan mengembalikan kejayaan Islam. Banyaknya pemurtadan yang terjadi pada masa Abu Bakar membuat Abu Bakar mengutus Khalid bin Walid untuk mendisiplinkan mereka yang murtad dan enggan membayar zakat.

Baca juga:

Tak sampai disitu saja, Khalid bin Walid juga berperan penting dalam perluasan dan penjagaan wilayah Islam. Ia kemudian berangkat ke Irak dan mengirimkan pesan pada para pembesar Persia.

Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Khalid Ibnu Walid kepada para pembesar Persi. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk. Kemudian segala puji kepunyaan Allah yang telah memporak porandakan kaki tangan kalian, dan merenggut kerajaan kalian, serta melemahkan tipu daya kalian. Siapa yang shalat seperti shalat kami, dan menghadap kiblat kami, jadilah ia seorang muslim.

Ia akan mendapatkan hak seperti hak yang kami dapatkan, dan ia berkewajiban seperti kewajiban kami. Bila telah sampai kepada kalian surat ini, maka hendaklah kalian kirimkan kepadaku jaminan, dan terimalah dariku perlindungan jika tidak, maka demi Allah yang tiada Tuhan selain Dia, akan kukirimkan kepada kalian satu kaum berani mati, padahal kalian masih sangat mencintai hidup…!”

Mendapatkan surat seperti ini membuat para pembesar Persia geram dan mengirimkan pasukan dengan jumlah besar. Khalid bin Walid pun segera menyambut kedatangan para pasukan tersebut dan menggapai banyak kemenangan di banyak wilayah seperti Ubullah, As-Sadir, di susul Najaf, lalu Al-Hirah, Al-Ambar, sampai Khadimiah.

Wafatnya Khalid bin Walid

Dalam kisah mengenal kecerdasan militer Khalid bin Walid ini, diketahui bahwa bagi Khalid, kehidupannya selalu dipenuhi dengan nilai-nilai Islam yang selalu mendamaikan hatinya. Suatu hari ia pernah berkata,

Tak ada yang dapat menandingi kegembiraanku, bahkan lebih pada saat malam pengantin, atau di saat dikaruniai Bayi, yaitu suatu malam yang sangat genting, dimana aku dengan ekspedisi tentara bersama orang-orang Muhajirin menggempur kaum musyrikin di waktu subuh.”

Sebelum kematiannya, ia pernah berkata,

Aku telah ikut serta berperang dalam pertempuran di mana-mana, seluruh tubuhku penuh dengan tebasan pedang, tusukan tombak serta tancapan anak panah…….kemudian inilah aku, tidak seperti yang aku inginkan, mati di atas tempat tidur, laksana matinya seekor unta.”

Baca juga:

Ia berwasiat agar pedang dan kudanya diberikan kepada mereka yang membutuhkan karena tidak ada harta lain yang layak untuk diberikan pada orang lain. Satu-satunya harta berharga miliknya adalah kopiah. Suatu hari, ia kehilangan kopiah tersebut hingga membuat banyak orang bersusah payah mencarinya. Banyak orang yang menghinanya karena hanya sebuah kopiah, namun ia berkata,

“Di dalamnya terdapat beberapa helai rambut dari ubun-ubun Rasulullah saw”.

Kematiannya pun diiringi dengan tangisan sang ibu dan para sahabat. Sang ibu pun menangis sambil berkata,

Jutaan orang tidak dapat melebihi keutamaanmu….

Mereka gagah perkasa tapi tunduk di ujung pedangmu…

Engkau pemberani melebihi Singa Betina…..

Yang sedang mengamuk melindungi anaknya……

Engkau lebih dahsyat dari air bah…..

Yang terjun dari celah bukit curam ke lembah……

Rahmat Allah bagi Abu Sulaiman,

Apa yang ada di sisi Allah lebih baik daripada yang ada di dunia.

Ia hidup terpuji, dan berbahagia setelah mati…..

Setelah mengenal kecerdasan militer Khalid bin Walid dari cuplikan kisahnya ini, semoga ada hikmah dan manfaaat yang bisa kita ambil darinya.

Sumber : dalamislam.com

Alhamdulillah Allohumma Sholli ‘Ala Nabiyina Muhammad Wa Ahli Wa Ashhabihi Wa Ummatihi. Subhanallah wa bihamdihi ‘adada khalqihi wa ridha nafsihi wa zinata ‘arsyihi wa midada kalimatihi. Jazakumullah sudah ikut men-share (membagikan) konten ini, insya Alloh jadi amal jariyah untuk kebaikan dunia akhirat kita. Aamiin

Report

What do you think?

Written by jumat berkah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

GIPHY App Key not set. Please check settings